Diterbikan pada: 15 Januari 2026
Jakarta, 15 Januari 2026 — Penguatan peran keluarga sebagai fondasi pendidikan karakter dan nilai toleransi dalam keberagaman menjadi fokus utama dalam Perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di lingkungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek), serta Kementerian Kebudayaan (Kemenbud). Kegiatan ini dimaknai sebagai momentum refleksi bersama untuk memperkuat persatuan, kerukunan, dan nilai kemanusiaan sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menyampaikan bahwa tema perayaan sejalan dengan kebijakan penguatan keluarga sebagai fondasi kehidupan sosial dan pendidikan. “Keluarga merupakan basis dalam membangun kehidupan yang damai serta tata kehidupan berbangsa dan bernegara yang rukun dan bersatu,” ujarnya di Kompleks Kemendikdasmen, Jakarta (14/1). Lebih lanjut, pembangunan generasi yang kuat dan unggul memerlukan pendekatan yang menyeluruh melalui penguatan empat ekosistem pendidikan. “Dalam rangka membangun generasi yang hebat, kita perlu memperkuat pendidikan berbasis sekolah, keluarga, masyarakat termasuk tempat ibadah, serta media massa,” kata Abdul Mu’ti. Keempat ekosistem tersebut dinilai saling melengkapi dalam membentuk karakter anak sejak dini. Selain itu, ia menekankan pentingnya pembiasaan nilai toleransi dan kehidupan bermasyarakat. Anak-anak, menurutnya, perlu dibiasakan berinteraksi dengan mereka yang berbeda keyakinan melalui perjumpaan dan percakapan yang saling menghargai. “Perbedaan bukanlah pemisah, melainkan persatuan itu sendiri,” tegasnya. Perayaan Nataru juga dimaknai sebagai wujud kepedulian sosial. Dalam rangkaian kegiatan, para menteri secara simbolis menyerahkan bantuan kemanusiaan kepada perwakilan penerima melalui Satuan Tugas (Satgas) di lingkungan tiga kementerian, sebagai bentuk solidaritas dan empati bagi masyarakat terdampak bencana di wilayah Sumatra. Sejalan dengan itu, Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menegaskan, perbedaan suku, agama, ras, dan budaya bukanlah ancaman, melainkan potensi yang memperkuat persatuan nasional. “Kita memiliki mega diversity dalam berbagai bentuk ekspresi budaya yang harus kita jadikan sebagai kekuatan pemersatu,” jelasnya. Ia juga mengingatkan bahwa pesan persatuan sejalan dengan nilai kebangsaan yang terus digaungkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurutnya, toleransi dan kerukunan umat beragama menjadi modal penting bagi Indonesia untuk terus tumbuh dan berkembang. “Persatuan adalah modal besar kita untuk maju menuju Indonesia Emas 2045,” tuturnya. Fadli Zon menekankan bahwa keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat memiliki peran strategis dalam menjaga nilai persatuan di tengah keberagaman yang ada. Sementara itu, Ketua Panitia Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Febry H.J. Dien, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan secara kolaboratif di lingkungan tiga kementerian. “Kehadiran para menteri, wakil menteri, pejabat eselon, pegawai serta tokoh agama mencerminkan semangat kebersamaan dan kerukunan antarwarga kementerian,” ujarnya. Ia berharap nilai kebersamaan yang tercermin dalam perayaan ini dapat terus terjaga dan diimplementasikan dalam kehidupan kerja sehari-hari. “Perayaan Natal dan Tahun Baru ini tidak hanya menjadi momentum refleksi spiritual, tetapi juga penguatan nilai toleransi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman,” ungkapnya. Perayaan ini berlangsung khidmat dengan adanya penyampaian refleksi Natal oleh Pastor Yustinus Ardianto dan pesan damai Natal oleh Pendeta Henriette T. Hutabarat Lebang. Di dalam rangkaian Perayaan Natal, para tamu yang hadir dihibur oleh penampilan Paduan Suara SD Mardi Yuana Depok, Paduan Suara Mahasiswa Satyawacana, SMA Strada Bhakti Wiyata, grup vokal BPMP Sulawesi Utara, serta sajian musik dari Ekosistem Musik Religi yang mengiringi rangkaian acara dan ramah tamah antarpegawai lintas kementerian. Melalui Perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, semangat penguatan peran keluarga, toleransi, dan persatuan lintas kementerian ditegaskan sebagai bagian dari upaya membangun karakter bangsa. Kebersamaan dalam perayaan ini mencerminkan komitmen bersama untuk menjaga kerukunan, menghormati keberagaman, serta memperkuat nilai kemanusiaan dalam pelaksanaan tugas dan kehidupan bermasyarakat.
Sumber: Siaran Pers Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor: 31/sipers/A6/I/2026
Penulis: Kontributor BKHM
Editor: Denty Anugrahmawaty
Dinas Pendidikan
Ruang Pemerintah
Sekjen
Pegiat Literasi