Diterbikan pada: 22 Mei 2026
Tangerang, 22 Mei 2026 — Kemampuan bahasa asing kini bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan bekal penting bagi lulusan SMK untuk menghadapi dunia kerja yang semakin terbuka dan kompetitif. Oleh karena itu, sertifikasi bahasa asing dihadirkan sebagai “paspor global” agar murid SMK memiliki peluang lebih besar untuk bekerja, magang, maupun melanjutkan studi ke luar negeri. Pemerintah terus membuka peluang lebih luas bagi murid Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk menembus dunia kerja internasional. Melalui program Sertifikasi Bahasa Asing Murid SMK Tahun 2026, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berkomitmen menyiapkan generasi muda Indonesia yang lebih percaya diri dan kompetitif untuk bersaing di tingkat global. Program ini dijalankan melalui dua skema utama. Pertama, sertifikasi Bahasa Asing Non-Bahasa Inggris yang mencakup Bahasa Arab, Mandarin, Jepang, Korea, Jerman, dan Prancis. Program Sertifikasi Bahasa Asing – Non Bahasa Inggris Murid SMK Tahun 2026 telah memberikan akses dan menjangkau kepada lebih dari 120 SMK dengan sasaran lebih dari 13 ribu murid di berbagai daerah di Indonesia. Sementara itu, pada skema Bahasa Inggris melalui sertifikasi TOEIC, pemerintah menargetkan sekitar 170 ribu murid dari lebih dari 800 SMK di seluruh Indonesia. Guna mendukung pelaksanaan program, Kemendikdasmen menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis Bantuan Pemerintah Program Sertifikasi Bahasa Asing Murid SMK Tahun 2026 Tahap 2. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan bahwa SMK merupakan pilihan pendidikan yang sangat strategis bagi masa depan bangsa. Ia menyebut murid SMK memiliki potensi besar untuk menjadi bagian penting dalam pembangunan ekonomi Indonesia, termasuk di tingkat global. “Kami ingin lulusan SMK Indonesia memiliki kompetensi global dan mampu bersaing di dunia internasional. Mereka harus siap bekerja, berkarya, dan menunjukkan kualitas anak bangsa di mana pun berada,” kata Abdul Mu’ti. Lebih jauh, ia berharap lulusan SMK Indonesia tidak hanya hadir sebagai tenaga kerja, tetapi juga menjadi duta bangsa yang membawa nama baik Indonesia di berbagai sektor industri dunia. “Dengan kemampuan bahasa asing, anak-anak SMK akan lebih percaya diri membuka peluang baru. Mereka tidak hanya pergi ke luar negeri untuk bekerja, tetapi juga membawa semangat, keterampilan, dan kebanggaan sebagai anak Indonesia,” tuturnya. Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin, mengatakan bahwa dunia kerja saat ini tidak lagi hanya melihat ijazah, tetapi juga kemampuan berkomunikasi dan kesiapan beradaptasi di lingkungan global. “Bahasa menjadi jembatan masa depan. Karena itu, lulusan SMK harus percaya diri untuk bersaing, tidak hanya di tingkat lokal tetapi juga internasional,” ujarnya. Menurut Tatang, pemerintah ingin memastikan lulusan SMK benar-benar siap menghadapi tantangan dunia kerja modern. Tidak hanya memiliki keterampilan teknis sesuai bidangnya, tetapi juga dibekali kemampuan bahasa asing dan soft skill yang kuat. Bimbingan teknis yang digelar ini juga menjadi ruang untuk menyamakan visi seluruh sekolah penerima bantuan agar program berjalan tepat sasaran, profesional, dan memberi dampak nyata bagi murid. Melalui perluasan program ini, pemerintah berharap semakin banyak lulusan SMK yang memiliki keberanian bermimpi lebih besar, siap menghadapi tantangan global, dan mampu mengambil peran penting dalam kemajuan Indonesia di masa depan.*** (Penulis: Tim Dit. SMK, Denty/Dokumentasi: Tim Dit. SMK) Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat Laman: kemendikdasmen.go.id
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers
#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah
Sumber: Siaran Pers Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor: 408/sipers/A6/V/2026
Penulis: Kontributor BKHM
Editor: Denty Anugrahmawaty
Pendidikan Vokasi
Guru Sekolah Kejuruan
Sekolah Kejuruan
Ruang Murid
Ruang Sekolah
Ruang Mitra
Ruang Publik
Ruang Bahasa
Vokasi
Murid Kejuruan
Penguatan Pendidikan Unggul, Literasi, Numerasi dan Sains Teknologi