pendidikan_untuk semua Ramah rumah_pendidikan
Temukan informasi tentang Kemendikdasmen, struktur organisasi, dan regulasi
Informasi Profil Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Informasi Publik Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Temukan kabar, siaran pers, pengumuman, dan dokumentasi resmi dari Kemendikdasmen
Informasi Umum
Beranda
Button Icon
Button Icon
PPID
Button Icon Beranda
Button Icon Profil
Temukan informasi tentang Kemendikdasmen, struktur organisasi, dan regulasi
Button Icon
Button Icon
Button Icon
Button Icon PPID
Pascalibur Idulfitri, Kemendikdasmen Tekankan Kembali Budaya Aman & Berkarakter di Satuan Pendidikan
Pascalibur Idulfitri, Kemendikdasmen Tekankan Kembali Budaya Aman & Berkarakter di Satuan Pendidikan

Diterbikan pada: 30 Maret 2026

Bagikan:

Gambar Siaran Pers

Jakarta, 30 Maret 2026 — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan pentingnya penguatan karakter dan budaya positif di lingkungan sekolah pada hari pertama masuk sekolah setelah libur panjang Hari Suci Nyepi dan Idulfitri 1447 H/2026. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, saat bertindak sebagai pembina upacara bendera di SD Kramat Pela 07, Jakarta.

Momentum hari pertama masuk sekolah kali ini, menjadi peluang bagi Kemendikdasmen untuk menggalakkan kembali semangat para peserta didik di seluruh Indonesia untuk terus membudayakan rukun sesama teman, menerapkan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH), serta mengimplementasikan Gerakan Indonesia ASRI dan kebijakan PP Tunas secara konsisten.

Dalam amanatnya, Suharti mengajak seluruh warga sekolah untuk bersama-sama mewujudkan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, lingkungan sekolah yang aman dan nyaman sebagaimana terkandung dalam filosofi ASRI menjadi fondasi utama bagi tumbuh kembang peserta didik.

“Budaya sekolah harus dibangun dengan semangat saling menghargai, saling melindungi, dan menjunjung tinggi toleransi. Tidak boleh ada lagi perundungan maupun kekerasan di lingkungan sekolah,” ujar Suharti.

Ia juga menekankan pentingnya membiasakan pola hidup sehat melalui konsumsi makanan bergizi, olahraga rutin, serta menjaga lingkungan bebas asap rokok. Selain itu, peserta didik didorong untuk menjaga kebersihan dengan membuang dan memilah sampah, serta aktif dalam kegiatan piket dan kerja bakti.

Lebih lanjut, Suharti mengingatkan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang indah, rapi, dan tertata, serta menjaga fasilitas sekolah agar tetap asri dan lestari. Ia juga menegaskan lima sikap utama yang harus dimiliki Pelajar Indonesia, yakni beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, menghormati orang tua dan guru, giat belajar, rukun dengan teman, serta mencintai tanah air.

“Perubahan besar dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten. Karena itu, tujuh kebiasaan Anak Indonesia Hebat harus terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Suharti juga menyampaikan bahwa sejak 28 Maret 2026, pemerintah mulai menerapkan kebijakan pembatasan usia akses platform digital berisiko tinggi melalui Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP Tunas). Ia mengimbau peserta didik untuk menggunakan gawai secara bijak dengan prinsip 3S, yaitu membatasi waktu penggunaan (screen time), menggunakan di tempat yang tepat (screen zone), serta memberi jeda istirahat (screen break).

Sementara itu, Rafa Nasution, siswa kelas VI yang bertugas sebagai pemimpin upacara, mengungkapkan rasa senang dapat kembali bersekolah dan bertemu teman-temannya. “Senang dan kangen bisa kembali belajar di sekolah. Ini semester terakhir bagi kami kelas VI, semoga hasil belajar kami memuaskan,” ujarnya.

Sejalan dengan Gerakan Indonesia ASRI, SD Kramat Pela 07 Jakarta juga mengembangkan program composting sebagai upaya menjaga lingkungan sekolah. Siswa kelas V, Marvelove, menjelaskan bahwa proses pengolahan kompos dilakukan dalam tiga tahap selama kurang lebih tiga bulan hingga menjadi pupuk alami dari daun-daun yang dikumpulkan di lingkungan sekolah.*** (Penulis: Shaka/Editor: Denty A., Seno H./Fotografer: Morecka)

Sumber: Siaran Pers Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor: 231/sipers/A6/I/2026

Penulis: Shaka

Editor: Denty Anugrahmawaty

Kepemilikan Konten PaudDikdasmen

Siaran Pers Terkait
Gambar Konten Terkait
Mendikdasmen: Memuliakan Murid Melalui Revitalisasi Sekolah dan Ekosistem Pendidikan Berkualitas

Kepemilikan Konten PaudDikdasmen Kepemilikan Konten Pendidikan Vokasi Kepemilikan Konten Sekolah Kejuruan Kepemilikan Konten Ruang Murid Kepemilikan Konten Ruang Sekolah Kepemilikan Konten Ruang Pemerintah Kepemilikan Konten Ruang Mitra Kepemilikan Konten Ruang Publik Kepemilikan Konten Murid Kejuruan Kepemilikan Konten Sekolah PAUD Kepemilikan Konten Sekolah Dikdasmen Kepemilikan Konten Murid PAUD Kepemilikan Konten Murid Dikdasmen Kepemilikan Konten Wajib Belajar 13 Tahun dan Pemerataan Kesempatan Pendidikan Kepemilikan Konten Pemenuhan dan Perbaikan Sarana dan Prasarana Pendidikan

Diterbitkan pada : 14/05/2026

Gambar Konten Terkait
Lulusan SMK Lebih Relevan, Lebih dari 1.000 Ruang Praktik Siswa Telah Direvitalisasi

Kepemilikan Konten PaudDikdasmen Kepemilikan Konten Pendidikan Vokasi Kepemilikan Konten Guru Sekolah Kejuruan Kepemilikan Konten Sekolah Kejuruan Kepemilikan Konten Ruang Murid Kepemilikan Konten Ruang Sekolah Kepemilikan Konten Murid Kejuruan Kepemilikan Konten Sekolah Dikdasmen Kepemilikan Konten Murid Dikdasmen

Diterbitkan pada : 13/05/2026

Gambar Konten Terkait
Kemendikdasmen Perkuat Pembinaan Talenta melalui SIMT, 400 Ribu Murid Berprestasi Sudah Terdata

Kepemilikan Konten PaudDikdasmen Kepemilikan Konten Ruang Murid Kepemilikan Konten Ruang Sekolah Kepemilikan Konten Murid Kejuruan Kepemilikan Konten Murid Dikdasmen Kepemilikan Konten Penguatan Pendidikan Unggul, Literasi, Numerasi dan Sains Teknologi

Diterbitkan pada : 12/05/2026