Diterbitkan pada: 13/01/2026
Pandaan, Jawa Timur, 13 Januari 2026 — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat keterkaitan pendidikan vokasi dengan dunia kerja melalui pengembangan Teaching Factory (TEFA). Hal ini disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, saat meresmikan TEFA Mutu Ayu Beauty and Spa yang dikelola oleh SMK Muhammadiyah 1 Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Minggu (11/1). Usai peresmian, Wamendikdasmen meninjau langsung berbagai fasilitas layanan kecantikan dan spa yang menjadi sarana praktik siswa. TEFA Mutu Ayu Beauty and Spa merupakan unit pembelajaran dan produksi yang dikembangkan pada Program Keahlian Spa and Beauty Therapy. Unit ini awalnya beroperasi sejak akhir 2023 dengan layanan facial manual, body massage, manicure, dan make up, serta terus dikembangkan sebagai sarana pembelajaran berbasis industri yang memberikan pengalaman kerja nyata bagi peserta didik. Dalam sambutannya, Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq menegaskan bahwa TEFA merupakan salah satu terobosan penting untuk memastikan lulusan SMK benar-benar siap memasuki dunia kerja. “Anak-anak SMK tidak cukup hanya siap dilatih setelah lulus, tetapi harus siap bekerja. Melalui Teaching Factory, proses pembelajaran sejak di sekolah sudah dibuat sedekat mungkin dengan dunia industri sehingga ketika lulus mereka betul-betul siap,” ujar Fajar. Ia menambahkan bahwa bidang spa, kecantikan, dan hospitality merupakan jenis pekerjaan yang akan tetap dibutuhkan di masa depan, karena berkaitan langsung dengan layanan berbasis sentuhan, emosi, dan relasi antarmanusia. Wamendikdasmen juga menekankan pentingnya penguatan soft skills dan kemampuan beradaptasi di tengah perubahan dunia kerja yang semakin cepat akibat otomasi dan kecerdasan buatan. Menurutnya, sekolah perlu menyiapkan peserta didik agar memiliki kemauan belajar berkelanjutan, fleksibel terhadap perubahan, dan mampu mengembangkan keterampilan baru sepanjang hayat. Pada kesempatan yang sama, Guru SMK Muhammadiyah 1 Pandaan, Nadia Maghfirah, menyampaikan bahwa pengembangan TEFA Mutu Ayu didukung oleh kolaborasi dengan industri serta peningkatan sarana dan teknologi. “Saat ini Mutu Ayu menyediakan layanan facial teknologi, body treatment, body spa, hair treatment, manicure, pedicure, reflexology, dan nail art. Menurutnya, dukungan industri mitra seperti Martha Tilaar, Dewave, dan SR12 Skincare sangat membantu peningkatan kualitas pembelajaran dan layanan. Ia menjelaskan bahwa berbagai upaya dilakukan untuk memperkuat implementasi TEFA, mulai dari penyelarasan kurikulum dengan dunia kerja, kehadiran guru tamu dari industri, magang guru, hingga workshop tentang uji kompetensi, pemasaran, branding, dan pembuatan produk. Sementara itu, Febriana, siswa kelas XI Program Keahlian Spa and Beauty Therapy, mengungkapkan bahwa TEFA Mutu Ayu memberikan pengalaman kerja yang nyata bagi peserta didik. “Kami mendapat pelatihan dari guru tamu dan berkesempatan menjadi terapis maupun resepsionis di Mutu Ayu. Untuk menjadi terapis, kami harus melalui pelatihan pemantapan, tes dengan guru kejuruan, serta quality control dari customer internal,” tuturnya. Melalui penguatan Teaching Factory di satuan pendidikan vokasi, Kemendikdasmen mendorong SMK agar tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga pusat produksi dan layanan berbasis industri yang mampu menyiapkan lulusan yang kompeten, profesional, dan berdaya saing.
“Pekerjaan seperti terapi, spa, dan layanan hospitality adalah sektor yang akan bertahan dan terus dibutuhkan. Ini menjadi peluang besar bagi lulusan SMK yang memiliki keterampilan profesional dan tersertifikasi,” tambahnya.
Penulis: Shaka
Editor: Denty Anugrahmawaty