Diterbikan pada: 14 Februari 2026
Gowa, Sulawesi Selatan, 14 Februari 2026 — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, memberikan motivasi dan penguatan karakter kepada ratusan siswa SMK Negeri 5 Gowa dalam lawatannya ke Sulawesi Selatan. Dalam suasana penuh semangat melalui kegiatan Pagi Ceria, Mendikdasmen mengajak para peserta didik untuk terus belajar, optimistis, serta mengembangkan potensi diri sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan. Laman: kemendikdasmen.go.id #PendidikanBermutuuntukSemua
Kegiatan yang diikuti seluruh warga sekolah tersebut diawali dengan rangkaian menyanyikan lagu Indonesia Raya, doa bersama, dan Senam Anak Indonesia Hebat. Program Pagi Ceria merupakan salah satu inisiatif Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk membangun kebiasaan positif dengan memulai hari secara ceria, sehat, dan penuh semangat sebelum kegiatan pembelajaran dimulai. Program ini juga menjadi bagian dari upaya penguatan karakter peserta didik melalui pembiasaan yang konsisten.
Dalam arahannya, Mendikdasmen menegaskan bahwa setiap anak memiliki potensi, bakat, dan kemampuan yang unik. Potensi tersebut, menurutnya, akan berkembang menjadi keunggulan apabila diasah dengan kesungguhan dan kerja keras. Ia mengingatkan bahwa kehebatan tidak selalu diukur dari capaian akademik semata, melainkan dari kemampuan setiap individu menemukan dan mengembangkan dirinya.
“Anak-anakku sekalian, kalian semua akan bisa menjadi anak-anak yang hebat. Kalian semua punya potensi, kemampuan, dan bakat. Bakat itu akan menjadi hebat kalau kalian bersungguh-sungguh mewujudkannya,” ujar Mendikdasmen di Gowa, Sabtu (14/2).
Lebih lanjut, ia menyampaikan tiga pesan utama sebagai kunci keberhasilan siswa dalam meraih cita-cita. Pertama, mengenali diri sendiri. Ia menekankan bahwa langkah awal untuk menjadi pribadi yang unggul adalah memahami potensi, minat, dan arah pengembangan diri. “Langkah pertama untuk menjadi anak yang hebat adalah kenali dirimu. Andalah yang paling tahu kemampuan seperti apa yang kalian miliki,” pesannya.
Kedua, membangun rasa percaya diri. Setiap siswa, menurutnya, memiliki peluang untuk unggul sesuai dengan bakatnya masing-masing. Kepercayaan diri menjadi fondasi agar potensi yang dimiliki dapat berkembang secara optimal. Ketiga, disiplin diri (self-discipline). Ia menegaskan bahwa kesuksesan tidak terlepas dari kebiasaan baik yang dilakukan secara konsisten tanpa harus menunggu arahan dari orang lain. Disiplin dalam mengatur waktu, membedakan hal yang bermanfaat dan tidak bermanfaat, serta bertanggung jawab atas pilihan diri merupakan bagian penting dari proses menuju keberhasilan.
“Mereka yang sukses adalah mereka yang menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya dan efektif. Ada waktu untuk belajar, bermain, dan beristirahat. Kalian sendiri yang mengatur. You are the manager of your own,” tegasnya.
Dalam konteks perkembangan teknologi yang semakin pesat, Mendikdasmen juga mengingatkan bahwa perubahan akan terus terjadi. Sejumlah pekerjaan mungkin hilang karena transformasi digital, namun pada saat yang sama banyak peluang baru tercipta. Oleh karena itu, siswa didorong untuk adaptif, tidak takut mencoba hal baru, dan tidak takut melakukan kesalahan dalam proses belajar.
Selain penguasaan kompetensi teknis, ia menekankan pentingnya penguatan soft skills seperti kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi, bekerja sama, serta beradaptasi dengan lingkungan yang beragam. Menurutnya, keberhasilan seseorang juga ditentukan oleh kemampuan menjalin relasi sosial dan bekerja dalam tim.
“Tidak ada satupun ilmu yang tidak berguna dan tidak ada keterampilan yang tidak bermanfaat. Jika kalian memiliki soft skills yang baik, di manapun berada kalian akan mampu bekerja dengan baik sebagai seorang profesional,” pungkas Mendikdasmen.
Pada kesempatan yang sama, Kepala SMK Negeri 5 Gowa, Muhammad Ilyas, menyampaikan bahwa Program Pagi Ceria di sekolahnya dilaksanakan secara rutin setiap hari Rabu pukul 07.15 WITA. Ia menjelaskan bahwa program tersebut membawa dampak positif, khususnya dalam meningkatkan kedisiplinan waktu dan membangun motivasi siswa untuk datang lebih awal ke sekolah.
Ia mengungkapkan bahwa pelaksanaan Pagi Ceria bersama Mendikdasmen memberikan pengalaman yang berkesan bagi para siswa. “Siswa sangat antusias terhadap kunjungan Pak Menteri karena mereka dapat bertemu langsung dan diajak berdialog. Ini menjadi motivasi tersendiri bagi mereka,” ujarnya.
Melalui kunjungan ini, Kemendikdasmen menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada penguatan karakter dan kompetensi abad ke-21. Diharapkan, para siswa SMK Negeri 5 Gowa dan seluruh peserta didik di Indonesia dapat tumbuh menjadi generasi yang percaya diri, disiplin, adaptif, serta siap menghadapi masa depan dengan optimisme.*** (Penulis: Stephanie/Editor: Denty A., Seno H./Fotografer: Destian)
Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemdikdasmen.go.id/main/blog/category/siaran-pers
#KemendikdasmenRamah
Sumber: Siaran Pers Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor: 132/sipers/A6/II/2026
Penulis: Stephanie Westiana
Editor: Denty Anugrahmawaty
PaudDikdasmen
Sekolah Kejuruan
Dinas Pendidikan
Ruang Murid
Guru Dikdasmen
Sekolah PAUD
Sekolah Dikdasmen
Murid Dikdasmen
Penguatan Pendidikan Karakter