Education Friendly rumah_pendidikan
Find information about the Ministry of Education and Culture, organizational structure, and regulations.
Profile Information of Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Public Information of Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Find news, press releases, announcements, and official documentation from Kemendikdasmen
General Information
Home
Button Icon
Button Icon
PPID
Button Icon Home
Button Icon Profile
Find information about the Ministry of Education and Culture, organizational structure, and regulations.
Button Icon
Button Icon
Button Icon
Button Icon Profiles of Officials
Button Icon Publication
Find news, press releases, announcements, and official documentation from Kemendikdasmen
Button Icon PPID
Wujudkan Ekosistem Sekolah Luhur, Kemendikdasmen Selenggarakan Workshop Implementasi Gerakan ASRI

Published on: 16/07/2026

Share:

Press Release Image

Jakarta, Kemendikdasmen – Dalam upaya mendorong transformasi budaya sekolah yang sistematis dan holistik, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Sekolah Menengah Pertama (SMP)  menyelenggarakan Workshop Implementasi Gerakan Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) di Satuan Pendidikan Jenjang SMP. 

Kegiatan intensif yang berlangsung pada 2 s.d. 4 Juli 2026 di Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten ini, dihadiri secara aktif oleh jajaran pendidik dan tenaga kependidikan di jenjang SMP, pengawas, Dinas Pendidikan, serta Unit Pelaksana Teknis BBPMP/BPMP di Provinsi Banten, Provinsi DKI Jakarta, dan Provinsi Jawa Barat. 

Langkah strategis ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mendorong lingkungan belajar agar menjadi ruang yang ideal bagi pengembangan karakter dan talenta generasi muda Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045. 

Gerakan ASRI di satuan pendidikan digagas sebagai gerakan nasional oleh Presiden Prabowo Subianto pada Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026, yang berfokus pada penanganan sampah terpadu serta peningkatan kualitas hidup masyarakat. Dalam ranah pendidikan, sekolah memegang peranan krusial untuk menanamkan nilai-nilai karakter sejak dini. Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) direvitalisasi penuh menjadi "rumah" bagi program-program prioritas Kemendikdasmen di tingkat satuan pendidikan. 

Lokakarya ini bertujuan untuk memberikan pembekalan teknis dan strategis yang komprehensif bagi para pemangku kepentingan mengenai tata kelola implementasi Program ASRI yang terintegrasi langsung dengan Trias UKS (Pendidikan Kesehatan, Pelayanan Kesehatan, dan Pembinaan Lingkungan Sekolah Sehat). 

“Sekolah pada hakikatnya adalah sebuah laboratorium kemanusiaan dan inkubator raksasa tempat kita mengidentifikasi, mengasuh, melatih, dan melepas talenta-talenta terbaik bangsa ke masa depan. Bakat kognitif, kreativitas, kepemimpinan, dan kecerdasan emosional murid SMP tidak akan pernah terakselerasi jika mereka belajar di bawah bayang-bayang ketakutan akan perundungan, lingkungan kotor, atau tidak sehat,” tegas Staf Ahli Bidang Manajemen Talenta, Mariman Darto.

Melalui paparan dari narasumber lintas kementerian, termasuk Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kesehatan, serta Pusat Penguatan Karakter (Puspeka), lokakarya ini membedah empat pilar utama ASRI yang selaras dengan Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 sebagai berikut. 

Pertama, Aman (Budaya Perlindungan Menyeluruh), yaitu menciptakan lingkungan yang memberikan jaminan kebebasan beribadah (spiritual), keamanan infrastruktur fisik yang ramah disabilitas dan tanggap bencana, kesejahteraan psikologis-sosiokultural yang bebas dari perundungan dan kekerasan, serta keadaban digital demi memproteksi murid dari ancaman siber dan judi online. 

Kemudian, Sehat (Pendidikan dan Pelayanan Kesehatan Terpadu), dengan melakukan pelayanan promotif-preventif aktif melalui integrasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai laboratorium gizi nyata, pemeriksaan kesehatan berkala, intervensi spesifik anemia (Aksi Bergizi), serta penegakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR). 

Selanjutnya, Resik (Pembinaan Lingkungan Fisik dan Sanitasi), dengan mengoptimalkan manajemen air dan sanitasi (WASH) yang ramah disabilitas, serta mengimplementasikan pengelolaan sampah terintegrasi berbasis prinsip 3R/7R, komposting, dan pembentukan bank sampah sekolah. 

Terakhir, Indah (Estetika Lingkungan Berkelanjutan), dengan melakukan penghijauan terencana lewat optimalisasi taman TOGA, program "Pohon Asuh" (Satu Siswa Satu Tanaman) untuk memantik sense of ownership, pengaturan tata letak kelas yang dinamis, hingga membudayakan antre dan ketertiban umum. 

Rangkaian lokakarya dikemas secara interaktif dan dinamis, menggabungkan sesi pemaparan regulasi, diskusi panel, simulasi praktis, hingga forum berbagi pengalaman regional (breakout room). Di sela-sela penyampaian materi teknis, para peserta diajak berpartisipasi dalam sesi permainan interaktif untuk menguji referensi digital serta regulasi penegakan budaya sekolah aman dan nyaman. 

Salah satu sesi yang memantik antusiasme peserta adalah Sesi Belanja Ide. Dalam sesi ini, peserta dibagi ke dalam kelompok kecil berdasarkan empat pilar ASRI. Sebagian peserta bertugas menjaga “posko” untuk memaparkan ide kreatif dan praktik baik dari sekolahnya, sementara sebagian lainnya berkunjung ke posko lain untuk melakukan kurasi ide yang adaptif guna diterapkan di  

Selain itu, dilaksanakan pula Gelar Wicara Makanan Bergizi yang melibatkan narasumber cilik lintas jenjang pendidikan. Salah satu murid jenjang SMP, Aliza Ariani dari Jakarta Barat, berbagi pengalaman nyata mengenai keberhasilan program 'Duta Pangan' sekolah dalam menyosialisasikan keamanan pangan serta membangun komunikasi di kalangan teman sebaya untuk saling menegur dan mengingatkan pola hidup sehat tanpa terkesan menghakimi. 

Melalui pendampingan intensif dari fasilitator, lokakarya ini berhasil merumuskan draf dokumen Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang riil dari setiap sekolah peserta. Berbagai praktik baik yang telah berhasil diuji coba di lapangan turut dipaparkan sebagai standar referensi nasional. 

Direktur SMP Kemendikdasmen, Maulani Mega Hapsari, mengapresiasi pelaksanaan lokakarya serta kedalaman dokumen RTL yang telah disusun bersama. Ia menegaskan bahwa seluruh program intervensi Direktorat SMP ke depan akan senantiasa berbasis data Dapodik yang akurat. Penyelarasan anggaran fisik tahun ini akan diprioritaskan bagi rehabilitasi toilet layak anak, akses air bersih, serta peningkatan sanitasi sekolah. Terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG), Direktorat SMP telah menerbitkan Buku Pelaksanaan Pendidikan dengan kalkulasi terbaru demi mewujudkan tata kelola program yang akuntabel di tiap satuan pendidikan. 

Lokakarya ditutup dengan kesepakatan dan komitmen bersama dari seluruh pemangku kepentingan bahwa Program ASRI bukan sekadar pelengkap administrasi, melainkan fondasi utama dalam menciptakan ekosistem sekolah luhur. Keberhasilan gerakan ini diukur dari perubahan perilaku harian yang nyata. Para peserta siap menjadi motor penggerak transformasi budaya sekolah di wilayah masing-masing demi melahirkan generasi muda yang sehat fisik, tangguh mental, dan memiliki tanggung jawab ekologis yang kuat demi masa depan Indonesia.*** (Penulis & Dokumentasi: Tim Direktorat SMP/Editor: Stephanie)

 

Writer: Kontributor BKHM

Editor: Denty Anugrahmawaty

Berita Related