Diterbitkan pada: 21/05/2026
Victoria, Australia, Kemendikdasmen – Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Melbourne bersama Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Canberra menghadiri 2026 VILTA Annual Conference yang diselenggarakan oleh Victorian Indonesian Language Teachers Association (VILTA) pada Jumat (8/5) di Victoria, Australia. Konferensi bertema Hubungan Erat dan Hormat tersebut dihadiri sekitar 125 peserta yang terdiri atas guru Bahasa Indonesia, akademisi, mahasiswa, organisasi pendidikan, dan berbagai mitra pendidikan Indonesia–Australia. Kegiatan ini menjadi forum penting dalam memperkuat jejaring dan pengembangan pembelajaran Bahasa Indonesia di Australia, khususnya di Victoria yang masih menjadi salah satu wilayah dengan dukungan kuat terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia. Berdasarkan laporan The State of Languages Education in Australia: Provision and Participation 2024 dari Australian Federation of Modern Language Teachers Associations (AFMLTA), Bahasa Indonesia masih menjadi salah satu bahasa utama yang dipelajari di Australia dengan sekitar 127.649 murid. Namun demikian, jumlah tersebut mengalami penurunan sekitar 25 persen dibandingkan tahun 2025 dan menghadapi tantangan besar dalam mempertahankan keberlanjutan pembelajaran hingga tahun ke-12. Victoria tercatat memiliki posisi relatif lebih kuat dibanding rata-rata nasional dengan proporsi sekitar 15 persen dari seluruh pembelajar bahasa di sekolah pemerintah. Pada sesi pembukaan, Konsul Jenderal RI untuk Victoria dan Tasmania, Yohannes Jatmiko Heru Prasetyo, menekankan pentingnya penguatan hubungan pendidikan dan budaya Indonesia–Australia melalui pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah-sekolah Australia. Sementara itu, Atdikbud KBRI Canberra, Yuli Rahmawati, memperkenalkan berbagai program dukungan Bahasa Indonesia untuk sekolah dan guru Bahasa Indonesia di Australia, seperti Indonesian Language Teaching Assistant, Indonesian Goes to School, dan School Visit to KBRI Canberra, Australian Conggress for Indonesian Language, Community Language, dan program lainnya. Selanjutnya, sesi pembicara kunci turut disampaikan oleh Associate Professor Michael Hatherell dari Deakin University. Dalam paparanya, ia menyoroti pentingnya pembelajaran bahasa sebagai sarana membangun empati dan pemahaman budaya di tengah perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan. Ia juga menekankan bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia perlu dikembangkan melalui storytelling, sastra, film, dan eksplorasi identitas budaya masyarakat Indonesia. Konferensi ini juga menghadirkan sesi panel bersama Joel Backwell dan tiga alumni Australia Indonesia Youth Association (AIYA) yang merupakan mahasiswa dan alumni Monash University. Para panelis berbagi pengalaman belajar Bahasa Indonesia dan menyoroti pentingnya school trip ke Indonesia pada tahun ke-8 dan tahun ke-9 untuk meningkatkan motivasi murid. Peserta juga mengusulkan pendekatan pembelajaran yang lebih interaktif melalui film, musik, budaya populer Indonesia, kuis, media digital, serta pendekatan yang fun dan playful. KJRI Melbourne turut berpartisipasi melalui sesi “Cultural experiences to bridge perspectives – The Consulate General in schools, and Angklung workshop” yang memperkenalkan budaya Indonesia sebagai media penguatan pemahaman lintas budaya di sekolah-sekolah Australia. Dalam kesempatan tersebut, Atdikbud KBRI Canberra juga melakukan monitoring terhadap pelaksanaan program Indonesian Language Teaching Assistants (ILTA). Saat ini terdapat tujuh teaching assistants yang bertugas di Victoria dengan dukungan Department of Education Victoria, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), universitas mitra, serta KBRI Canberra. Para teaching assistants menyampaikan bahwa program berjalan dengan baik dan memberikan pengalaman penting dalam mendukung pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah Australia. Melalui partisipasi dalam konferensi ini, Indonesia memperkuat komunikasi dan jejaring dengan komunitas guru Bahasa Indonesia di Australia sekaligus membuka peluang kolaborasi lebih luas dalam bidang pendidikan, budaya, pertukaran pelajar, dan pengembangan pembelajaran Bahasa Indonesia secara berkelanjutan.*** (Penulis & Dokumentasi: Tim KBRI Canberra) Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Laman: kemendikdasmen.go.id X: x.com/Kemdikdasmen Instagram: instagram.com/kemendikdasmen Facebook: facebook.com/kemendikdasmen YouTube: KEMDIKDASMEN Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers #PendidikanBermutuuntukSemua #KemendikdasmenRamah
Penulis: Kontributor BKHM
Editor: Denty Anugrahmawaty