Yogyakarta, Kemendikdasmen - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, menegaskan pentingnya inovasi dan penyesuaian kebijakan pendidikan agar dapat menjawab kebutuhan masyarakat. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Laporan Dekan dan Orasi Ilmiah Puncak Dies Natalis ke-43 Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Kamis (15/10).
Fajar mengatakan bahwa kebijakan publik bersifat dinamis dan dapat mengalami penyesuaian berdasarkan persoalan yang ditemukan dalam pelaksanaannya. Menurutnya, pengalaman langsung di lapangan, termasuk mendengar keluhan guru di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), menjadi salah satu pertimbangan penting dalam mendorong terobosan kebijakan pendidikan. “Tidak ada sebuah kebijakan yang harga mati, selalu prosesnya berkembang,” ujar Fajar.
Ia menyontohkan persoalan yang dihadapi sekolah swasta ketika guru-guru mereka diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah sekolah swasta kehilangan guru terbaiknya dan mengalami kekurangan tenaga pendidik.
Wamen Fajar menjelaskan bahwa pemerintah kemudian mencari ruang untuk menjawab persoalan tersebut melalui penyesuaian kebijakan. Ia menyampaikan bahwa pada Januari 2025, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menerbitkan peraturan yang memungkinkan guru ASN atau PPPK didistribusikan kembali dari sekolah negeri ke sekolah asalnya, termasuk sekolah swasta, sesuai ketentuan yang berlaku. “Karena ini kita bicara inovasi kebijakan, kalau istilah orang pesantren ijtihad regulasinya, maka Permendikdasmen itu mengambil celah dari Undang-Undang ASN,” jelasnya.
Menurut Fajar, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa kebijakan pendidikan perlu terus dievaluasi dan dikembangkan agar tujuan pelayanan publik dapat dirasakan masyarakat secara luas. Penyesuaian kebijakan, perlu mempertimbangkan kebutuhan nyata di lapangan sekaligus kerangka regulasi yang berlaku.
Dalam kesempatan tersebut, Fajar juga menyampaikan apresiasi terhadap peran Sekolah Pascasarjana UGM dalam membentuk cara pandang dan pemikiran para praktisi kebijakan. Sebagai alumni program magister dan doktor UGM, ia menilai pendidikan pascasarjana berperan dalam mengonsolidasikan pengetahuan dan pengalaman yang dibutuhkan untuk memahami serta mengembangkan kebijakan publik.*** (Penulis: Zahra/Editor: Denty)
Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers
#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah