Pendidikan Friendly rumah_pendidikan
Temukan informasi tentang Kemendikdasmen, struktur organisasi, dan regulasi
Informasi Profil Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Informasi Publik Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Temukan kabar, siaran pers, pengumuman, dan dokumentasi resmi dari Kemendikdasmen
Informasi Umum
Beranda
Button Icon
Button Icon
PPID
Button Icon Beranda
Button Icon Profil
Temukan informasi tentang Kemendikdasmen, struktur organisasi, dan regulasi
Button Icon
Button Icon
Button Icon
Button Icon PPID
Praktik Deep Learning di Jenjang TK Hadirkan Pembelajaran Bermakna Sejak Usia Dini
Praktik Deep Learning di Jenjang TK Hadirkan Pembelajaran Bermakna Sejak Usia Dini

Diterbikan pada: 23 Juli 2026

Bagikan

Gambar Siaran Pers

Bandung, 23 Juli 2026 – Pembelajaran mendalam (deep learning) mulai diimplementasikan di satuan pendidikan anak usia dini melalui berbagai pengalaman belajar yang mendorong anak aktif mengamati, bertanya, bereksplorasi, dan berkolaborasi. Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya membangun fondasi pembelajaran yang bermakna sekaligus mengembangkan karakter, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis sejak usia dini.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat, menegaskan bahwa Pembelajaran Mendalam menempatkan peserta didik sebagai subjek utama dalam proses belajar. "Dengan deep learning, kita ingin menciptakan lingkungan di mana siswa lebih aktif dalam membangun pemahamannya sendiri, sementara guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing mereka dalam menemukan jawaban," ujarnya.

Praktik Pembelajaran Mendalam telah diterapkan di berbagai taman kanak-kanak, salah satunya TK Gagas Ceria. Kepala Sekolah TK Gagas Ceria, Catur Wulandari, mengatakan urgensi penerapan pendekatan Pembelajaran Mendalam yang ia nilai, mampu mengakomodasi keingintahuan anak. Menurutnya, setiap anak memiliki rasa ingin tahu yang perlu dipelihara melalui pengalaman belajar yang memberi ruang untuk mengeksplorasi berbagai kemungkinan.

"Guru lebih banyak mengajak anak mengamati, bertanya, mencoba berbagai kemungkinan, berdiskusi, dan merefleksikan pengalaman mereka daripada memberikan jawaban. Kami meyakini cara ini membuat kreativitas dan kemampuan berpikir berkembang secara alami," ujar Catur.

Catur menjelaskan, keberhasilan pembelajaran tidak hanya diukur dari capaian akhir, tetapi juga proses belajar yang dialami anak. "Kami melihat bagaimana anak menunjukkan rasa ingin tahu, keberanian mencoba, kemampuan bekerja sama, kemandirian, kemampuan mengomunikasikan gagasan, mengekspresikan diri, serta kegembiraan dalam belajar. Ketika anak menjadi pembelajar yang aktif dan terus berkembang, itulah indikator yang paling bermakna," jelasnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, TK Gagas Ceria secara rutin menghadirkan pembelajaran berbasis proyek dan eksplorasi yang dekat dengan kehidupan anak. Melalui kegiatan tersebut, anak diajak mengamati, mengidentifikasi masalah, berdiskusi, bereksperimen, berkolaborasi, hingga menghasilkan karya sesuai tahap perkembangannya. "Yang paling penting bukan jenis kegiatannya, melainkan bagaimana anak memperoleh pengalaman belajar yang bermakna dan merasa memiliki proses belajarnya," tambah Catur.

Praktik serupa juga diterapkan di TK Bunda Ganesha. Kepala Sekolah TK Bunda Ganesha, Susi Hindayani, menjelaskan bahwa guru menata lingkungan belajar yang menarik dan menghadirkan pertanyaan pemantik agar anak terdorong berpikir lebih mendalam. "Indikator keberhasilan kami mengacu pada perkembangan holistik melalui ketercapaian capaian pembelajaran dan delapan dimensi profil lulusan," katanya.

Salah satu praktik yang dilakukan adalah proyek "Dunia Reptil". Anak mengamati reptil, berdiskusi mengenai habitat dan cara merawatnya, kemudian merancang dan membuat diorama secara berkelompok. "Melalui kegiatan ini, anak belajar berbagi, berkolaborasi, mengambil keputusan, mengembangkan kemampuan visual-spasial, sekaligus menumbuhkan empati terhadap makhluk hidup dan rasa bangga atas karya yang mereka hasilkan," ujar Susi.

Selain mengimplementasikan pembelajaran mendalam di sekolah masing-masing, kedua satuan pendidikan juga aktif mengimbaskan praktik baik kepada sekolah lain melalui kunjungan belajar, lokakarya, pelatihan, forum profesi, dan komunitas belajar. "Kami percaya peningkatan mutu pendidikan akan lebih cepat terwujud jika sekolah saling belajar dan saling memperkuat," tutur Catur. 

Senada dengan itu, Susi menyampaikan bahwa kegiatan studi tiru, pelatihan, serta berbagi praktik baik antarsekolah yang menjadi bagian dari upaya memperluas implementasi pembelajaran mendalam di jenjang pendidikan anak usia dini.*** (Penulis: Denty/Dokumentasi: Tim Kemendikdasmen)


Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
 
Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers
 
#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Sumber: Siaran Pers Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor: 616/sipers/A6/VII/2026

Penulis: Denty Anugrahmawaty

Editor: Denty Anugrahmawaty

Kepemilikan Konten PaudDikdasmen Kepemilikan Konten Dinas Pendidikan Kepemilikan Konten Ruang Murid Kepemilikan Konten Ruang GTK Kepemilikan Konten Ruang Sekolah Kepemilikan Konten Ruang Orang Tua Kepemilikan Konten Ruang Pemerintah Kepemilikan Konten Ruang Publik Kepemilikan Konten Guru PAUD Kepemilikan Konten Murid PAUD Kepemilikan Konten Orang Tua Kepemilikan Konten Penguatan Pendidikan Karakter Kepemilikan Konten Penguatan Pendidikan Unggul, Literasi, Numerasi dan Sains Teknologi

Siaran Pers Terkait
Gambar Konten Terkait
Perkuat Validasi Data ATS, Kemendikdasmen Gandeng Pemerintah Daerah dan Mitra Strategis

Kepemilikan Konten PaudDikdasmen Kepemilikan Konten Dinas Pendidikan Kepemilikan Konten Ruang Murid Kepemilikan Konten Ruang Sekolah Kepemilikan Konten Ruang Orang Tua Kepemilikan Konten Ruang Pemerintah Kepemilikan Konten Ruang Mitra Kepemilikan Konten Ruang Publik Kepemilikan Konten Sekjen Kepemilikan Konten Sekolah Dikdasmen Kepemilikan Konten Murid PAUD Kepemilikan Konten Murid Dikdasmen Kepemilikan Konten Mitra Dikdasmen Kepemilikan Konten Orang Tua Kepemilikan Konten Wajib Belajar 13 Tahun dan Pemerataan Kesempatan Pendidikan

Diterbitkan pada : 23/07/2026

Gambar Konten Terkait
SPMB Sekolah Nasional Terintegrasi Tahun Ajaran 2026/2027 Resmi Dibuka

Kepemilikan Konten PaudDikdasmen Kepemilikan Konten Dinas Pendidikan Kepemilikan Konten Ruang Murid Kepemilikan Konten Ruang Sekolah Kepemilikan Konten Ruang Orang Tua Kepemilikan Konten Ruang Pemerintah Kepemilikan Konten Ruang Publik Kepemilikan Konten Guru Dikdasmen Kepemilikan Konten Sekolah Dikdasmen Kepemilikan Konten Murid Dikdasmen Kepemilikan Konten Mitra Dikdasmen Kepemilikan Konten Orang Tua Kepemilikan Konten Wajib Belajar 13 Tahun dan Pemerataan Kesempatan Pendidikan Kepemilikan Konten Penguatan Pendidikan Unggul, Literasi, Numerasi dan Sains Teknologi Kepemilikan Konten Pemenuhan dan Perbaikan Sarana dan Prasarana Pendidikan

Diterbitkan pada : 23/07/2026

Gambar Konten Terkait
Deep Learning di PAUD: Orang Tua Jadi Mitra Kunci Pembelajaran Anak

Kepemilikan Konten PaudDikdasmen Kepemilikan Konten Dinas Pendidikan Kepemilikan Konten Ruang Murid Kepemilikan Konten Ruang GTK Kepemilikan Konten Ruang Sekolah Kepemilikan Konten Ruang Orang Tua Kepemilikan Konten Guru PAUD Kepemilikan Konten Sekolah PAUD Kepemilikan Konten Murid PAUD Kepemilikan Konten Orang Tua Kepemilikan Konten Penguatan Pendidikan Karakter Kepemilikan Konten Penguatan Pendidikan Unggul, Literasi, Numerasi dan Sains Teknologi

Diterbitkan pada : 23/07/2026