Diterbikan pada: 22 Mei 2026
Jakarta, 22 Mei 2026 - Di sebuah desa di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, suara anak-anak yang membaca dan bercerita kini mulai terdengar lebih ramai dari sebelumnya. Di tengah keterbatasan akses buku dan fasilitas belajar, sebuah ruang sederhana bernama Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Lasan Baca perlahan menjadi tempat tumbuhnya harapan baru bagi anak-anak di desa. Di tempat itu, belajar tidak selalu dilakukan dengan cara yang kaku. Anak-anak diajak bermain, mendengar cerita, tertawa bersama, lalu perlahan belajar mengenal huruf, membaca, dan memahami dunia di sekitar mereka. Bagi para relawan, yang terpenting bukan hanya membuat anak-anak bisa membaca, tetapi juga membantu mereka tumbuh dengan rasa percaya diri dan keyakinan bahwa mereka memiliki masa depan yang layak diperjuangkan. Kisah tersebut dibagikan dalam gelar wicara bertajuk “Cerita dari Perbatasan: Praktik Baik Partisipasi Semesta dalam Pembangunan Literasi di Malinau, Kalimantan Utara”. Adalah Zsazsa Suharningtyas, pegiat literasi sekaligus guru di SMPN 3 Malinau Selatan Hilir, yang selama ini mendampingi anak-anak di wilayah terpencil tersebut. Zsazsa bercerita, TBM Lasan Baca yang berdiri pada 2024 lahir dari kegelisahan sederhana. Ia dan rekan-rekannya masih menemukan anak-anak sekolah dasar, bahkan siswa SMP, yang belum mampu membaca dengan lancar. “Kami menemukan masih ada murid kelas tiga SD bahkan SMP yang belum bisa membaca. Itu yang menjadi motivasi kami bergerak,” ujarnya dalam acara yang berlangsung di Jakarta, Kamis (21/5). Berangkat dari kondisi tersebut, mereka mencoba menghadirkan cara belajar yang lebih dekat dengan dunia anak-anak. Di tengah keterbatasan fasilitas dan minimnya akses buku, TBM Lasan Baca tetap menjalankan berbagai kegiatan kreatif dengan pendekatan bermain dan bercerita. “Kami mengubah konsep belajar menjadi belajar sambil bermain dan bercerita agar anak-anak merasa senang,” kata Zsazsa. Ia juga mengungkapkan bahwa bantuan buku bacaan bermutu dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) melalui Perpustakaan Nasional Republik Indonesia sangat membantu proses pendampingan literasi di desa. Menurutnya, buku-buku tersebut terasa dekat dengan kehidupan anak-anak sehingga membuat mereka lebih antusias membaca. “Cerita-ceritanya dekat dengan kehidupan lokal dan sangat disukai anak-anak,” tuturnya. Perlahan, perubahan mulai terlihat. Zsazsa mengungkapkan bahwa salah satu anak binaannya yang sebelumnya selalu berada di peringkat terbawah di kelas karena belum mampu membaca dengan baik. Kini, anak tersebut berhasil masuk dalam 10 besar terbaik di sekolah dengan kemampuan literasi dan numerasi yang meningkat pesat. “Puji Tuhan, sekarang anak tersebut bisa masuk dalam peringkat 10 besar terbaik,” katanya penuh haru. Saat ini, TBM Lasan Baca memiliki 65 anak aktif dan didukung oleh 12 relawan yang bekerja secara sukarela. Meski berada di daerah dengan berbagai keterbatasan, semangat mereka tetap sama yakni melayani dengan hati dan menghadirkan perubahan meski sekecil apa pun bagi anak-anak di desa. “Prinsip kami adalah melayani dengan hati untuk mengubah keadaan di desa. Kami percaya, meski dari daerah terpencil, kami tetap bisa ikut berperan membangun Indonesia yang lebih baik,” ujar Zsazsa. Gelar wicara ini turut menghadirkan Kepala Desa Kuala Lapang, Kecamatan Malinau Barat, serta Ketua Ikatan Keluarga Baca Malinau (IKBM). Peserta yang hadir berasal dari berbagai komunitas literasi, komunitas sastra, MGMP guru Bahasa Indonesia, mahasiswa, mitra pembangunan INOVASI, hingga perwakilan Kedutaan Besar Australia untuk Indonesia. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Badan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Program INOVASI sebagai bagian dari upaya memperkuat Gerakan Literasi Nasional dan mendukung visi Pendidikan Bermutu untuk Semua. Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, berharap kisah dari Malinau dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk membangun budaya literasi melalui kolaborasi dan kepedulian bersama.*** (Penulis: Ririn, Denty/Dokumentasi: Tim Badan Bahasa) Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat Laman: kemendikdasmen.go.id
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers
#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah
Sumber: Siaran Pers Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor: 412/sipers/A6/V/2026
Penulis: Ririn Ramandani
Editor: Denty Anugrahmawaty
PaudDikdasmen
Badan Bahasa
Ruang Pemerintah
Ruang Mitra
Ruang Publik
Ruang Bahasa
Murid Dikdasmen
Sastrawan
Pegiat Literasi
Pembangunan Bahasa dan Sastra