Diterbitkan pada: 28/06/2026
Kepulauan Bintan, Kepulauan Riau, Kemendikdasmen – Setiap tantangan selalu menghadirkan ruang untuk melahirkan cara-cara baru dalam bekerja. Semangat itulah yang disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat, saat bertemu Aparatur Sipil Negara (ASN) Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemendikdasmen di Provinsi Kepulauan Riau, Sabtu (27/6). Menurutnya, inovasi, kolaborasi, dan semangat melayani merupakan modal utama untuk terus meningkatkan mutu pendidikan. Di hadapan para pegawai BPMP Kepulauan Riau, Kantor Guru dan Tenaga Kependidikan (KGTK), serta Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Riau, Wamendikdasmen mengajak seluruh ASN memandang setiap tantangan sebagai peluang untuk menghadirkan layanan yang semakin berdampak bagi masyarakat. "Tantangan terbesar kita saat ini adalah keterbatasan anggaran. Namun, keterbatasan bukanlah penghalang untuk meningkatkan mutu pendidikan. Justru di situlah inovasi harus lahir. Solusinya adalah memperkuat kolaborasi, membangun sinergi, dan memanfaatkan setiap sumber daya secara lebih efektif," tegas Atip. Menurutnya, keberhasilan pembangunan pendidikan tidak semata ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi juga oleh pola pikir, budaya kerja, dan komitmen seluruh insan pendidikan untuk terus belajar dan beradaptasi. Oleh karena itu, ia mengapresiasi jajaran UPT Kemendikdasmen di Kepulauan Riau yang dinilai responsif, proaktif, dan memiliki inisiatif tinggi dalam menjalankan tugas. Wamendikdasmen juga mengingatkan bahwa setiap pekerjaan merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat. Mengutip hadis riwayat Imam Al-Hakim, ia mengajak seluruh pegawai untuk senantiasa mengevaluasi diri agar mampu menjadi lebih baik setiap hari. "Organisasi yang maju adalah organisasi yang anggotanya terus belajar, terus mengevaluasi diri, dan terus melakukan perbaikan. Jika hari ini sama dengan kemarin, kita tidak sedang bertumbuh. Pendidikan membutuhkan insan-insan yang selalu bergerak maju," ujarnya. Semangat tersebut, lanjut Atip, perlu diwujudkan dalam inovasi nyata, terutama untuk menjawab tantangan pelayanan pendidikan di wilayah kepulauan. Ia mendorong lahirnya model-model pengembangan kompetensi guru yang mampu menjangkau pulau-pulau terluar. "Kondisi geografis tidak boleh menjadi hambatan bagi guru untuk memperoleh layanan pengembangan kompetensi. Saya berharap lahir berbagai inovasi pembelajaran dan pelatihan yang mampu menjangkau guru hingga ke pulau-pulau terluar," katanya. Kepala BPMP Kepulauan Riau, Warsita, menyambut baik arahan tersebut. Menurutnya, motivasi dari Wamendikdasmen menjadi energi baru bagi seluruh ASN untuk terus meningkatkan kualitas layanan. "Kami berharap motivasi, arahan, dan tunjuk ajar dari Bapak Wakil Menteri dapat semakin memacu semangat kami untuk terus meningkatkan produktivitas kerja serta menghadirkan layanan pendidikan yang lebih baik bagi masyarakat Kepulauan Riau," ujarnya. Semangat itu diperkuat oleh capaian Kepulauan Riau yang berhasil menempati tiga besar nasional Indeks Pembangunan Manusia (IPM) serta peringkat ketiga nasional hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2026. Bagi Wamendikdasmen, prestasi tersebut membuktikan bahwa kolaborasi, inovasi, dan komitmen yang kuat mampu menghadirkan pemerataan pendidikan yang bermutu, bahkan di wilayah kepulauan dan perbatasan. Capaian ini diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh insan Kemendikdasmen untuk terus menghadirkan perubahan yang berdampak bagi pendidikan Indonesia.*** (Penulis & Dokumentasi: Tim Kemendikdasmen) Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat Laman: kemendikdasmen.go.id #PendidikanBermutuuntukSemua
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers
#KemendikdasmenRamah
Penulis: Kontributor BKHM
Editor: Denty Anugrahmawaty