Pendidikan Friendly rumah_pendidikan
Temukan informasi tentang Kemendikdasmen, struktur organisasi, dan regulasi
Informasi Profil Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Informasi Publik Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Temukan kabar, siaran pers, pengumuman, dan dokumentasi resmi dari Kemendikdasmen
Informasi Umum
Beranda
Button Icon
Button Icon
PPID
Button Icon Beranda
Button Icon Profil
Temukan informasi tentang Kemendikdasmen, struktur organisasi, dan regulasi
Button Icon
Button Icon
Button Icon
Button Icon PPID
Sebanyak 50 SMK di DIY Perkuat Kolaborasi dengan Industri untuk Siapkan Lulusan Siap Kerja
Sebanyak 50 SMK di DIY Perkuat Kolaborasi dengan Industri untuk Siapkan Lulusan Siap Kerja

Diterbikan pada: 22 Agustus 2026

Bagikan

Gambar Siaran Pers

Sleman, Yogyakarta, 22 Agustus 2026 — Upaya memperkuat relevansi pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia kerja kembali ditegaskan melalui kolaborasi strategis antara sekolah menengah kejuruan (SMK) dan industri. Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Ditjen Dikmen Diksus), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), 50 SMK di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan sejumlah industri mitra pada Rabu (19/8) di Sleman, DIY.

Penandatanganan PKS dilakukan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus, Suparto, bersama dua industri mitra, yakni PT Handal Yesindo Sejahtera dan PT Agate International. Selain itu, PKS juga dilakukan oleh Direktur Sekolah Menengah Kejuruan, Arie Wibowo Khurniawan, dengan dua mitra lainnya, yakni PT Trakindo Utama dan PT Erajaya Swasembada. Sementara itu, 50 SMK di DIY diwakili oleh kepala sekolah atau perwakilan masing-masing dalam penandatanganan PKS dengan industri mitra.

Nantinya, kerja sama ini tidak hanya mencakup pelaksanaan praktik kerja lapangan (PKL), tetapi juga diperluas melalui penyelarasan kurikulum, keterlibatan praktisi dalam proses pembelajaran, serta pengembangan proyek industri yang dapat memberikan pengalaman nyata dan relevan bagi para murid SMK.

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dirjen Dikmen Diksus), Tatang Muttaqin, dalam sambutannya menyampaikan bahwa penandatanganan PKS ini merupakan langkah strategis untuk menjawab dinamika industri yang terus berkembang pesat. Kondisi tersebut menuntut ketersediaan guru yang mampu beradaptasi dan mengikuti perkembangan dunia industri.

“Melalui kolaborasi ini, Kemendikdasmen terus mendorong penguatan kualitas pembelajaran vokasi dengan memberikan pengalaman belajar yang relevan, memperkuat kompetensi murid, serta meningkatkan kesiapan lulusan SMK menghadapi dunia kerja,” kata Dirjen Tatang.

Lebih lanjut, Dirjen Tatang berharap kolaborasi antara SMK dan industri ini dapat segera diwujudkan melalui berbagai kegiatan nyata yang mendukung penguatan kompetensi murid, baik soft skills maupun hard skills, termasuk melalui penyelarasan kurikulum, pelibatan praktisi dalam pembelajaran, program magang bagi murid dan guru, penyelenggaraan kelas industri, hingga pembukaan peluang rekrutmen bagi lulusan. “Jangan biarkan rencana menumpuk di atas kertas. Kita harus melihat seberapa besar manfaatnya bagi murid. Semua pihak harus mendapatkan manfaat,” tegasnya.

Menurutnya, saat ini para murid tidak hanya membutuhkan hard skills, tetapi juga karakter yang adaptif dan mampu bekerja sama. Kemampuan seperti berpikir analitis, memecahkan masalah, memiliki ketahanan, dan fleksibilitas menjadi semakin penting dalam mempersiapkan lulusan untuk memasuki dunia kerja.

Senada dengan Dirjen Dikmen Diksus, Direktur Sekolah Menengah Kejuruan, Arie Wibowo Khurniawan, menilai penguatan kolaborasi antara SMK dan industri semakin penting di tengah perubahan industri dan kebutuhan dunia kerja yang berlangsung begitu cepat. “SMK lahir dari industri sehingga pengelolaannya harus dibuat mirip dengan industri,” katanya.

Selain itu, perkembangan digitalisasi juga telah mengubah kompetensi yang dibutuhkan industri, sehingga kurikulum SMK perlu disusun secara adaptif dan melibatkan dunia industri. Oleh karena itu, kemitraan antara SMK dan industri perlu diarahkan untuk menghasilkan kolaborasi yang memberikan dampak nyata bagi para murid. 

Digitalisasi telah mengubah kompetensi industri sehingga kurikulum SMK perlu adaptif dan melibatkan industri. Oleh karena itu, kemitraan SMK dan industri perlu diarahkan pada kolaborasi yang berdampak nyata bagi murid SMK. “Tujuannya untuk bisa menghasilkan kemitraan yang berdampak. Ke depannya, PKL bisa lebih terstruktur dan industri bisa menyiapkan proyek untuk para murid,” ujarnya.*** (Penulis & Dokumentasi: Tim Setditjen Dikmen Diksus)

 

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
 
Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook:  facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers
 
#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Sumber: Siaran Pers Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor: 746/sipers/A6/VIII/2026

Penulis: Kontributor BKHM

Editor: Denty Anugrahmawaty

Kepemilikan Konten Pendidikan Vokasi Kepemilikan Konten Sekolah Kejuruan Kepemilikan Konten Dinas Pendidikan Kepemilikan Konten Ruang Murid Kepemilikan Konten Ruang Sekolah Kepemilikan Konten Ruang Orang Tua Kepemilikan Konten Ruang Pemerintah Kepemilikan Konten Ruang Mitra Kepemilikan Konten Vokasi Kepemilikan Konten Murid Kejuruan

Siaran Pers Terkait
Gambar Konten Terkait
Festival Handai Indonesia 2026, Bahasa Indonesia Jembatani Persahabatan Antarbangsa

Kepemilikan Konten Badan Bahasa Kepemilikan Konten Dinas Pendidikan Kepemilikan Konten Ruang Mitra Kepemilikan Konten Ruang Publik Kepemilikan Konten Ruang Bahasa Kepemilikan Konten Mitra Dikdasmen Kepemilikan Konten Pegiat Literasi Kepemilikan Konten Pembangunan Bahasa dan Sastra

Diterbitkan pada : 22/08/2026

Gambar Konten Terkait
Raih Opini WTP, Kemendikdasmen Tingkatkan Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan

Kepemilikan Konten Ruang Pemerintah Kepemilikan Konten Ruang Mitra Kepemilikan Konten Ruang Publik Kepemilikan Konten Sekjen Kepemilikan Konten Mitra Dikdasmen Kepemilikan Konten Pegiat Literasi

Diterbitkan pada : 22/08/2026

Gambar Konten Terkait
Dampak Karhutla, Kemendikdasmen Akan Terbitkan SE Protokol Pembelajaran Darurat

Kepemilikan Konten PaudDikdasmen Kepemilikan Konten Dinas Pendidikan Kepemilikan Konten Ruang Murid Kepemilikan Konten Ruang Sekolah Kepemilikan Konten Ruang Orang Tua Kepemilikan Konten Ruang Pemerintah Kepemilikan Konten Ruang Mitra Kepemilikan Konten Ruang Publik Kepemilikan Konten Sekolah Dikdasmen Kepemilikan Konten Murid Dikdasmen Kepemilikan Konten Mitra Dikdasmen Kepemilikan Konten Orang Tua Kepemilikan Konten Wajib Belajar 13 Tahun dan Pemerataan Kesempatan Pendidikan

Diterbitkan pada : 22/08/2026