pendidikan_untuk semua Ramah rumah_pendidikan
Temukan informasi tentang Kemendikdasmen, struktur organisasi, dan regulasi
Informasi Profil Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Informasi Publik Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Temukan kabar, siaran pers, pengumuman, dan dokumentasi resmi dari Kemendikdasmen
Informasi Umum
Beranda
Button Icon
Button Icon
PPID
Button Icon Beranda
Button Icon Profil
Temukan informasi tentang Kemendikdasmen, struktur organisasi, dan regulasi
Button Icon
Button Icon
Button Icon
Button Icon PPID
Afirmasi Wilayah Timur, SMA Berbasis Kearifan Lokal di Manokwari Direvitalisasi
Afirmasi Wilayah Timur, SMA Berbasis Kearifan Lokal di Manokwari Direvitalisasi

Diterbikan pada: 29 Mei 2026

Bagikan:

Gambar Siaran Pers

Manokwari, Papua Barat, 29 Mei 2026 – Senyum anak-anak di ufuk timur Indonesia adalah nyala harapan bagi masa depan bangsa. Menyadari hak setiap anak untuk mendapatkan keadilan dan akses pendidikan yang layak, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menjadikan wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) sebagai jantung dari upaya pemerataan. Komitmen ini diwujudkan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, melalui peresmian Sekolah Menengah Atas Muhammadiyah Conservation (SMAMCO) di Manokwari, Papua Barat, bertepatan dengan momen perayaan Iduladha, Kamis (28/5).
 
Dalam kunjungannya, Menteri Mu’ti menegaskan bahwa wilayah Indonesia Timur menempati posisi prioritas dalam agenda pembangunan manusia. "Kami berkomitmen untuk bagaimana kesenjangan pendidikan itu dapat kami atasi secara bertahap dengan prioritas pada daerah-daerah 3T. Sehingga karena itu, kalau ada usulan-usulan unit sekolah baru di Indonesia Timur atau daerah 3T yang lainnya, kami akan berikan prioritas untuk tahun 2026 ini," ungkapnya di hadapan jajaran pemerintah daerah dan masyarakat. Ruang afirmasi ini juga diberikan untuk memuluskan Wajib Belajar 13 Tahun yang akan dimulai sejak jenjang TK.
Langkah afirmatif di wilayah 3T ini merupakan bagian tak terpisahkan dari visi besar pemerintahan saat ini. Menteri Mu'ti menjabarkan bahwa upaya tersebut adalah implementasi langsung dari Asta Cita keempat Presiden Prabowo Subianto yang bertekad memperbaiki seluruh sekolah di Indonesia dalam kurun waktu lima tahun pertama. "Pak Presiden memberikan arahan untuk ditambah 60.000. Kalau tambah 60.000 ini dapat kita realisasi, maka 2026 kami akan melakukan revitalisasi termasuk pendirian unit sekolah baru untuk 71.744 satuan pendidikan di seluruh Indonesia," jelasnya. Ia menambahkan, jika diakumulasikan dengan capaian tahun sebelumnya, maka dalam dua tahun pemerintah menargetkan perbaikan bagi hampir 100.000 sekolah.
 
Pemenuhan infrastruktur tersebut juga mematahkan anggapan bahwa perhatian pemerintah pada sektor pendidikan akan terbagi. Menteri Mu'ti dengan lugas memastikan program-program prioritas berjalan beriringan tanpa mengorbankan satu sama lain. "Jadi kalau ada yang bilang komitmen pendidikan itu dikurangi dengan MBG, itu bukan kenyataan yang kita lihat di lapangan. Justru komitmen Bapak Presiden tetap kuat untuk bagaimana pendidikan ini maju, MBG jalan terus, revitalisasi jalan terus, dan digitalisasi juga jalan terus," tegasnya. Ke depan, kementerian merencanakan penambahan fasilitas Interactive Flat Panel (IFP) secara masif guna menunjang digitalisasi di setiap satuan pendidikan.
 
Kehadiran pemerintah pusat ini disambut baik oleh pemerintah daerah setempat. Mewakili Gubernur Papua Barat, Sekretaris Daerah Provinsi Papua Barat, Ali Baham Temongmere, menyampaikan penghargaan mendalam atas kesediaan Menteri Mu’ti, yang berkunjung di tengah suasana perayaan Hari Raya Iduladha. Hal tersebut dinilai mencerminkan keseriusan dan pengorbanan nyata pemerintah pusat dalam memajukan pendidikan di wilayah timur Indonesia. "Pemerintah Provinsi Papua Barat memiliki komitmen yang kuat untuk terus meningkatkan akses dan kualitas pendidikan di seluruh pelosok wilayah," jelas Ali, seraya meyakini bahwa pendidikan adalah fondasi utama untuk mencetak sumber daya manusia yang cerdas dan berkarakter. 
Di balik fasilitas yang tersedia, berdirinya SMAMCO menyimpan kisah gotong royong yang sangat menginspirasi. Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Papua Barat, Mulyadi Djaya, menceritakan bahwa kompleks berisi 13 bangunan di atas perbukitan karang keras itu sukses diselesaikan hanya dalam waktu tiga bulan dari target 10 bulan. Keberhasilan ini semakin bermakna dengan inklusivitas murid, di mana 60 hingga 70 persennya merupakan anak-anak asli Papua dan non-muslim. "Muhammadiyah di Papua tidak sedang menanam sekat perbedaan, melainkan sedang menenun sajadah kemanusiaan yang universal melalui jalur pendidikan," tutur Mulyadi. 
 
Lebih dari sekadar ruang belajar, SMAMCO hadir sebagai garda terdepan pembentukan karakter peduli lingkungan. Kurikulumnya secara khusus menggunakan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning), dengan falsafah pelestarian alam Igya Ser Hanjop milik masyarakat Pegunungan Arfak, sebuah komitmen adat untuk menjaga hutan beserta seluruh isinya sebagai satu-satunya sumber kehidupan. Melalui sinergi utuh antara pusat, daerah, dan kearifan masyarakat lokal, Kemendikdasmen terus merajut harapan agar setiap murid di ujung nusantara dapat meraih cita-citanya sembari menjaga kelestarian bumi tempat mereka berpijak.*** (Penulis: Rany/Fotografer: Ikram)
 
 
 
Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
 
Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook:  facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers
 
#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Lampiran

Sumber: Siaran Pers Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor: 439/sipers/A6/V/2026

Penulis: Rany Larasari

Editor: Denty Anugrahmawaty

Kepemilikan Konten PaudDikdasmen Kepemilikan Konten BSKAP Kepemilikan Konten Ruang Sekolah Kepemilikan Konten Ruang Pemerintah Kepemilikan Konten Ruang Mitra Kepemilikan Konten Ruang Publik Kepemilikan Konten Guru Dikdasmen Kepemilikan Konten Sekolah Dikdasmen Kepemilikan Konten Murid Dikdasmen Kepemilikan Konten Mitra Dikdasmen Kepemilikan Konten Pegiat Literasi Kepemilikan Konten Wajib Belajar 13 Tahun dan Pemerataan Kesempatan Pendidikan Kepemilikan Konten Pemenuhan dan Perbaikan Sarana dan Prasarana Pendidikan

Siaran Pers Terkait
Gambar Konten Terkait
“Ini Bukan Sekadar Bangunan, Ini Harapan Kami”, Revitalisasi Bangkitkan Semangat Murid Papua Barat

Kepemilikan Konten PaudDikdasmen Kepemilikan Konten Dinas Pendidikan Kepemilikan Konten Ruang Sekolah Kepemilikan Konten Ruang Pemerintah Kepemilikan Konten Ruang Mitra Kepemilikan Konten Ruang Publik Kepemilikan Konten Sekolah Dikdasmen Kepemilikan Konten Murid Dikdasmen Kepemilikan Konten Mitra Dikdasmen Kepemilikan Konten Pemenuhan dan Perbaikan Sarana dan Prasarana Pendidikan

Diterbitkan pada : 29/05/2026

Gambar Konten Terkait
Kemendikdasmen Perkuat Gerakan Partisipasi Semesta, Relawan Pendidikan Bantu ATS Kembali Belajar

Kepemilikan Konten PaudDikdasmen Kepemilikan Konten Pendidikan Vokasi Kepemilikan Konten Sekolah Kejuruan Kepemilikan Konten Ruang GTK Kepemilikan Konten Ruang Sekolah Kepemilikan Konten Ruang Orang Tua Kepemilikan Konten Ruang Pemerintah Kepemilikan Konten Ruang Mitra Kepemilikan Konten Ruang Publik Kepemilikan Konten Vokasi Kepemilikan Konten Sekolah Dikdasmen Kepemilikan Konten Murid Dikdasmen Kepemilikan Konten Mitra Dikdasmen Kepemilikan Konten Orang Tua Kepemilikan Konten Pegiat Literasi Kepemilikan Konten Wajib Belajar 13 Tahun dan Pemerataan Kesempatan Pendidikan

Diterbitkan pada : 29/05/2026

Gambar Konten Terkait
Melalui Partisipasi Semesta, Mitra Pendidikan Salurkan Tas dan Sepatu untuk Penyemangat Belajar Anak

Kepemilikan Konten PaudDikdasmen Kepemilikan Konten Dinas Pendidikan Kepemilikan Konten Ruang Mitra Kepemilikan Konten Guru Dikdasmen Kepemilikan Konten Sekolah Dikdasmen Kepemilikan Konten Murid Dikdasmen Kepemilikan Konten Mitra Dikdasmen Kepemilikan Konten Orang Tua Kepemilikan Konten Wajib Belajar 13 Tahun dan Pemerataan Kesempatan Pendidikan

Diterbitkan pada : 27/05/2026