Diterbikan pada: 14 Februari 2026
Kota Singaraja, Bali, 14 Februari 2026 - Pembangunan dan perbaikan sarana prasarana sekolah yang lebih baik tidak lagi dipandang sebagai tujuan akhir, melainkan sebagai pintu masuk untuk memperbaiki kualitas pembelajaran. Hal inilah yang ditekankan dalam peresmian Program Revitalisasi Satuan Pendidikan di Kabupaten Buleleng, yang menggabungkan penguatan sarana fisik dengan pembaruan pendekatan belajar. Ungkapan syukur datang dari salah satu penerima manfaat program Revitalisasi Satuan Pendidikan di Kabupaten Buleleng yakni Kepala Sekolah dari SMKN 3 Singaraja, Nyoman Nilon. Ia turut menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan pemerintah dalam peningkatan sarana pendidikan. “Saya perwakilan dari Kepala Sekolah Penerima Bantuan Revitalisasi Tahun 2025 menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bapak Abdul Mu’ti atas dukungannya dalam peningkatan sarana prasarana pendidikan di Kabupaten Buleleng,” ujarnya. Nyoman Nilon menjelaskan bahwa sebanyak 64 sekolah dari jenjang PAUD hingga SMK di Kabupaten Buleleng telah menerima bantuan revitalisasi dengan total nilai mencapai Rp90.752.105.402. “Ini merupakan investasi besar bagi masa depan generasi muda Buleleng dan Indonesia,” katanya. Khusus di SMKN 3 Singaraja, bantuan revitalisasi tahun 2025 meliputi pembangunan enam ruang kelas baru, ruang praktik siswa teknik sepeda motor beserta peralatannya, serta lima unit toilet dengan total 30 pintu. “Di tahun 2026 ini ada momen yang kedua, gedung sekolah kami diresmikan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Bapak Abdul Mu'ti, di mana di tahun 1986 diresmikan oleh Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bapak Fuad Hasan,” ucap Nyoman Nilon. Tak hanya Nyoman Nilon, apresiasi juga disampaikan oleh Kepala SMPN 1 Busungbiu, I Komang Agus Adi Wiryawan, juga menyampaikan bahwa program revitalisasi membawa dampak langsung terhadap peningkatan kualitas pembelajaran di sekolahnya, khususnya pada penguatan fasilitas teknologi informasi dan komunikasi (TIK). “Revitalisasi yang didapat berupa pembangunan ruang laboratorium TIK yang baru. Program revitalisasi ini telah memberi dampak yang sangat positif, membantu proses pembelajaran di sekolah kami menjadi lebih lancar, kemudian praktik pembelajaran TIK juga menjadi semakin terfasilitasi,” ungkap Adi. Ia turut menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas dukungan yang diberikan. “Terima kasih untuk pemerintah, Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto, serta Bapak Menteri Abdul Mu'ti. Terima kasih,” ujarnya. Sinergisitas Seluruh Pemangku Kepentingan Optimalkan Tujuan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Kolaborasi kerja pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan satuan pendidikan yang terus terjalin mendukung setiap ruang kelas mampu menjadi ruang tumbuh kembang anak yang menyenangkan. Dengan demikian, pendidikan benar-benar menjadi fondasi utama dalam mewujudkan sumber daya manusia Indonesia yang unggul, berdaya saing, berkarakter, serta berkeadilan. Sejalan dengan itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, menyampaikan bahwa pembangunan fisik sekolah harus diimbangi dengan penguatan kualitas pembelajaran. Ia mengibaratkan sekolah seperti sebuah rumah yang tidak hanya membutuhkan tampilan luar, tetapi juga kualitas di dalamnya. “Pembangunan sarana prasarana itu kalau kita ibaratkan rumah adalah bagian dari eksterior dari rumah itu. Tentu bangunan eksterior itu penting, tetapi yang tidak kalah pentingnya adalah bangunan interiornya,” ujar Menteri Mu’ti. Selain itu, Menteri Mu'ti juga menekankan pentingnya perawatan sarana fisik sekolah. “Tentu saja sarana dan prasarana yang semakin lengkap. Mudah-mudahan Bapak Ibu sekalian, sekolah kita ini menjadi sekolah yang asri, sekolah yang bersih. Karena Bapak Presiden berkali-kali menyampaikan tidak boleh ada sekolah yang bangunannya reyot, yang atapnya mengkhawatirkan, yang toiletnya bau,” ucapnya di hadapan penerima Revitalisasi Satuan Pendidikan di Kota Singaraja, pada Jumat (13/2). Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap dunia pendidikan di daerah. “Atas nama pemerintah Kabupaten Buleleng dan seluruh masyarakat Kabupaten Buleleng, kami mengucapkan selamat datang di Buleleng, di Kota Singaraja yang terkenal dengan Kota Pendidikan. Kehadiran Bapak Menteri di sini bukan sekadar kunjungan kerja, melainkan sebuah suntikan semangat yang luar biasa bagi kami semua,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa revitalisasi sekolah bukan hanya pembangunan fisik semata, tetapi juga penguatan ekosistem pembelajaran. “Hari ini adalah tanggal yang bersejarah bagi kami semua karena hari ini Bapak Menteri hadir untuk meresmikan dan menandatangani prasasti revitalisasi sekolah yang bukan sekadar seremonial sebagai pertolongan fisik semata, tetapi juga sebagai dinding yang memperkokoh dan memperkuat setiap ruang kelas,” tuturnya.*** (Penulis: Ririn/Editor: Denty A., Seno H./Fotografer: Rayhan) Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Menurutnya, sebelum adanya revitalisasi, laboratorium TIK di sekolahnya masih memanfaatkan ruang kelas. “Sebelumnya kami memang memiliki laboratorium TIK hanya saja merupakan ruang kelas yang digunakan sebagai laboratorium. Sekarang dengan adanya laboratorium TIK yang baru tentu lebih representatif, kemudian juga ruang kelas kami bisa termanfaatkan dengan lebih optimal,” pungkas Adi.
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers
#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah
Sumber: Siaran Pers Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor: 128/sipers/A6/II/2026
Penulis: Rayhan Parady
Editor: Denty Anugrahmawaty
PaudDikdasmen
Dinas Pendidikan
GTK
Guru Dikdasmen
Sekolah Dikdasmen
Murid Dikdasmen
Mitra Dikdasmen
Wajib Belajar 13 Tahun dan Pemerataan Kesempatan Pendidikan
Penguatan Pendidikan Unggul, Literasi, Numerasi dan Sains Teknologi
Pemenuhan dan Perbaikan Sarana dan Prasarana Pendidikan