Pendidikan Friendly rumah_pendidikan
Temukan informasi tentang Kemendikdasmen, struktur organisasi, dan regulasi
Informasi Profil Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Informasi Publik Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Temukan kabar, siaran pers, pengumuman, dan dokumentasi resmi dari Kemendikdasmen
Informasi Umum
Beranda
Button Icon
Button Icon
PPID
Button Icon Beranda
Button Icon Profil
Temukan informasi tentang Kemendikdasmen, struktur organisasi, dan regulasi
Button Icon
Button Icon
Button Icon
Button Icon PPID
Perjalanan Rumah Pendidikan Menjadi Juara Dunia WSIS Prizes 2026: Dari Gagasan Menuju Panggung PBB

Diterbitkan pada: 10/07/2026

Bagikan

Gambar Siaran Pers

Jenewa, Swiss, Kemendikdasmen --- Ketika Rumah Pendidikan diumumkan sebagai Winner WSIS Prizes 2026 pada kategori e-Government, Indonesia tidak sekadar membawa pulang sebuah penghargaan internasional. Lebih dari itu, Indonesia mencatat sejarah baru. Untuk pertama kalinya sejak WSIS Prizes diselenggarakan oleh International Telecommunication Union (ITU) pada tahun 2012, Indonesia berhasil meraih predikat Winner pada kategori e-Government melalui inovasi digital karya anak bangsa yang dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Penghargaan tersebut diterima oleh Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, yang mewakili Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI di Jenewa, Swiss, Kamis (9/7).

"Penghargaan ini merupakan buah dari visi Presiden Prabowo Subianto dalam memperluas akses pendidikan melalui teknologi, kepemimpinan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Abdul Mu'ti, serta dedikasi seluruh pemangku kepentingan pendidikan, khususnya jajaran Kemendikdasmen dan tim Rumah Pendidikan. Pengakuan internasional ini semakin menguatkan komitmen kami untuk terus menghadirkan pendidikan bermutu yang dapat diakses oleh setiap anak Indonesia”, ucap Suharti.

Penghargaan internasional ini diraih setelah menyisihkan 1.596 inovasi digital dari 122 negara. Dari seluruh inovasi yang diajukan, dewan juri internasional menetapkan 360 nominasi. Selanjutnya, berdasarkan lebih dari 2,2 juta suara publik, terpilih 90 Champion Project. Pada tahap akhir, dewan juri yang terdiri atas para pakar menetapkan 18 Winner dan 72 Champion pada 18 kategori WSIS Action Lines yang diperlombakan.

Pencapaian ini menjadi tonggak penting bagi transformasi digital pendidikan Indonesia sekaligus memperlihatkan bahwa inovasi pelayanan publik Indonesia mampu bersaing dan memperoleh pengakuan di tingkat global.

WSIS Prizes merupakan bagian dari implementasi World Summit on the Information Society (WSIS) yang diselenggarakan oleh ITU bersama berbagai badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Setiap tahun, penghargaan ini memilih proyek-proyek terbaik dunia yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk mendukung pembangunan berkelanjutan melalui 18 kategori WSIS Action Lines.

Di antara seluruh kategori tersebut, Action Line C7: e-Government merupakan salah satu kategori paling bergengsi karena menilai bagaimana pemerintah memanfaatkan teknologi digital untuk menghadirkan layanan publik yang lebih efektif, inklusif, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Sejak WSIS Prizes pertama kali diselenggarakan pada tahun 2012, kategori Action Line C7: e-Government telah dimenangkan oleh berbagai inovasi digital dari India, Bangladesh, Arab Saudi, Türkiye, Rusia, Tiongkok, Azerbaijan, Uni Emirat Arab, dan Indonesia.

Selama lebih dari satu dekade, penghargaan tersebut didominasi oleh inovasi layanan publik seperti sistem pensiun, layanan administrasi pemerintahan, peradilan elektronik, pertanahan, perizinan, hingga layanan pemerintahan berbasis kecerdasan artifisial. Baru pada tahun 2026, Indonesia berhasil mencatat sejarah melalui Rumah Pendidikan sebagai Winner pertama Indonesia pada kategori tersebut.

Jejak Winner WSIS Prizes Action Line C7: e-Government (2012–2026)

Tahun

Negara

Proyek Inovasi

2012

India

NICT – Samadhan Project

2013

India

Project SAKSHAM

2014

Bangladesh

Services @ Citizens' Doorsteps

2015

Saudi Arabia

The System of Committees and Councils

2016

Türkiye

e-National Judicial System

2017

Russian Federation

Rendering of State and Municipal Services in Electronic Format

2018

China

Targeted Poverty Alleviation System (TPAS)

2019

Saudi Arabia

Licenses Portal

2020

India

Sabooj Sathi Online 3.0

2021

Azerbaijan

Citizens' Electronic Appeals System

2022

Bangladesh

Digital Land Tax

2023

India

AuditOnline

2024

Azerbaijan

MyGov

2025

United Arab Emirates

TAMM AI Assistant

2026

Indonesia

Rumah Pendidikan

Indonesia sebenarnya pernah menunjukkan kiprahnya pada WSIS Prizes 2021 melalui Superaplikasi Jakarta Kini (JAKI) yang memperoleh predikat Champion pada kategori Action Line C7: e-Government. Dalam terminologi resmi ITU, Champion bukan berarti runner-up, melainkan proyek yang berhasil melewati proses seleksi internasional dan masuk ke jajaran proyek terbaik pada kategorinya. Sementara itu, Winner merupakan proyek yang akhirnya dipilih sebagai pemenang utama.

Karena itu, keberhasilan Rumah Pendidikan pada tahun 2026 memiliki makna yang sangat istimewa. Untuk pertama kalinya, Indonesia berhasil menempati posisi tertinggi pada kategori e-Government sejak WSIS Prizes pertama kali diselenggarakan.

Di kesempatan terpisah, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa sejak diluncurkan pada Januari 2025, Rumah Pendidikan telah menjadi bagian dari transformasi pendidikan dari schooling menuju learning, yakni pembelajaran yang tidak lagi terbatas pada ruang kelas, tetapi dapat berlangsung kapan saja dan di mana saja melalui berbagai layanan pendidikan digital.

Ia juga menjelaskan bahwa Rumah Pendidikan hadir untuk memperkuat ekosistem digitalisasi pembelajaran sebagai bagian dari pelaksanaan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025. Hingga saat ini, sebanyak 288.865 satuan pendidikan telah menerima Interactive Flat Panel (IFP) yang menjadi sarana pendukung untuk mengakses layanan Rumah Pendidikan.

"Pencapaian ini menjadi tonggak penting karena untuk pertama kalinya sejak WSIS Prizes diselenggarakan oleh ITU pada 2012, Indonesia berhasil meraih predikat Winner kategori e-Government melalui Rumah Pendidikan, sebuah inovasi digital karya anak bangsa yang dikembangkan oleh Kemendikdasmen”, jelas Mendikdasmen Abdul Mu’ti.

Hingga saat ini, ekosistem Rumah Pendidikan telah mengintegrasikan 66 layanan pendidikan yang dimanfaatkan oleh lebih dari 6,9 juta pengguna dan telah mencatat lebih dari 67 juta kunjungan. Sebanyak 21 mitra turut menyediakan lebih dari 3.000 materi pembelajaran digital melalui Ruang GTK dan Ruang Murid, sementara Ruang Murid sendiri telah dikunjungi lebih dari 37,7 juta kali oleh sekitar 3,6 juta pengguna dengan akses gratis ke 4.843 sumber belajar.

Dalam mendukung tata kelola pendidikan berbasis data, 339.000 satuan pendidikan bersama pemerintah daerah di 513 kabupaten/kota telah memanfaatkan Rapor Pendidikan melalui Rumah Pendidikan. Platform ini juga telah menggandeng lebih dari 50 mitra strategis untuk memperkuat kolaborasi lintas ekosistem pendidikan.

Pemanfaatan Rumah Pendidikan terus meluas, termasuk oleh 104.814 guru di daerah 3T atau sekitar 54,6 persen dari total guru di wilayah tersebut. Melalui Learning Management System (LMS), tersedia 23.600 kelas pelatihan, termasuk untuk program prioritas Pembelajaran Mendalam serta Koding dan Kecerdasan Artifisial (KA). Selain itu, 1.450 Guru Penggerak Pejuang Digital (GPD) telah menyelenggarakan 2.700 kegiatan pengimbasan yang meningkatkan kapasitas lebih dari 137.000 guru dalam pemanfaatan teknologi untuk pembelajaran.

Deputi Wakil Tetap RI/Duta Besar PTRI Jenewa, Achsanul Habib, yang juga hadir dalam acara penyerahan penghargaan WSIS Prizes 2026 menyampaikan bahwa Perutusan Tetap Republik Indonesia (PTRI) Jenewa akan terus mendukung dan memperjuangkan kepentingan Indonesia di berbagai forum multilateral di Jenewa yang merupakan salah satu pusat diplomasi digital dunia.

"Keberhasilan Indonesia meraih predikat Winner WSIS Prizes 2026 pada kategori Action Line C7: e-Government untuk pertama kalinya sejak ajang ini diselenggarakan pada 2012 merupakan pencapaian yang membanggakan bagi dunia pendidikan nasional. Pengakuan ini menunjukkan bahwa inovasi Indonesia mampu bersaing di tingkat global sekaligus menjadi kebanggaan bagi guru, peserta didik, orang tua, dan seluruh masyarakat Indonesia. Pencapaian ini menegaskan bahwa teknologi dapat menjadi bagian dari solusi untuk memperluas akses, meningkatkan pemerataan kesempatan, serta menghadirkan pendidikan yang lebih inklusif dan bermutu bagi semua", ucap Habib.

Perjalanan para pemenang kategori ini juga menunjukkan bagaimana konsep e-Government terus berkembang. Rumah Pendidikan menghadirkan pendekatan yang berbeda. Rumah Pendidikan tidak hanya mendigitalisasi layanan pemerintah, tetapi membangun ekosistem pendidikan digital terpadu yang menghubungkan guru, murid, orang tua, sekolah, pemerintah, dan berbagai mitra dalam satu platform. Pendekatan ini memperluas makna e-Government, dari sekadar digitalisasi layanan administrasi menjadi transformasi layanan publik yang berpusat pada kebutuhan masyarakat.

Lebih penting lagi, Rumah Pendidikan lahir dari keyakinan bahwa tempat tinggal seorang anak tidak boleh menentukan kualitas pendidikan yang diterimanya. Di negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau, tantangan pemerataan pendidikan tidak mungkin diselesaikan hanya dengan pembangunan fisik. Transformasi digital menjadi jembatan yang menghubungkan ruang-ruang belajar di seluruh Indonesia.

Melalui Rumah Pendidikan, guru memperoleh akses terhadap pengembangan kompetensi, sumber belajar, dan layanan pendidikan yang terintegrasi. Orang tua semakin mudah terlibat dalam proses belajar anak. Sekolah memperoleh layanan publik yang lebih sederhana dan efisien. Teknologi dimanfaatkan bukan untuk menggantikan guru, tetapi untuk memperkuat peran mereka sebagai pusat pembelajaran.

Keberhasilan ini juga menunjukkan bahwa inovasi digital Indonesia semakin matang. Jika pada satu dekade lalu Indonesia masih belajar dari berbagai praktik baik dunia, kini Indonesia mulai berkontribusi dengan menghadirkan model transformasi digital yang relevan bagi negara-negara berkembang yang memiliki tantangan geografis serupa.

Pengakuan internasional ini sekaligus memperkuat komitmen Indonesia dalam memanfaatkan transformasi digital untuk meningkatkan mutu pendidikan dan mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas.

Di balik penghargaan tersebut terdapat kerja bersama yang panjang. Mulai dari visi Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas akses pendidikan melalui teknologi, kepemimpinan Mendikdasmen Abdul Mu'ti dalam mendorong transformasi digital pendidikan, hingga dedikasi para guru, tenaga kependidikan, pengembang teknologi, pemerintah daerah, mitra, dan seluruh tim Kemendikdasmen yang menghadirkan Rumah Pendidikan.

Pada akhirnya, penghargaan ini bukanlah garis akhir. Ia merupakan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Sebab ukuran keberhasilan transformasi digital bukanlah banyaknya teknologi yang dibangun, melainkan semakin banyaknya anak Indonesia yang memperoleh kesempatan belajar yang lebih baik.

Rumah Pendidikan telah membawa Indonesia menjadi Winner (Juara Pertama) WSIS Prizes 2026. Tantangan berikutnya adalah memastikan bahwa setiap inovasi digital benar-benar menghadirkan manfaat nyata bagi setiap guru, setiap sekolah, dan setiap anak Indonesia—di mana pun mereka berada. (Yudhistira Nugraha)

Penulis: Pengelola Web Kemendikdasmen

Editor: Anandes

Berita Terkait