pendidikan_untuk semua Ramah rumah_pendidikan
Temukan informasi tentang Kemendikdasmen, struktur organisasi, dan regulasi
Informasi Profil Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Informasi Publik Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Temukan kabar, siaran pers, pengumuman, dan dokumentasi resmi dari Kemendikdasmen
Informasi Umum
Beranda
Button Icon
Button Icon
PPID
Button Icon Beranda
Button Icon Profil
Temukan informasi tentang Kemendikdasmen, struktur organisasi, dan regulasi
Button Icon
Button Icon
Button Icon
Button Icon PPID
MBG dan IFP Dorong Penerapan Pembelajaran Interaktif dan 7 KAIH di Jakarta Selatan

Diterbitkan pada: 30/04/2026

Bagikan:

Gambar Siaran Pers

Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, 30 April 2026 –– Penggunaan interactive flat panel (IFP) serta implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) semakin mendorong penerapan pembelajaran interaktif dan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH) di sekolah. Hal ini terlihat dalam pantauan Dharma Wanita Persatuan (DWP) dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di SD Negeri Gandaria Utara 03 dan SMP Negeri 240 Jakarta, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Rabu (29/4). Acara ini turut dihadiri oleh Ketua DWP Kemendikdasmen, Marlinah Hafidz Muksin; serta Kepala Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) Jakarta, Guritno Wahyu Winajarko.

Plt. Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Kota Administrasi Jakarta Selatan, Sarwoko, menyampaikan bahwa kehadiran DWP menjadi suntikan semangat bagi daerah. “Kehadiran ibu menteri dan akil menteri menjadi motivasi sekaligus semangat bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan, serta memastikan program-program pemerintah berjalan dengan optimal,” ujarnya.
 
Saat memberikan sambutan pada Seminar Edukasi Gizi untuk Anak, Penasehat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemendikdasmen, Masmidah Abdul Mu’ti, menekankan pentingnya variasi makanan agar anak-anak tidak cepat bosan. “Bagus, ada komunikasi komunikasi antara sekolah dengan SPPG. Jadi, makanan yang diberikan bisa (lebih) bervariasi. Selain, tentu gizinya dihitung oleh ahli gizi yang mumpuni,” pesannya.


Senada dengan itu, Ketua DWP Sub-unit Ditjen PAUD, Dikdas, dan PNFI, Brotojoyo Ratnawati Gogot Suharwoto, mengungkapkan tantangan saat melihat beberapa siswa yang masih menggeleng untuk memakan sayur. “Di masa sekarang, untuk makan sehat itu tantangannya berat. Selain iklan (makanan) begitu menggoda, gaya hidup kita juga sudah berubah,” ungkapnya.
 
Di sisi lain, siswi kelas 4 SD Negeri Gandaria Utara 03, Cia dan Tiara, mengaku sangat terbantu dengan adanya MBG. “Senang, selain mengurangi uang jajan, rasanya juga enak. Terima kasih Pak Prabowo dan menteri-menterinya. Semoga kami bisa menjadi penerus kalian di masa depan,” ucap mereka.
 
Mengenai penerapan IFP, siswa-siswi SMP Negeri 240 Jakarta, Anadina Salma dan Farhan Al-Farizi, mengaku menjadi lebih mudah memahami materi pembelajaran. “IFP sangat membantu. Sebelum ada IFP, terkadang kami bingung (dalam) memahami materi pembelajaran. Tetapi, (sekarang) belajar jadi lebih mudah dan cepat, lebih seru juga,” tutur mereka.

 
Guru IPA dan Informatika SMP Negeri 240 Jakarta, Ulfa Niswatul Awaliyah, menjelaskan bahwa teknologi tersebut telah digunakan secara terjadwal oleh para guru dalam pembelajaran. “IFP (di sini) tidak pernah tidak terpakai, bahkan terkadang sampai rebutan. (Karena) hanya dengan satu papan layar, kami sudah bisa melaksanakan pembelajaran interaktif,” jelasnya.
 
Ia menambahkan, bahwa sejak kehadiran IFP siswa kini lebih berani dan semangat untuk mencoba simulasi langsung di depan kelas. Ulfa berharap, penerapan IFP disertai dengan pelatihan bagi guru untuk membuat konten IFP tersebut. “Harapan kami jumlahnya ditambah biar dapat menunjang setiap kelas. Guru-guru juga semoga bisa diberikan pelatihan membuat konten, sehingga di dalam IFP terdapat konten karya guru itu sendiri,” pungkasnya. (Penulis: Fairuz Zain/Editor: Denty A.)

 

Editor: Denty Anugrahmawaty

Berita Terkait