Kabupaten Manokwari, Papua Barat, 29 Mei 2026 – Kebahagiaan terpancar dari wajah Jesenia Nelavita Wondoy, perwakilan murid SMP Advent Manokwari. Di hadapan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, ia membacakan surat cinta yang mewakili rasa syukur murid SMP Advent atas wajah baru sekolah mereka. Bantuan revitalisasi fisik dan digitalisasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah mengubah ruang belajar mereka menjadi lebih indah, modern, dan nyaman.

"Bagi kami sebagai anak-anak Papua, bantuan ini bukan hanya bangunan dan peralatan, tetapi juga tentang harapan dan masa depan. Kami merasa diperhatikan, didukung, dan diberikan kesempatan untuk meraih cita-cita yang lebih tinggi," ungkap Jesenia pada acara Peresmian Revitalisasi Satuan Pendidikan se-Kabupaten Manokwari, di SMP Advent Manokwari, Kamis (28/5). Ia menambahkan bahwa fasilitas modern seperti laboratorium IPA, Interactive Flat Panel (IFP), hingga ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dan toilet yang bersih membuat para murid merasa sangat dihargai serta semakin termotivasi untuk berprestasi.
Merespons antusiasme tersebut, Mendikdasmen menegaskan bahwa pembangunan sarana pendidikan adalah wujud nyata kehadiran negara untuk merawat kebinekaan dan memberikan rasa aman bagi murid. Pada kunjungan kerja ini, Menteri Mu'ti meresmikan 31 sekolah di Kabupaten Manokwari yang telah 100 persen menyelesaikan program Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2025 dengan alokasi Rp39,9 miliar, sekaligus menyerahkan mock-up prasasti penanda kerja sama kepada 17 sekolah penerima bantuan tahun 2026.
Rasa haru yang mendalam atas program revitalisasi tahun 2026 ini turut dirasakan oleh Serli Juli Rumpedai, Kepala SD Negeri 75 Kerney. Ia adalah salah satu dari 17 sekolah penerima bantuan. Selama 12 tahun mengabdi di sekolah tersebut, baru kali ini sekolahnya tersentuh bantuan dari pemerintah. Dengan 60 murid dan keterbatasan ruang yang mengharuskan kelas 5 dan 6 disekat dalam satu ruangan, serta kondisi toilet yang rusak parah, bantuan ini menjadi jalan keluar yang telah lama dinantikan. Kini, SD Negeri 75 Kerney akan mendapatkan satu ruang kelas baru (RKB), ruang UKS, serta rehabilitasi untuk ruang kelas, ruang administrasi, dan toilet.

"Jujur sampai sekarang masih berdebar-debar, sangat bahagia dan tidak menyangka. Ini pertama kalinya kami mendapatkan bantuan," ujar Serli penuh syukur. Ia menjelaskan bahwa kunci keberhasilan memperoleh bantuan ini adalah kedisiplinan pihak sekolah dalam memperbarui Data Pokok Pendidikan (Dapodik) secara akurat. Serli sangat berharap Kemendikdasmen terus menjangkau sekolah-sekolah di wilayah terpencil, sehingga murid-murid di pelosok dapat merasakan kenyamanan fasilitas belajar layaknya sekolah-sekolah besar.
Komitmen pemerataan ini sejalan dengan visi Kemendikdasmen. "Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah berkomitmen untuk menjadikan sekolah sebagai rumah dan sebagai tempat terjadinya melting point dan meeting point bagi seluruh anak Indonesia," jelas Mendikdasmen. Mu’ti menekankan bahwa pemerintah menerapkan kebijakan yang inklusif dengan merangkul sekolah negeri maupun swasta sebagai mitra strategis, karena seluruh murid berhak mendapatkan pendidikan yang bermutu guna menyongsong Generasi Emas 2045.
Lebih jauh, Mendikdasmen memaparkan bahwa revitalisasi tidak sebatas pada fisik bangunan, melainkan turut menyentuh infrastruktur pedagogis dan kultural. Guna meningkatkan kualitas pengajaran, Kemendikdasmen mengalokasikan 150.000 beasiswa bagi para guru untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang D4 atau S1. Penanaman karakter juga diperkuat melalui penerapan "Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat" yang melatih kedisiplinan dan kemandirian murid.
Apresiasi tinggi turut disampaikan oleh Bupati Manokwari, Hermus Indou. Ia menilai kunjungan Mendikdasmen bukan sekadar seremonial program fisik, melainkan membawa energi dan afirmasi keberpihakan negara di tengah tantangan pembangunan daerah. Bupati Hermus mengungkapkan bahwa program revitalisasi dari Kemendikdasmen ini sangat membantu mengisi celah kekurangan daerah, terutama setelah Kabupaten Manokwari mengalami pemangkasan anggaran efisiensi sebesar Rp200 miliar lebih yang cukup memengaruhi optimalisasi pelayanan publik.
"Kunjungan Bapak Menteri hari ini merupakan wujud komitmen kebangsaan dan kehadiran negara di daerah dan secara khusus di tanah Papua. Transformasi pembelajaran dan digitalisasi layanan pendidikan ini menjadi hal yang sangat luar biasa kami dapatkan," ujar Hermus.
Bupati Hermus meyakini bahwa kepedulian pemerintah pusat ini memantik motivasi ganda bagi seluruh pemangku kepentingan di daerah. Sinergi antara ketangguhan pemerintah daerah yang bertekad mengoptimalkan pelayanan, dedikasi guru seperti Ibu Serli, dan semangat menyala dari para murid memastikan anak-anak di ujung timur Nusantara memiliki pijakan yang kokoh untuk meraih cita-cita.*** (Penulis: Rany/Fotografer: Ikram)
Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers
#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah