Diterbitkan pada: 09/08/2026
Kabupaten Bungo, Jambi, 8 Agustus 2026 – Ketersediaan data hasil belajar secara berkala menjadi kebutuhan penting bagi pemerintah daerah untuk mengidentifikasi kemampuan murid dan menentukan intervensi pendidikan secara lebih tepat. Menjawab kebutuhan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bungo meluncurkan aplikasi Bungo Pintar yang menyediakan data hasil pembelajaran secara real-time untuk jenjang TK, SD, hingga SMP. Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq mengapresiasi aplikasi Bungo Pintar sebagai inovasi daerah dalam mengembangkan pembelajaran berbasis digital. Apresiasi tersebut disampaikan saat menghadiri peluncuran aplikasi Bungo Pintar di kantor BAPPEDA Kabupaten Bungo, Jambi, Jumat (7/8). “Inovasi digital ini sangat cocok dan sejalan dengan apa yang sedang kami upayakan di Kemendikdasmen, yaitu memperkuat inovasi pembelajaran berbasis digital. Kami menyampaikan apresiasi dan selamat atas kehadiran aplikasi Bungo Pintar sebagai inisiatif kreatif dari daerah,” ujar Fajar. Aplikasi Bungo Pintar lahir dari kebutuhan akan ketersediaan data hasil pembelajaran secara real-time. Melalui platform ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bungo dapat memetakan kemampuan akademik murid secara berkala, mulai dari mingguan hingga tahunan, untuk menentukan kebutuhan intervensi dan pelatihan guru. Aplikasi ini dilengkapi fitur seperti bank soal, gim literasi-numerasi, perpustakaan digital, hingga akademi Al-Qur’an. Murid juga dapat mempelajari materi yang sulit melalui simulasi permainan yang menyenangkan. Bupati Bungo, Dedy Putra, mengatakan bahwa aplikasi Bungo Pintar telah menjadi bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bungo. “Kedatangan Bapak hari ini merupakan agenda kami karena visi misi kami yaitu Bungo Pintar ini itu termuat dalam RPJMD Kabupaten Bungo,” ungkapnya. Salah satu fokus utama program tersebut adalah literasi Al-Qur’an yang diwajibkan bagi murid pada 30 menit pertama jam sekolah. Hal ini menjadi bagian dari upaya daerah mengembangkan muatan lokal melalui ekosistem digital. Inovasi ini lahir dari kegigihan tim yang dipimpin oleh Baskoro Pandu Aji, Kepala SD Negeri 183 Sumber Mulia dengan latar belakang Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK). Meski tidak memiliki latar belakang teknologi informasi, Baskoro membangun sistem ini secara otodidak melalui kolaborasi antarfasilitator. Dengan biaya pengembangan Rp0, aplikasi tersebut berhasil diselesaikan dalam waktu tiga bulan. “Pesan dosen saya dulu, jadilah guru PJOK yang otaknya berotot dan ototnya berotak,” ujar Baskoro saat menceritakan tantangan pengembangan aplikasi tersebut. Baskoro juga menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan teknologi yang diterima sekolah-sekolah di daerahnya. “Beginilah bapak, ibu, betapa berharganya alat bantuan dari Bapak Presiden kita. Interactive Flat Panel (IFP) ini merupakan salah satu alat yang sangat bermanfaat bagi kita semua. Harapannya semoga nanti setiap kelas punya satu unit,” ungkapnya. Pada saat yang sama, Pemerintah Kabupaten Bungo telah menyampaikan usulan pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dengan menyediakan lahan seluas 20 hektare di dua lokasi berbeda. Kemendikdasmen membangun ekosistem digital pembelajaran melalui penyediaan IFP. Tahun lalu, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah mendistribusikan 4.533 unit IFP di Provinsi Jambi senilai Rp150 miliar, dengan Kabupaten Bungo sebagai penerima alokasi tertinggi sebanyak 473 unit. Wamendikdasmen Fajar mendorong agar perangkat tersebut dimanfaatkan secara optimal di kelas untuk mendukung proses belajar mengajar murid. Inovasi Bungo juga mendukung agenda Kemendikdasmen dalam membangun ekosistem digital pembelajaran nasional. Fajar mengatakan bahwa Kemendikdasmen memiliki super app Rumah Pendidikan yang mengintegrasikan lebih dari 1.000 aplikasi pendidikan dalam satu pintu. Platform ini telah mendapatkan pengakuan internasional sebagai juara nomor satu dunia pada ajang World Summit on the Information Society (WSIS) Prizes 2026 di Swiss untuk kategori pelayanan pendidikan berbasis e-government. Sebagai langkah tindak lanjut, Fajar mendorong agar inovasi daerah seperti Bungo Pintar dapat diintegrasikan ke dalam ekosistem Rumah Pendidikan. Hal ini bertujuan agar konten lokal yang berkualitas dapat diakses secara nasional oleh murid di wilayah lain sekaligus menciptakan efisiensi layanan digital pendidikan. Tim Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kemendikdasmen dijadwalkan segera berkomunikasi dengan tim inovasi di Bungo untuk menindaklanjuti proses integrasi dan sinkronisasi teknis.
Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers
#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah
Penulis: Rany Larasari
Editor: Editor BKHM