Diterbikan pada: 14 Februari 2026
Jakarta, 14 Februari 2026 — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), berkomitmen memastikan pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP)/Papan Digital Interaktif (PID) terserap secara maksimal. Melalui Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin), Kemendikdasmen menyelenggarakan Webinar Rilis Pelatihan Mandiri Topik “Pemanfaatan Papan Interaktif Digital dalam Pembelajaran.” Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya percepatan transformasi digital pendidikan melalui optimalisasi PID yang telah didistribusikan ke satuan pendidikan. Melalui Pelatihan Mandiri di Ruang GTK Rumah Pendidikan, guru didorong untuk memanfaatkan PID bukan sekadar sebagai perangkat teknologi, tetapi sebagai alat pedagogi yang mampu menghadirkan pembelajaran interaktif, kolaboratif, dan berpusat pada murid. Melalui pelatihan ini, guru dapat mengakses materi secara fleksibel melalui Ruang GTK Rumah Pendidikan menggunakan akun belajar.id. Materi pelatihan mencakup pengenalan fitur PID, strategi pedagogis interaktif, hingga praktik implementasi di kelas. Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus, Tatang Muttaqin, menegaskan pentingnya relevansi teknologi dengan kebutuhan masa depan. “Papan Interaktif Digital harus menjadi jembatan transformasi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan masa depan dan dunia kerja,” ujarnya dalam webinar yang disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube KEMDIKDASMEN dan diikuti oleh guru, kepala sekolah, pengawas, serta tenaga kependidikan dari seluruh Indonesia. Direktur Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru, Nunuk Suryani, menekankan bahwa transformasi digital bertumpu pada kesiapan dan kemauan guru untuk terus belajar. “Transformasi pendidikan berawal dari guru yang adaptif dan terus belajar. Teknologi akan berdampak ketika dimanfaatkan untuk menghadirkan pembelajaran yang berpusat pada murid,” ungkapnya. Pelatihan Mandiri ini tidak memberikan sertifikat. Setelah menyelesaikan seluruh modul pembelajaran, peserta akan memperoleh Surat Keterangan Telah Menyelesaikan Topik Pelatihan sebagai bukti partisipasi dan penyelesaian program. Pelatihan ini dirancang dengan fokus utama pada penguatan kompetensi guru, pendalaman pemahaman praktik pemanfaatan PID, serta langkah-langkah konkret yang dapat dilakukan untuk menghadirkan dampak nyata di kelas. Lebih dari sekadar bukti administratif, pelatihan ini menekankan perubahan cara berpikir dan praktik mengajar yang berdampak langsung pada pembelajaran murid. Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Gogot Suharwoto, menyoroti pentingnya implementasi nyata di ruang kelas. “Perangkat sudah tersedia, konten sudah disiapkan, dan pelatihan sudah dibuka. Kini kuncinya adalah bagaimana guru memanfaatkannya untuk memperkuat kualitas pembelajaran di kelas,” tegasnya. Menambahkan, Direktur Guru Pendidikan Dasar, Rachmadi Widdiharto, menyampaikan bahwa pelatihan harus diikuti praktik dan refleksi berkelanjutan. “Pelatihan harus diikuti praktik dan refleksi berkelanjutan agar pemanfaatan teknologi benar-benar berdampak pada peningkatan mutu pembelajaran,” jelasnya. Pada kesempatan yang sama, Direktur Sekolah Menengah Kejuruan, Arie Wibowo Khurniawan, menegaskan relevansi PID dalam pembelajaran vokasi. “Di SMK, Papan Interaktif Digital memungkinkan simulasi industri dan presentasi proyek berbasis dunia kerja, sehingga pembelajaran menjadi lebih autentik dan efisien,” tuturnya. Pusdatin Kemendikdasmen berkomitmen untuk terus memperkuat literasi digital dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan guna memastikan transformasi pembelajaran digital berjalan inklusif, merata, dan berdampak nyata bagi peningkatan mutu pendidikan Indonesia. Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Kemendikdasmen, Yudhistira Nugraha, yang juga bertindak sebagai moderator dalam webinar tersebut, menekankan bahwa digitalisasi pembelajaran harus dibangun sebagai sebuah ekosistem yang utuh. “Digitalisasi Pembelajaran bukan sekadar menghadirkan perangkat, tetapi membangun ekosistem yang mencakup teknologi, konten, dan kompetensi guru secara berkelanjutan,” ujarnya.*** (Penulis: Tim Pusdatin/Editor: Denty A., Seno H./Dokumentasi: Tim BKHM)
Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers
#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah
Sumber: Siaran Pers Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor: 131/sipers/A6/II/2026
Penulis: Kontributor BKHM
Editor: Denty Anugrahmawaty
PaudDikdasmen
Pendidikan Vokasi
Sekolah Kejuruan
Dinas Pendidikan
Ruang GTK
Ruang Mitra
GTK
Vokasi
Sekolah PAUD
Sekolah Dikdasmen
Pegiat Literasi
Penguatan Pendidikan Karakter
Penguatan Pendidikan Unggul, Literasi, Numerasi dan Sains Teknologi