Diterbikan pada: 2 Februari 2026
Cianjur, Jawa Barat, 2 Februari 2026 - Upaya menghadirkan pendidikan yang berkualitas terus dilakukan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dengan memperluas akses belajar bagi seluruh warga negara. Pendidikan tidak hanya dipandang sebagai aktivitas di ruang kelas formal, tetapi sebagai proses belajar yang bisa berlangsung di berbagai ruang kehidupan anak. Salah satunya, Di PKBM Bhayangkara dan PAUD Kunang-Kunang, Kabupaten Cianjur, kegiatan belajar tetap berjalan, sebagai bagian dari ikhtiar menjaga keberlanjutan pendidikan bagi anak-anak dan remaja di lingkungan sekitar. Pengelola PKBM Bhayangkara PAUD Kunang-Kunang, Sri Ningsih, menjelaskan bahwa sekolah yang dikelolanya melayani anak usia dini serta peserta didik PKBM yang sebagian besar berasal dari keluarga petani penggarap. Anak-anak PAUD berusia 5 s.d. 7 tahun mengikuti kegiatan belajar dasar, sementara peserta didik PKBM berusia 17 s.d. 20 tahun tetap bersekolah di sela aktivitas membantu orang tua. Dalam kondisi tersebut, Sri Ningsih berupaya menjaga agar proses belajar tetap berjalan dan relevan dengan kebutuhan murid. Ia berharap setiap dukungan yang diterima sekolah dapat memberi dampak nyata bagi keberlangsungan pembelajaran dan masa depan peserta didik. Salah satu dukungan yang diterima adalah bantuan digitalisasi pembelajaran berupa Papan Interaktif Digital (PID). Perangkat ini akan dimanfaatkan agar suasana belajar menjadi lebih variatif dan menarik bagi anak-anak. Sri Ningsih, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Ia berharap dukungan tersebut dapat memberikan dampak nyata bagi keberlanjutan pembelajaran di sekolahnya. “Dengan adanya Papan Interaktif Digital ini, kami berharap anak-anak semakin semangat belajar. Cara belajarnya jadi lebih menarik dan materi yang dipelajari lebih beragam. Mudah-mudahan lulusan ke depan bisa lebih berkualitas,” ungkapnya. Dalam kunjungannya ke PKBM Bhayangkara dan PAUD Kunang-Kunang, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, berinteraksi langsung dengan murid dan guru, sekaligus mencoba Papan Interaktif Digital (PID). Anak-anak diajak menulis, mewarnai, dan menggambar menggunakan perangkat tersebut, dengan suasana belajar yang cair dan penuh semangat. Kedekatan Mendikdasmen dengan anak-anak terasa hingga akhir kunjungan. Ia mengajak seluruh murid bernyanyi bersama lagu “Di Sini Senang, Di Sana Senang”, menciptakan suasana hangat yang membekas bagi warga sekolah. “Semangat ya, rajin belajar. Semoga sekolahnya terus berjalan dan anak-anaknya terus maju,” pesan Mendikdasmen kepada para murid. Lebih lanjut, Mendikdasmen menegaskan bahwa penguatan akses dan layanan pendidikan tidak hanya dilakukan melalui sistem sekolah formal, tetapi juga melalui penguatan sistem belajar yang lebih luas. “Kami memperkuat pendidikan tidak sekadar dengan sistem sekolah (schooling), tetapi juga dengan sistem belajar (learning). Sehingga pendidikan itu tidak hanya diselenggarakan di sekolah-sekolah formal, tetapi juga di lembaga pendidikan nonformal dan informal,” ucapnya. Penguatan tersebut dilakukan melalui berbagai jalur, seperti kursus, program kesetaraan, sekolah satu atap, pendidikan jarak jauh, hingga pendidikan keluarga. Dengan pendekatan ini, akses pendidikan diharapkan semakin luas dan manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Mendikdasmen juga menekankan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi anak-anak. Sekolah didorong untuk menjadi ruang yang bebas dari kekerasan dan perundungan, sekaligus menjadi tempat yang menyenangkan bagi murid untuk tumbuh dan belajar. “Usia dini adalah masa emas. Kalau dari kecil cara belajarnya dan gaya hidupnya sudah tidak tepat, akan sulit membentuk perkembangan berikutnya. Karena itu, pendidikan di rumah, di sekolah, dan di masyarakat harus sama-sama kita perkuat,” tegasnya. Melalui penguatan pendidikan formal, nonformal, dan informal secara beriringan, Kemendikdasmen terus berupaya memastikan bahwa setiap anak Indonesia memiliki kesempatan belajar yang setara, relevan, dan bermakna bagi masa depannya.*** (Penulis: Stephanie/Editor: Denty A., Seno H./Fotografer: Ikram) Laman: kemendikdasmen.go.id #PendidikanBermutuuntukSemua
Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemdikdasmen.go.id/main/blog/category/siaran-pers
#KemendikdasmenRamah
Sumber: Siaran Pers Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor: 83/sipers/A6/II/2026
Penulis: Stephanie Westiana
Editor: Denty Anugrahmawaty
PaudDikdasmen
Pendidikan Vokasi
Badan Bahasa
BSKAP
Guru Sekolah Kejuruan
Sekolah Kejuruan
Dinas Pendidikan
Ruang Murid
Ruang GTK
Ruang Sekolah
Ruang Orang Tua
Ruang Pemerintah
Ruang Mitra
Ruang Publik
Ruang Bahasa
GTK
Itjen
Vokasi
Sekjen
Murid Kejuruan
Guru PAUD
Guru Dikdasmen
Sekolah PAUD
Sekolah Dikdasmen
Murid PAUD
Murid Dikdasmen
Mitra Dikdasmen
Orang Tua
Sastrawan
Pegiat Literasi
Penguatan Pendidikan Karakter
Pemenuhan dan Perbaikan Sarana dan Prasarana Pendidikan