Diterbitkan pada: 21/04/2026
Dili, Timor Leste, Kemendikdasmen — Antusiasme generasi muda Timor Leste dalam mempelajari bahasa Indonesia kembali terlihat pada pembukaan Program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) Tahun 2026. Kegiatan ini diselenggarakan di Pusat Budaya Indonesia di Dili dan diikuti oleh peserta secara luring dan daring. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin menyampaikan, “Program BIPA merupakan program strategis yang perlu terus mendapatkan perhatian dan pengembangan, mengingat perannya sebagai salah satu program prioritas pemerintah dalam penguatan bahasa Indonesia di ranah internasional. Selain itu, bahasa Indonesia saat ini makin menunjukkan eksistensinya di tingkat global, termasuk sebagai bahasa resmi Sidang Umum UNESCO dan baru-baru ini diakui sebagai bahasa resmi ke-57 dalam publikasi global di Vatican News.”
Program BIPA Tahun 2026 diikuti oleh 1.500 peserta belajar baru yang terdiri atas pemelajar setingkat SMP, SMA, perguruan tinggi, dan perwakilan instansi di Timor Leste. Para peserta tersebar di 10 distrik dengan pusat kegiatan di Kota Dili. Dari jumlah tersebut, sebanyak 250 peserta mengikuti pembelajaran secara tatap muka di Pusat Budaya Indonesia, Dili yang didukung oleh 18 pengajar BIPA.
Kegiatan pembukaan diikuti oleh 130 peserta secara luring yang terdiri atas pemelajar dan pengajar BIPA. Sementara itu, sebanyak 23 peserta mengikuti kegiatan secara daring melalui media Zoom, yang juga terdiri atas pemelajar dan pengajar BIPA yang tersebar di berbagai distrik di Timor Leste.
Kegiatan pembukaan dihadiri oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Dili, Tasrifin Tahara, serta dihadiri pula secara daring oleh Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Hafidz Muksin, dan Kepala Pusat Pemberdayaan Bahasa dan Sastra, Iwa Lukmana, beserta jajarannya. Hadir pula para pengajar BIPA yang tersebar di berbagai distrik di Timor Leste. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung penguatan program BIPA di tingkat internasional.
Sementara itu, Atdikbud Tasrifin Tahara menyebut peran penting program BIPA, “Program BIPA menjadi kebutuhan penting mengingat kedekatan kultural dan emosional antara Indonesia dan Timor Leste serta tingginya antusiasme generasi muda Timor Leste yang ingin melanjutkan pendidikan di Indonesia.”
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) KBRI Dili, Nugroho Yuwono Aribhimo. Nugroho menyampaikan apresiasi kepada Atdikbud serta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah atas dukungan dan komitmen dalam menjaga keberlangsungan program BIPA. Program ini dinilai memiliki peran strategis sebagai sarana diplomasi lunak melalui bidang pendidikan dan kebahasaan dalam mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan Timor Leste.
Melalui penyelenggaraan Program BIPA Tahun 2026, diharapkan kerja sama di bidang pendidikan dan kebudayaan antara Indonesia dan Timor Leste makin erat serta mendorong peningkatan minat generasi muda Timor Leste untuk melanjutkan pendidikan di Indonesia. (Atdikbud Dili / Editor: Stephanie, Denty)
Penulis: Kontributor BKHM
Editor: Denty Anugrahmawaty