Diterbitkan pada: 24/01/2026
Semarang, Kemendikdasmen – Enam Ruang Kelas Direvitalisasi, SD ‘Aisyiyah Saubari Bening Hati, Semarang, kini lebih nyaman. Hal ini berkat program Revitalisasi Satuan Pendidikan. Sekolah tersebut menerima bantuan rehabilitasi dengan total anggaran Rp786.867.858 untuk perbaikan ruang kelas dengan tingkat kerusakan minimal sampai sedang. Di balik antusias sekolah menerima bantuan, ada cerita tentang kekompakan warga sekolah. Di mana selama proses rehabilitasi berlangsung, sekolah melakukan berbagai penyesuaian agar kegiatan pembelajaran tetap berjalan. Sejumlah kelas dipindahkan sementara ke ruko, masjid, serta ruang kosong di lingkungan sekolah sejak Oktober hingga Desember, dengan dukungan dari orang tua peserta didik. Hasilnya, pasca direhabilitasi, kualitas ruang kelas meningkat secara signifikan. Sebagai wujud tanggung jawab moril, Kepala SD ‘Aisyiyah Saubari Bening Hati, Quratul Ayuni, mengajak warga sekolah untuk merawat gedung dengan baik. “Saya berharap gedung yang telah direhabilitasi ini dapat terus terawat dengan baik supaya ke depan kami dapat mengembangkan ruang kelas agar layanan pendidikan semakin optimal,” tuturnya. Kepsek Quratul Ayuni menjelaskan bahwa rehabilitasi ruang kelas dilakukan karena kondisi bangunan sekolah sebelumnya mengalami kerusakan cukup parah, terutama pada bagian atap dan kusen yang telah dimakan rayap. Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengganggu kenyamanan serta keamanan proses pembelajaran sehingga membutuhkan penanganan menyeluruh. “Sesuai dengan pagu yang kami terima, kami mendapatkan enam ruang kelas yang direhabilitasi. Kondisi sebelumnya atap rusak cukup parah dan banyak kayu kusen serta reng yang dimakan rayap,” ujarnya. Oleh karena itu, pihak sekolah mengajukan bantuan melalui program revitalisasi satuan pendidikan sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Quratul menilai, program ini merupakan solusi atas keterbatasan sarana prasarana yang selama ini dihadapi sekolah. Setelah sekolah mendapat dana revitalisasi, perbaikan yang dilakukan meliputi penggantian genteng granit, rangka atap baja ringan, plafon, kusen, serta pengecatan ulang. Perbaikan tersebut tidak hanya memperkuat struktur bangunan, tetapi juga menciptakan ruang belajar yang lebih rapi, terang, dan aman digunakan. “Sekarang kelas menjadi lebih rapi, nyaman, dan aman. Kusen yang sebelumnya dari kayu sudah diganti, dan anak-anak merasa lebih nyaman belajar,” lanjut Quratul Ayuni. Before: