Diterbitkan pada: 08/09/2026
Bogor, 8 September 2026 — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Southeast Asian Regional Centre for Tropical Biology (SEAMEO BIOTROP) akan menyelenggarakan The 5th International Conference on Tropical Biology (ICTB) 2026 pada 5–7 Oktober 2026 di IPB International Convention Centre Bogor, Indonesia. Mengusung tema “Biodiversity Beyond Boundaries: Advancing Global Education, Bio-Science, and Sustainable Landscapes” dengan empat subtema, yaitu Biodiversity Education through Geoparks, National Parks, and Landscape-Based Learning Systems; Sustainable Management of Sub-optimal Lands and Post-Mining Landscapes; Nature-Based Livelihoods; dan Biotechnology for Biodiversity, Environment, and Climate Change, ICTB 2026 diharapkan menjadi wadah bagi peneliti, akademisi, pendidik, praktisi, mahasiswa, pembuat kebijakan, dan pemangku kepentingan untuk berbagi hasil penelitian, membangun jejaring dan kolaborasi, serta memperkuat pengembangan ilmu pengetahuan dan pengelolaan biodiversitas secara berkelanjutan. Direktur SEAMEO BIOTROP, Edi Santosa, menyampaikan bahwa tantangan biodiversitas membutuhkan pendekatan yang melampaui batas disiplin ilmu maupun wilayah, “Biodiversitas tidak mengenal batas administratif. Karena itu, penguatan kerja sama penelitian, pendidikan, dan inovasi menjadi penting untuk menghasilkan pengetahuan yang dapat mendukung pengelolaan sumber daya hayati secara berkelanjutan.” Mendorong Diseminasi dan Publikasi Hasil Riset ICTB 2026 juga menawarkan peluang publikasi bagi para peneliti dan akademisi. Makalah yang memenuhi persyaratan dan lolos proses seleksi serta peer review berkesempatan diterbitkan dalam prosiding terindeks Scopus, termasuk IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, maupun jurnal internasional terindeks Scopus yang bermitra dengan ICTB 2026, sesuai dengan ketentuan dan kebijakan editorial masing-masing penerbit. Call for Abstract ICTB 2026 masih dibuka hingga 30 September 2026, sehingga peneliti dan akademisi dari Indonesia maupun mancanegara masih memiliki kesempatan untuk berpartisipasi dan mendiseminasikan hasil penelitiannya melalui forum internasional ini. “Melalui ICTB, kami ingin tidak hanya menghadirkan ruang untuk mempresentasikan hasil penelitian, tetapi juga membuka peluang agar pengetahuan yang dihasilkan dapat terdokumentasi dan disebarluaskan melalui publikasi ilmiah yang memiliki jangkauan lebih luas,” ujar Prof. Dr. Edi Santosa. Lebih lanjut Dr. Doni Yusri, Deputi Direktur Bidang Program menambahkan “Biodiversitas tidak mengenal batas administratif maupun disiplin ilmu. Melalui ICTB 2026, kami ingin menghadirkan ruang bagi peneliti, akademisi, pendidik, praktisi, dan pemangku kepentingan untuk berbagi pengetahuan, mendiseminasikan hasil penelitian, membangun jejaring, serta memperkuat kolaborasi. Lebih dari sekadar forum ilmiah, ICTB diharapkan dapat menjembatani penelitian, pendidikan, inovasi, dan kebijakan, sehingga pengetahuan tentang biodiversitas dapat memberikan kontribusi yang lebih luas bagi pengelolaan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.” Menghadirkan Perspektif Nasional dan Internasional ICTB 2026 turut mengundang sejumlah tokoh nasional dan internasional sebagai keynote speakers yang diharapkan dapat memberikan perspektif strategis mengenai biodiversitas, perubahan iklim, pengelolaan bentang alam berkelanjutan, serta pemanfaatan biodiversitas untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. Tokoh yang diagendakan untuk memberikan keynote antara lain Abdul Mu'ti, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia; Mohammad Jumhur Hidayat, Menteri Lingkungan Hidup; Arif Satria, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN); Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat; Professor Piers Forster dari University of Leeds; Andrew Bovarnick dari United Nations Development Programme (UNDP); serta Karen Sack dari Ocean Risk and Resilience Action Alliance. Memperkuat Kerja Sama Regional Penyelenggaraan ICTB 2026 merupakan bagian dari upaya Kemendikdasmen melalui SEAMEO BIOTROP dalam memperkuat kerja sama regional di bidang biologi tropis, biodiversitas, pendidikan, dan lingkungan. Sebagai salah satu pusat regional SEAMEO di Indonesia, SEAMEO BIOTROP memiliki peran dalam mendorong pengembangan kapasitas, penelitian, pendidikan, dan pertukaran pengetahuan terkait biodiversitas dan lingkungan tropis. Melalui ICTB 2026, hasil penelitian dan pengalaman dari berbagai negara diharapkan tidak hanya memperluas jejaring akademik, tetapi juga membuka peluang kolaborasi baru dan memperkuat hubungan antara penelitian, pendidikan, inovasi, dan kebijakan untuk mendukung pengelolaan biodiversitas dan pembangunan berkelanjutan. Informasi mengenai ICTB 2026 dapat diakses melalui laman resmi ICTB 2026 https://ictb.biotrop.org *** (Penulis/Dokumentasi: Tim SEAMEO BIOTROP) Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers
#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah
Penulis: Kontributor BKHM
Editor: Denty Anugrahmawaty