pendidikan_untuk semua Ramah rumah_pendidikan
Temukan informasi tentang Kemendikdasmen, struktur organisasi, dan regulasi
Informasi Profil Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Informasi Publik Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Temukan kabar, siaran pers, pengumuman, dan dokumentasi resmi dari Kemendikdasmen
Informasi Umum
Beranda
Button Icon
Button Icon
PPID
Button Icon Beranda
Button Icon Profil
Temukan informasi tentang Kemendikdasmen, struktur organisasi, dan regulasi
Button Icon
Button Icon
Button Icon
Button Icon PPID
Membaca Nyaring, Cara Sederhana Tumbuhkan Minat Baca Anak Sejak Dini

Diterbitkan pada: 14/05/2026

Bagikan:

Gambar Siaran Pers

Jakarta, 14 Mei 2026 – Upaya membangun budaya literasi sejak usia dini terus diperkuat melalui pembiasaan membaca nyaring yang melibatkan peran aktif orang tua dan pendidik. Hal tersebut mengemuka dalam sesi dialog Lokakarya Membaca Nyaring yang diselenggarakan oleh  Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemendikdasmen pada Selasa (13/5).

Penasihat DWP Kemendikdasmen, Masmidah Abdul Mu’ti, menyampaikan bahwa metode membaca nyaring menjadi pendekatan yang efektif dalam membangun budaya literasi anak sejak dini. “Metode membaca nyaring yang diangkat dalam lokakarya ini merupakan pendekatan yang sangat baik karena mampu membangun kedekatan emosional sekaligus menumbuhkan minat baca anak secara alami. Melalui kegiatan membaca nyaring, anak-anak belajar mendengarkan, memahami, membayangkan, dan mengekspresikan diri dengan cara yang menyenangkan,” ujarnya.

Lokakarya ini turut menghadirkan Founder Read Aloud Indonesia, Roosie Setiawan, serta pegiat literasi dan penulis buku anak, Sofie Dewayani. Dalam paparannya bertajuk “Membangun 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat Melalui Buku Cerita Bergambar”, Roosie Setiawan menekankan bahwa membaca nyaring merupakan salah satu cara sederhana namun efektif untuk membangun kebiasaan baik pada anak sejak dini.  “Kegiatan membaca harus dibuat terlihat, menarik, mudah, dan menyenangkan agar dapat menjadi kebiasaan yang dilakukan secara konsisten,” ungkapnya.

Roosie menjelaskan, membaca nyaring merupakan proses interaktif yang membantu anak membangun kemampuan bahasa, rasa ingin tahu, hingga empati. Pembaca juga perlu menggunakan variasi nada suara, ekspresi, kontak mata, dan jeda agar anak lebih terlibat dalam cerita. “Pembaca menggabungkan variasi nada, kecepatan, volume, jeda, kontak mata, pertanyaan, dan komentar untuk menghasilkan penyampaian yang lancar, bermanfaat, dan menyenangkan,” ujar Roosie.

Ia menambahkan, selama membaca nyaring orang tua maupun guru perlu mengajak anak berdiskusi melalui pertanyaan sederhana tentang tokoh, gambar, alur cerita, hingga perasaan tokoh dalam buku. Cara tersebut dinilai efektif untuk melatih kemampuan berpikir kritis dan komunikasi anak sejak dini.

Sementara itu, Sofie Dewayani dalam paparannya mengenai pemilihan buku untuk membaca nyaring menekankan bahwa buku anak perlu disesuaikan dengan tahap perkembangan usia dan kemampuan kognitif pembaca.
“Buku memberikan ruang bagi anak untuk melatih nalar verbal. Pesan dan nilai moral ditemukan secara natural, tidak menggurui,” kata Sofie.

Ia menjelaskan, buku untuk pembaca dini sebaiknya menggunakan kosakata yang akrab, alur yang menarik, serta bahasa yang natural dan ritmis agar anak nyaman menyimak cerita. Selain itu, ilustrasi dalam buku juga memiliki peran penting untuk membantu anak memahami dan menafsirkan cerita.

Dalam sesi dialog tersebut juga diisi dengan aksi para peserta memperagakan bagaimana membaca nyaring. Wakil Kepala Sekolah SDN Cipete Utara 13, Indah Wardhani, menyampaikan bahwa metode membaca nyaring merupakan cara efektif untuk menumbuhkan kecintaan anak terhadap buku sejak dini. Menurutnya, saat guru membacakan cerita dengan ekspresi dan intonasi yang tepat, terbangun hubungan emosional yang kuat antara guru dan murid maupun antara orang tua dan anak.

“Ketika siswa melihat guru sangat antusias membaca, mereka akan menangkap pesan bahwa membaca buku dapat memberikan kebahagiaan tersendiri,” ujarnya.
Wakil Kepala Sekolah TK Tadika Puri, Wendah Wulandari, menilai metode membaca nyaring sangat baik dan tepat diterapkan pada anak usia dini karena membantu memperkaya kemampuan bahasa anak. “Kegiatan tersebut membuat perbendaharaan kosakata anak semakin bertambah sekaligus membantu anak memahami pengucapan kata dengan lebih jelas,” ungkapnya.*** (Penulis: Laili/Fotografer: Shaka)

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen Instagram: instagram.com/ kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/ kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan:
ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen:
kemendikdasmen.go.id/pencarian/.
siaran-pers

Lampiran

Penulis: Laili

Editor: Denty Anugrahmawaty

Berita Terkait