Diterbikan pada: 13 Januari 2026
Tasikmalaya, 13 Januari 2026 - Pemerintah terus meningkatkan kualitas dan pemerataan layanan pendidikan melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan. Hasil revitalisasi tersebut kini dirasakan langsung oleh warga sekolah, mulai dari meningkatnya kenyamanan ruang belajar hingga tumbuhnya semangat belajar peserta didik. Melalui perbaikan dan pembangunan sarana dan prasarana sekolah, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berupaya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan inklusif. Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, menyampaikan bahwa Program Revitalisasi Satuan Pendidikan merupakan bagian dari kebijakan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang berorientasi pada peningkatan mutu layanan pendidikan secara menyeluruh. “Untuk meningkatkan kualitas pendidikan, banyak aspek yang harus kita tata, mulai dari penyediaan fasilitas pendidikan yang layak melalui revitalisasi, peningkatan kompetensi guru, hingga penataan manajemen pendidikan,” ujar Atip ketika meresmikan hasil revitalisasi 24 satuan pendidikan di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Minggu (11/1). Sejalan dengan itu, Atip menekankan pentingnya pengelolaan dan pemanfaatan fasilitas pendidikan yang telah direvitalisasi secara optimal dan berkelanjutan. Menurutnya, keberhasilan program revitalisasi tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh peran aktif pendidik, peserta didik, serta dukungan masyarakat sekitar. “Fasilitas yang telah dibangun harus dijaga dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Kehadiran sekolah yang layak ini diharapkan dapat berkontribusi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya di Kota Tasikmalaya,” tambahnya. Pada tahun 2025, Program Revitalisasi Satuan Pendidikan di Kabupaten Tasikmalaya menyasar kepada 24 satuan pendidikan yang terdiri atas 4 PAUD, 8 SD, 8 SMP, dan 4 SMA yang tersebar di sejumlah kecamatan. Adapun satuan pendidikan penerima program tersebut meliputi: TK Plus Assalam; TK Aisyiyah 5; TK Aisyiyah 1; TK IT Al Furqon; SDN 3 Picungremuk; SDN Bojongsari; SD Islam An-Nahl; SD Islam Al Misbah; SDN Sukarindik; SDN 1 Rahayu; SDN 1 Linggajaya; SDN 1 Manangga; SMAS Plus Pesantren Amanah Muhammadiyah; SMA Negeri 7 Tasikmalaya; SMA Negeri 2 Tasikmalaya; SMAS Plus Nashrul Haq; SMP Persis Gandok; SMP Islam Tarbiyatul Ummah; SMP Negeri 17 Tasikmalaya; SMP Al Mujahid; SMP IT Daarul Falaah; SMP Plus Nashrul Haq Tasik; SMP Negeri 4 Tasikmalaya; serta SMP Mahathir. Pengakuan Warga Sekolah: Revitalisasi Tingkatkan Semangat Belajar secara Signifikan Dampak positif revitalisasi dirasakan langsung oleh warga sekolah. Kepala SMA Negeri 2 Tasikmalaya, Ina Reina Susanti, selaku perwakilan satuan pendidikan penerima Program Revitalisasi Satuan Pendidikan, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Republik Indonesia khususnya program dari Presiden Prabowo Subianto atas dukungan peningkatan sarana dan prasarana pendidikan di daerah tersebut. “Kami merasakan perubahan yang sangat signifikan, baik bagi tenaga pendidik, tenaga kependidikan, maupun peserta didik, karena proses pembelajaran kini dapat berlangsung dengan lebih aman dan nyaman,” tuturnya. Ia menambahkan bahwa fasilitas yang lebih layak turut meningkatkan semangat belajar siswa serta menumbuhkan rasa bangga terhadap sekolah. “Siswa terlihat lebih bahagia dan termotivasi dengan ruang kelas dan fasilitas yang baru. Kami berharap program revitalisasi ini dapat terus berlanjut agar mutu pendidikan di Kabupaten Tasikmalaya semakin meningkat,” tambah Ina. Manfaat revitalisasi juga dirasakan oleh peserta didik. Rizky Haikal Akbar, siswa SMP Negeri 4 Tasikmalaya, menyampaikan bahwa fasilitas dan ruang kelas yang lebih nyaman membuat siswa lebih semangat mengikuti pembelajaran dan meraih prestasi. “Saya sebagai siswa di SMP Negeri 4 Tasikmalaya, dan juga teman-teman di sekolah lain, sangat merasakan manfaat positif dari revitalisasi ini. Fasilitas dan ruang kelas yang lebih nyaman membuat kami lebih semangat untuk belajar dan meraih prestasi,” ujar Rizky. Ia menambahkan bahwa perubahan kondisi sekolah memberikan motivasi baru bagi peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran. “Ketika ruang kelas dan fasilitas sekolah menjadi lebih layak dan nyaman, kami sebagai siswa merasa lebih fokus dan termotivasi untuk belajar di sekolah,” tambahnya. Senada dengan itu, Saskia, siswi SMA Negeri 2 Tasikmalaya, mengungkapkan bahwa Program Revitalisasi Satuan Pendidikan membawa perubahan signifikan terhadap kondisi ruang belajar di sekolahnya. “Sebelum direvitalisasi, kelas kami sering bocor ketika hujan dan kondisi bangunannya sudah kurang baik. Sekarang ruang kelas menjadi lebih aman dan nyaman untuk digunakan,” ungkapnya. Menurutnya, perbaikan fasilitas sekolah turut berdampak pada meningkatnya semangat belajar siswa. “Dengan ruang kelas yang lebih rapi, bersih, dan nyaman, kami menjadi lebih bersemangat mengikuti pembelajaran di kelas,” tambahnya. (Penulis: INTAN || Editor: Irfan/Denty) Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemdikdasmen.go.id/main/blog/category/siaran-pers
#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah
Sumber: Siaran Pers Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor: 29/sipers/A6/I/2026
Penulis: Muhammad Irfan
Editor: Denty Anugrahmawaty
PaudDikdasmen
Pendidikan Vokasi
Badan Bahasa
BSKAP
Guru Sekolah Kejuruan
Sekolah Kejuruan
Dinas Pendidikan
Ruang Murid
Ruang GTK
Ruang Sekolah
Ruang Orang Tua
Ruang Pemerintah
Ruang Mitra
Ruang Publik
Ruang Bahasa
GTK
Itjen
Vokasi
Sekjen
Murid Kejuruan
Guru PAUD
Guru Dikdasmen
Sekolah PAUD
Sekolah Dikdasmen
Murid PAUD
Murid Dikdasmen
Mitra Dikdasmen
Orang Tua
Sastrawan
Pegiat Literasi
Pemenuhan dan Perbaikan Sarana dan Prasarana Pendidikan