Published on: 16/07/2026
Jakarta, Kemendikdasmen – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Sekolah Menengah Pertama menyelenggarakan Webinar "Mengenal MPLS Ramah Jenjang SMP" sebagai bagian dari sosialisasi implementasi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah menjelang Tahun Ajaran 2026/2027. Mengusung tema Hari Baru Aman dan Nyaman di Sekolah, webinar ini bertujuan memperkuat pemahaman pemerintah daerah, satuan pendidikan, guru, kepala sekolah, orang tua, dan pemangku kepentingan pendidikan mengenai kebijakan terbaru pelaksanaan MPLS Ramah. Direktur Sekolah Menengah Pertama, Maulani Mega Hapsari, membuka webinar secara resmi dengan menegaskan bahwa kesan pertama murid terhadap sekolah akan memengaruhi semangat belajar mereka di masa depan. Oleh karena itu, pelaksanaan MPLS Ramah harus mampu menghadirkan pengalaman pertama yang positif sehingga murid merasa diterima, dihargai, dan memperoleh pengalaman belajar yang membahagiakan sejak hari pertama memasuki lingkungan sekolah. Menurutnya, sekolah harus menjadi rumah kedua bagi setiap murid. Melalui MPLS Ramah, seluruh ekosistem pendidikan diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, menyenangkan, dan bebas dari kekerasan. Ia juga mengajak guru, kepala sekolah, pemerintah daerah, orang tua, dan masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan pelaksanaan MPLS Ramah agar menjadi pengalaman bermakna bagi seluruh murid baru. Webinar ini diselenggarakan untuk memberikan pemahaman yang utuh mengenai regulasi dan pembaruan pelaksanaan MPLS Ramah. Kemendikdasmen telah menerbitkan Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026 tentang Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah Ramah serta Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 198 Tahun 2026 tentang Uraian Materi MPLS Ramah sebagai landasan pelaksanaan MPLS di seluruh satuan pendidikan. "Melalui tema "Hari Baru Aman dan Nyaman di Sekolah, kami mengajak murid baru untuk memulai perjalanan baru memasuki sekolah dalam budaya yang aman dan nyaman. Aman dari kekerasan, perundungan, ketakutan, maupun rasa bersalah, serta nyaman karena di hari barumu dan selanjutnya ada guru-guru yang siap mendengar, teman-teman yang siap membagikan suka dan duka, serta ilmu layaknya satu keluarga," ujar Mega. Dalam sesi materi, narasumber menjelaskan bahwa Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026 menghadirkan sejumlah pembaruan penting. Beberapa di antaranya adalah perubahan durasi MPLS menjadi lima hari, pembagian materi menjadi materi utama dan materi pilihan, kewajiban sekolah melakukan sosialisasi kepada orang tua atau wali murid sebelum MPLS, serta penguatan konsep Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai landasan penyelenggaraan MPLS Ramah. Melalui aturan ini, Kemendikdasmen menekankan bahwa seluruh kegiatan MPLS Ramah harus dilaksanakan secara aman, nyaman, edukatif, inklusif, serta bebas dari perpeloncoan, diskriminasi, maupun segala bentuk kekerasan. Selain itu, sekolah juga dilarang melakukan pungutan biaya, mewajibkan pembelian atribut yang tidak relevan, maupun melibatkan alumni sebagai penyelenggara kegiatan. MPLS Ramah dirancang sebagai pengalaman belajar awal yang bermakna bagi murid. Menurutnya, MPLS Ramah tidak sekadar menjadi meeting point yang mempertemukan murid baru, tetapi juga harus menjadi melting point yang membangun hubungan positif antara murid, guru, tenaga kependidikan, dan seluruh warga sekolah. Pelaksanaan MPLS Ramah mengintegrasikan enam materi utama, yang meliputi Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Pagi Ceria, Sopan Santun Bermedia Sosial, Budaya 5S, Gerakan Indonesia ASRI, dan Gerakan Rukun Sama Teman. Selain itu, sekolah diberikan keleluasaan untuk mengembangkan materi pilihan sesuai karakteristik dan kearifan lokal masing-masing daerah. Sebagai bagian dari pembaruan kebijakan tahun 2026, pelaksanaan MPLS Ramah juga dilengkapi dengan berbagai asesmen awal murid, meliputi identifikasi bakat dan minat, asesmen literasi dan numerasi, identifikasi kondisi sosial-emosional, asesmen kebugaran, deteksi dini Budaya Sekolah Aman dan Nyaman, serta skrining murid berkebutuhan khusus. Informasi tersebut diharapkan menjadi dasar bagi sekolah dalam memberikan layanan pendidikan yang lebih sesuai dengan kebutuhan setiap murid. MPLS Ramah merupakan gerakan bersama yang membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan, orang tua, hingga masyarakat. Melalui semangat “Hari Baru Aman dan Nyaman di Sekolah”, Kemendikdasmen berharap seluruh satuan pendidikan dapat menghadirkan pengalaman pertama yang positif sehingga sekolah benar-benar menjadi rumah kedua bagi setiap murid. Webinar ini diharapkan menjadi langkah awal dalam menyamakan pemahaman seluruh pemangku kepentingan sehingga pelaksanaan MPLS Ramah Tahun Ajaran 2026/2027 dapat berlangsung secara optimal di seluruh satuan pendidikan. (Penulis: Fatih/Editor: Stephanie)
Writer: Kontributor BKHM
Editor: Denty Anugrahmawaty