Diterbikan pada: 1 Februari 2026
Bener Meriah, Aceh, 1 Februari 2026 - Pemanfaatan Papan Interaktif Digital (PID)/Interactive Flat Panel (IFP) sebagai sarana pembelajaran terasa manfaatnya bagi sekolah yang terdampak bencana. Sebagaimana proses belajar mengajar yang nampak di SMAN 2 Timang Gajah dan SDN Karang Jadi, Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh. Kepala SMAN 2 Timang Gajah, Ikhsan Purnama, menyampaikan bahwa kehadiran IFP memberikan dampak positif terhadap kualitas pembelajaran di sekolah. “Alhamdulillah, dengan adanya IFP sangat membantu pembelajaran guru, perangkat ini langsung kami aktifkan untuk mendukung pembelajaran mendalam sehingga proses belajar menjadi lebih terarah,” ujar Ikhsan. Ikhsan menambahkan SMAN 2 Timang Gajah mewajibkan para guru untuk menggunakan IFP, walaupun harus digunakan secara bergantian. Kehadiran IFP sendiri juga meningkatkan semangat dan antusiasme siswa untuk belajar. “IFP memudahkan siswa saat presentasi karena bisa langsung disentuh seperti menggunakan gawai, jadi membuat siswa lebih nyaman dan aktif dalam pembelajaran, berbeda saat presentasi menggunakan proyektor,” tambahnya. Terkait dampak bencana banjir yang melanda beberapa wilayah di Aceh, Ikhsan menjelaskan bahwa aktivitas pembelajaran sempat terhenti akibat akses jalan yang terputus di beberapa titik. Ada 15 siswa yang terdampak, bahkan beberapa di antaranya kehilangan tempat tinggal akibat rumahnya hanyut oleh banjir. “Untuk siswa-siswa tersebut kami memberikan bantuan, selain dari pemerintah dan juga swasta, kami dari internal sekolah sendiri juga patungan dari para guru untuk sedikit membantu para siswa yang terkena bencana," jelas Ikhsan. Sementara itu, Kepala SDN Karang Jadi, M. Ghazali, menceritakan bahwa IFP sebelumnya telah diterima dengan baik oleh sekolah, namun saat akan digunakan terhambat oleh bencana banjir. “Jadi saat ingin di pasangan pas terjadi bencana, sekarang sudah dua minggu IFP sudah dipakai, kami pasang di tenda belajar, Alhamdulillah ini bantuan bapak Presiden Prabowo," ujar Ghazali. Dari total 12 kelas, 6 kelas di SDN Karang Jadi bergantian menggunakan IFP, menurut Ghazali disebabkan oleh kondisi kontur antar kelas yang menyulitkan pemindahan perangkat IFP ke ruang kelas yang berbeda. Namun di balik itu Ghazali menyebutkan antusiasme siswa untuk belajar menggunakan IFP sangat tinggi. “Para siswa sangat antusias mereka semua ingin maju ke depan untuk belajar menggunakan IFP,” ujar Ghazali. Kisah serupa datang dari SMP Muhammadiyah 11, Teritit Kabupaten Bener Meriah, wilayah sekolah sempat terisolasi akibat terputusnya akses jalan selama hampir tiga pekan. Kepala sekolah, Habsah, menuturkan, “Kami bersyukur bahwa Papan Interaktif Digital (IFP) sudah tersedia sebelum bencana. Alat ini sangat membantu proses belajar di tengah keterbatasan akses,” jelasnya.*** (Penulis: Morecka/Editor: Denty A., Seno H.) Laman: kemendikdasmen.go.id #PendidikanBermutuuntukSemua
Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemdikdasmen.go.id/main/blog/category/siaran-pers
#KemendikdasmenRamah
Sumber: Siaran Pers Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor: 80/sipers/A6/II/2026
Penulis: Morecka
Editor: Denty Anugrahmawaty
PaudDikdasmen
Pendidikan Vokasi
Badan Bahasa
BSKAP
Guru Sekolah Kejuruan
Sekolah Kejuruan
Dinas Pendidikan
Ruang Murid
Ruang GTK
Ruang Sekolah
Ruang Orang Tua
Ruang Pemerintah
Ruang Mitra
Ruang Publik
Ruang Bahasa
GTK
Itjen
Vokasi
Sekjen
Murid Kejuruan
Guru PAUD
Guru Dikdasmen
Sekolah PAUD
Sekolah Dikdasmen
Murid PAUD
Murid Dikdasmen
Mitra Dikdasmen
Orang Tua
Sastrawan
Pegiat Literasi
Pemenuhan dan Perbaikan Sarana dan Prasarana Pendidikan