Diterbikan pada: 28 April 2026
Banda Aceh, 28 April 2026 – Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), terus memperkuat ekosistem kebahasaan, kesastraan, dan literasi di daerah melalui kolaborasi lintas sektor. Pada kesempatan tersebut, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting sebagai pusat pengetahuan dan inovasi. Oleh karena itu, kolaborasi dengan kampus perlu terus diperluas agar program kebahasaan semakin berdampak luas. “Ini adalah bentuk partisipasi semesta dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua, di mana Kemendikdasmen terus meningkatkan kolaborasi dengan pemerintah daerah dan perguruan tinggi,” ujar Hafidz dalam rangkaian kegiatan strategis di Banda Aceh, Senin (20/4). Ia menambahkan bahwa terdapat empat fokus utama yang perlu diperkuat bersama, yaitu peningkatan literasi, penguatan kedaulatan bahasa Indonesia, pelestarian bahasa daerah, serta internasionalisasi bahasa Indonesia. “Dalam konteks kedaulatan bahasa, kita masih melihat penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik dan tata naskah dinas yang belum baik dan benar. Ini menjadi perhatian bersama untuk terus diperbaiki,” kata Hafidz dalam kegiatan yang dihadiri oleh unsur pemerintah daerah, perguruan tinggi, instansi pendidikan, komunitas literasi, serta mitra strategis lainnya, termasuk Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Aceh dan para kepala dinas pendidikan kabupaten/kota. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya menjaga keberlangsungan bahasa daerah di kalangan generasi muda. “Pelestarian bahasa daerah perlu terus didorong melalui penguatan vitalitasnya kepada generasi muda agar tingkat kepunahan dapat ditekan,” tambahnya. Tak hanya itu, Kemendikdasmen melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan Rektor IAIN Takengon, Rektor UIN Ar-Raniry, dan Rektor Universitas Syiah Kuala. Penandatanganan tersebut menjadi langkah konkret dalam memperkuat sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam pengembangan, pembinaan, dan pelindungan bahasa serta sastra Indonesia dan daerah. Ruang lingkup kerja sama mencakup penguatan tridarma perguruan tinggi, riset kebahasaan dan kesastraan, peningkatan literasi masyarakat, pelatihan kebahasaan, revitalisasi bahasa daerah, pengembangan bahan ajar, serta pelibatan mahasiswa dan dosen dalam program strategis kebahasaan. Sementara itu, Kepala Balai Bahasa Provinsi Aceh, Muhammad Irsan, menyatakan komitmennya untuk melanjutkan capaian yang telah dibangun sekaligus memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan. “Kami akan terus berdiskusi dan berupaya meningkatkan kinerja Balai Bahasa Provinsi Aceh. Kami mohon dukungan dari seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya. Sinergi dan Kolaborasi Pemajuan Literasi Bersama Pemerintah Daerah Dalam kesempatan lain, Badan Bahasa juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Banda Aceh atas komitmennya dalam mendukung pelestarian bahasa Aceh yang telah berlangsung di SD dan SMP di Banda Aceh. Upaya menjaga bahasa daerah dinilai penting sebagai bagian dari pelindungan warisan budaya dan penguatan identitas lokal. Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, mengajak sekaligus tantangan Kota Banda Aceh untuk dapat melaksanakan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) secara masif kepada seluruh murid di Banda Aceh. Menurutnya, gerakan bersama ini berpotensi mencatat sejarah rekor MURI melalui pelaksanaan UKBI serentak dengan jumlah peserta terbanyak di Indonesia. “Banda Aceh memiliki semangat pendidikan yang kuat. Jika dilaksanakan bersama-sama, saya optimistis Banda Aceh dapat menjadi pelopor dan bahkan memecahkan rekor MURI sebagai kota pelaksana UKBI serentak terbanyak di Indonesia,” ujar Kepala Badan Bahasa. Senada dengan hal itu, Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa'aduddin Djamal, menyatakan dukungan penuh terhadap program-program Badan Bahasa. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Banda Aceh siap menindaklanjuti melalui Dinas Pendidikan serta Sekretaris Daerah untuk memperkuat pengawasan penggunaan bahasa Indonesia di wilayahnya. “Kota Banda Aceh adalah kota kolaborasi. Kami siap bersinergi dengan Badan Bahasa dan seluruh pihak untuk kemajuan Kota Banda Aceh, termasuk dalam penguatan bahasa Indonesia dan pelestarian bahasa daerah,” ujar Wali Kota Banda Aceh. Badan Bahasa menegaskan bahwa penguatan bahasa, sastra, dan literasi memerlukan kerja bersama lintas sektor. Perguruan tinggi, sekolah, pemerintah daerah, komunitas, dan masyarakat memiliki peran penting dalam membangun ekosistem kebahasaan yang sehat dan berkelanjutan. Banda Aceh merupakan contoh bahwa sinergi kelembagaan dapat diwujudkan melalui kerja sama strategis, penguatan organisasi, serta perhatian terhadap budaya baca di sekolah. Ke depan, Badan Bahasa berharap kolaborasi yang terbangun di Aceh dapat semakin memperkuat peran bahasa Indonesia sebagai bahasa negara, menjaga kelestarian bahasa daerah, serta menumbuhkan generasi muda yang literat, berkarakter, dan bangga terhadap identitas bangsanya.*** (Penulis & Dokumentasi: Ade P. H. S/Editor: Denty A., Seno H.) Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat Laman: kemendikdasmen.go.id #PendidikanBermutuuntukSemua
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers
#KemendikdasmenRamah
Sumber: Siaran Pers Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor: 323/sipers/A6/IV/2026
Penulis: Ririn Ramandani
Editor: Denty Anugrahmawaty
PaudDikdasmen
Pendidikan Vokasi
Badan Bahasa
BSKAP
Guru Sekolah Kejuruan
Sekolah Kejuruan
Dinas Pendidikan
Ruang Murid
Ruang GTK
Ruang Sekolah
Ruang Orang Tua
Ruang Pemerintah
Ruang Mitra
Ruang Publik
Ruang Bahasa
GTK
Itjen
Vokasi
Sekjen
Murid Kejuruan
Guru PAUD
Guru Dikdasmen
Sekolah PAUD
Sekolah Dikdasmen
Murid PAUD
Murid Dikdasmen
Mitra Dikdasmen
Orang Tua
Sastrawan
Pegiat Literasi
Penguatan Pendidikan Karakter
Wajib Belajar 13 Tahun dan Pemerataan Kesempatan Pendidikan
Peningkatan Kualifikasi, Kompetensi, dan Kesejahteraan Guru
Penguatan Pendidikan Unggul, Literasi, Numerasi dan Sains Teknologi
Pemenuhan dan Perbaikan Sarana dan Prasarana Pendidikan
Pembangunan Bahasa dan Sastra