pendidikan_untuk semua Ramah rumah_pendidikan
Temukan informasi tentang Kemendikdasmen, struktur organisasi, dan regulasi
Informasi Profil Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Informasi Publik Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Temukan kabar, siaran pers, pengumuman, dan dokumentasi resmi dari Kemendikdasmen
Informasi Umum
Beranda
Button Icon
Button Icon
PPID
Button Icon Beranda
Button Icon Profil
Temukan informasi tentang Kemendikdasmen, struktur organisasi, dan regulasi
Button Icon
Button Icon
Button Icon
Button Icon PPID
Sekolah Rakyat Hadir Memutus Rantai Kemiskinan melalui Pendidikan

Diterbitkan pada: 08/05/2026

Bagikan:

Gambar Siaran Pers

Jakarta, 8 Mei 2026 – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Kementerian Sosial dan Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PMK) menyelenggarakan forum refleksi satu tahun pelaksanaan Sekolah Rakyat pada Rabu (29/4) di Kemenko PMK, Jakarta. Sekolah Rakyat adalah program pendidikan berasrama gratis dan bermutu bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto.

Hingga April 2026, Sekolah Rakyat telah menjangkau hampir 15.000 siswa di 166 lokasi yang tersebar di 36 provinsi dengan melibatkan lebih dari 2.500 tenaga pendidik dan kependidikan berstandar nasional. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperluas akses pendidikan sekaligus memperkuat intervensi sosial bagi kelompok rentan.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq, menegaskan bahwa Sekolah Rakyat bukan sekadar program perluasan akses pendidikan, melainkan intervensi jangka panjang negara untuk memutus transmisi kemiskinan lintas generasi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), masih terdapat jutaan anak usia sekolah di Indonesia yang belum mengakses pendidikan secara optimal dan menjadi prioritas utama program ini.

“Cara paling efektif untuk memutus rantai kemiskinan adalah melalui pendidikan. Sekolah Rakyat merupakan investasi jangka panjang yang strategis. Dampaknya mungkin tidak instan, tetapi akan membentuk perubahan yang bersifat mendasar dan berkelanjutan,” ujar Wamen Fajar dalam forum refleksi di Jakarta, Selasa (29/4).

Dalam pelaksanaannya, Sekolah Rakyat mengembangkan pendekatan pembelajaran yang adaptif dan inklusif. Salah satu inovasi yang diterapkan adalah sistem multi-entry, multi-exit, yang memungkinkan siswa masuk dan menyelesaikan pendidikan sesuai dengan kesiapan dan capaian belajarnya, tanpa menjadikan tes akademik sebagai satu-satunya prasyarat. Pendekatan ini memberi ruang bagi anak-anak dengan latar belakang belajar yang sangat beragam.

Di lapangan, Sekolah Rakyat menghadapi spektrum kemampuan siswa yang luas, mulai dari siswa dengan kemampuan akademik tinggi hingga siswa yang masih membutuhkan penguatan literasi dasar. Untuk itu, kurikulum dirancang fleksibel dengan dukungan layanan pendampingan, termasuk intervensi sosial dan psikologis bagi siswa yang membutuhkan.


Standar Guru dan Pendekatan Terpadu Pengentasan Kemiskinan
Untuk menjamin kualitas pembelajaran, Kemendikdasmen menetapkan standar rekrutmen guru Sekolah Rakyat yang lebih komprehensif. Selain memenuhi kualifikasi akademik, Pendidikan Profesi Guru (PPG), dan sertifikasi sesuai ketentuan, guru juga dibekali kompetensi tambahan seperti kemampuan konseling, penguatan karakter, serta kesiapan mendampingi siswa dalam lingkungan asrama.

“Guru di Sekolah Rakyat tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pendamping utama bagi siswa. Kedekatan dan kualitas interaksi menjadi fondasi penting dalam proses pembelajaran dan pembentukan karakter,” jelasnya.

Sekolah Rakyat merupakan bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Penghapusan Kemiskinan Ekstrem. Dengan pendekatan yang terintegrasi Sekolah Rakyat menyediakan pendidikan berasrama secara gratis bagi anak, pemerintah juga mendorong pemberdayaan keluarga melalui berbagai program sosial dan ekonomi, termasuk Program Keluarga Harapan (PKH) dan penguatan ekonomi berbasis komunitas.

Data menunjukkan tantangan sosial ekonomi yang dihadapi peserta didik cukup signifikan, dengan sebagian besar berasal dari keluarga berpenghasilan rendah dan rentan. Kondisi ini menegaskan pentingnya intervensi yang tidak hanya berfokus pada pendidikan, tetapi juga pada penguatan keluarga secara menyeluruh.

“Sekolah Rakyat menjadi bagian dari upaya terpadu pengentasan kemiskinan. Anak mendapatkan akses pendidikan yang layak, sementara keluarga didorong untuk semakin mandiri secara ekonomi,” ujar Menteri Sosial, Saifullah Yusuf.

Perluasan Akses dan Keberlanjutan Lulusan
Pada tahap berikutnya, pemerintah menyiapkan perluasan Sekolah Rakyat melalui penambahan 104 lokasi baru. Pengembangan ini dirancang untuk meningkatkan daya tampung secara bertahap, dengan memanfaatkan berbagai aset pemerintah yang belum optimal, termasuk gedung yang direvitalisasi menjadi fasilitas pendidikan berasrama yang layak dan modern.

Sebanyak 93 gedung permanen saat ini dalam proses pembangunan, dengan target sebagian besar dapat dimanfaatkan pada tahun ajaran baru 2026/2027. Presiden menargetkan pemerataan akses Sekolah Rakyat di seluruh kabupaten/kota pada tahun 2029.

Untuk memastikan keberlanjutan dampak, pemerintah menyiapkan jalur transisi bagi lulusan Sekolah Rakyat, baik ke jenjang pendidikan tinggi maupun ke dunia kerja. Sejumlah perguruan tinggi telah menjalin komunikasi untuk mendukung skema penerimaan afirmatif, sementara koneksi dengan dunia industri diperkuat melalui pemetaan bakat dan kebutuhan tenaga kerja.

Selain itu, Sekolah Rakyat juga mengedepankan penguatan karakter menjadi bagian integral dalam keseharian siswa. Nilai-nilai Pancasila diinternalisasikan melalui pembiasaan di lingkungan asrama, selaras dengan penguatan karakter melalui 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH) yang menekankan praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kolaborasi lintas kementerian dan pemangku kepentingan, Sekolah Rakyat terus diperkuat sebagai program prioritas nasional. Kemendikdasmen berkomitmen memastikan setiap anak memperoleh layanan pendidikan yang bermutu, berkarakter, dan berkelanjutan, sehingga mampu tumbuh menjadi generasi yang mandiri dan berdaya saing, sekaligus memutus rantai kemiskinan secara antargenerasi.*** (Penulis: Uly/Fotografer: Morecka)


Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah


Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Penulis: Uly

Editor: Denty Anugrahmawaty

Berita Terkait