Diterbitkan pada: 23/05/2026
Kota Metro, Lampung - 23 Mei 2026 – Penantian panjang selama dua puluh tahun lebih akhirnya terjawab di SMKN 3 Kota Metro, Lampung. Melalui program revitalisasi tahun 2025, sekolah tersebut kini memiliki Ruang Praktik Siswa (RPS) Jurusan Teknik Listrik yang selama ini dinantikan untuk mendukung pembelajaran vokasi yang lebih optimal. Di balik pembangunan fasilitas praktik tersebut, tersimpan kisah lain yang menyentuh. Bersamaan dengan revitalisasi ruang praktik, sekolah juga memperoleh bantuan pembangunan ruang inklusi bagi murid berkebutuhan khusus. Ruang ini hadir sebagai wujud semangat penerimaan, kesabaran dan keyakinan para guru bahwa setiap anak berhak memperoleh layanan pendidikan yang bermutu dan setara. Kepala SMKN 3 Kota Metro, Erlian Ekadarma Yanti, mengaku terkejut sekaligus terharu mengetahui bantuan yang diterima ternyata melebihi harapan sekolah. “Awalnya kami hanya mengajukan pembangunan Ruang Praktik Siswa (RPS) jurusan listrik senilai 800 juta. Tapi karena sekolah kami menerima murid inklusi, bantuan berkembang menjadi Rp1,8 miliar. Sekarang sekolah kami memiliki ruang inklusi, ruang BK dan toilet baru. Ini menjadi berkah untuk anak-anak kami yang berkebutuhan khusus,” ujarnya. “Kalau bukan kami yang menerima, siapa lagi? Anak-anak inklusi adalah anak-anak istimewa titipan Allah," ucap Erlian penuh haru. Kehadiran ruang inklusi juga dirasakan langsung manfaatnya oleh para murid. Fahri, murid dengan autisme tingkat sedang, mengaku senang bersekolah di SMKN 3 Kota Metro karena merasa nyaman dengan teman-teman, guru, dan lingkungan kelasnya. Hal serupa disampaikan Amelia Zahra, siswa kelas X jurusan Desain dan Komunikasi Visual. Menurutnya, ruang inklusi membuat proses belajar jadi menyenangkan karena memberikan tempat untuk belajar sambil bermain, terutama saat mereka sulit fokus di kelas reguler. Kehadiran Interactive Flat Panel (IFP) juga membuat mereka lebih mudah mencerna pembelajaran. Guru Agama sekaligus pendamping para murid berkebutuhan khusus, Ita Nur Maharyuni, turut mengapresiasi adanya ruang inklusi. Ia menjelaskan bahwa ruang ini menjadi solusi ketika murid berkebutuhan khusus merasa tidak nyaman di kelas. “Saat mereka bosan atau tantrum di kelas reguler, kami akan mendampingi dulu. Namun jika kondisi sudah tidak memungkinkan maka kita akan mengarahkan mereka belajar di ruang inklusi bersama teman-temannya yang spesial lainnya," ujar Ita. Sebelum memiliki ruang inklusi, murid berkebutuhan khusus hanya biasanya diajak ke mesjid untuk menenangkan diri saat kondisi emosional mereka tidak stabil. Kini, dengan hadirnya ruang yang nyaman, luas dan bagus, proses pendampingan murid menjadi lebih optimal dan terarah. Revitalisasi ini juga berdampak pada kualitas pembelajaran murid lainnya. Sebelumnya, murid praktik bergantian di kelas karena tidak punya ruang khusus sementara alat dan bahan praktik juga terbatas. Kini, siswa dapat belajar di ruang praktik yang nyaman disertai alat yang memadai. Perkembangan tersebut turut mendorong prestasi sekolah. Siswa SMKN 3 Kota Metro bisa masuk Lomba Kompetensi Siswa tingkat nasional. Semangat gotong royong dan kolaborasi juga menjadi kekuatan di sekolah ini. SMKN 3 Kota Metro, saat ini menjadi sekolah rujukan bagi sembilan jurusan serta pusat pengimbasan untuk 45 sekolah lain di provinsi Lampung. Guru dan murid dari berbagai sekolah datang untuk belajar praktik pembuatan meja dan meja kursi, cetak kaos, hingga pengelolaan teaching factory. Saat ini SMKN 3 Kota Metro memiliki 45 rombongan belajar dengan 13 murid berkebutuhan khusus seperti tuna wicara, slow learner dan autisme. Semangat membangun lingkungan belajar yang aman, ramah dan berkarakter juga tercermin dalam keseharian di sekolah. Setiap pagi, guru menyambut siswa dengan salam, senyum, dan sapa. Berbagai kegiatan pembiasaan seperti tadarus, Lampung Mengaji, Senam Anak Indonesia Hebat, bimbingan mental, hingga kegiatan sosial rutin dilakukan sebagai implementasi Budaya Sekolah yang Aman dan Nyaman sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) 6 Tahun 2026. Erlian menekankan bahwa pendidikan vokasi tidak hanya berfokus pada penguasaan kompetensi teknis, tetapi juga pada pembentukan karakter peserta didik. Sekolah berkomitmen mencetak lulusan yang disiplin, berakhlak baik dan memiliki soft skills yang kuat, sehingga ketika memasuki dunia kerja, para murid mampu bekerja disertai dengan karakter yang baik.*** (Penulis: Uly/Fotografer: Tim Kemendikdasmen) Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat #PendidikanBermutuuntukSemua
Ia menjelaskan bahwa mendampingi murid berkebutuhan khusus butuh kesabaran karena setiap anak punya kebutuhan yang berbeda. Namun, dari proses tersebut justru tumbuh kepercayaan masyarakat kepada SMKN 3 Kota Metro.
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers
#KemendikdasmenRamah
Penulis: Uly
Editor: Denty Anugrahmawaty