pendidikan_untuk semua Ramah rumah_pendidikan
Temukan informasi tentang Kemendikdasmen, struktur organisasi, dan regulasi
Informasi Profil Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Informasi Publik Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Temukan kabar, siaran pers, pengumuman, dan dokumentasi resmi dari Kemendikdasmen
Informasi Umum
Beranda
Button Icon
Button Icon
PPID
Button Icon Beranda
Button Icon Profil
Temukan informasi tentang Kemendikdasmen, struktur organisasi, dan regulasi
Button Icon
Button Icon
Button Icon
Button Icon Publikasi
Temukan kabar, siaran pers, pengumuman, dan dokumentasi resmi dari Kemendikdasmen
Button Icon PPID
Bantuan Revitalisasi menjadi Solusi Nyata dalam Meringankan Beban Sekolah

Diterbitkan pada: 23/01/2026

Bagikan:

Gambar Siaran Pers

Semarang, 23 Januari 2026 — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui program revitalisasi satuan pendidikan terus berupaya meningkatkan kualitas sarana dan prasarana sekolah guna mendukung proses pembelajaran yang aman, nyaman, dan bermutu untuk semua. Salah satu sekolah yang merasakan langsung dampak program tersebut adalah SMA Negeri 15 Semarang.

Kepala SMA Negeri 15 Semarang, Miftah Nindya, menilai program revitalisasi yang dilaksanakan Kemendikdasmen sangat membantu sekolahnya yang memiliki jumlah peserta didik mencapai 1.073 siswa. Dengan jumlah murid yang besar, menurutnya, pengelolaan sekolah menjadi semakin kompleks, terutama dari sisi sarana dan prasarana.

Ia menggambarkan kondisi sekolah sebelum revitalisasi yang cukup memprihatinkan. Banyak bagian bangunan yang sudah lapuk, kusen-kusen mulai membusuk, dan atap bangunan mengalami kerusakan hingga pernah runtuh. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan warga sekolah, terutama siswa dan guru, mengingat aktivitas pembelajaran berlangsung setiap hari di ruang-ruang tersebut.

“Dengan kondisi seperti itu, sebenarnya sekolah ini memang sudah sangat membutuhkan perhatian dari pemerintah. Jangan sampai kita baru bergerak ketika kerusakan sudah semakin parah,” ungkapnya.

Miftah menjelaskan bahwa keterbatasan anggaran sekolah melalui Rencana Kegiatan dan Sekolah (RKS) membuat perbaikan menyeluruh sulit dilakukan secara bertahap. Ia menuturkan bahwa anggaran sekolah harus dibagi untuk berbagai kebutuhan, tidak hanya pemeliharaan gedung, sehingga perbaikan kerap tertunda dan kerusakan justru terus menyusul dari tahun ke tahun. Karena itu, bantuan revitalisasi dari Kemendikdasmen dinilai menjadi solusi nyata yang sangat meringankan beban sekolah.

“Ketika kami mendapatkan revitalisasi dari kementerian untuk sejumlah ruang, kami sangat terbantu. Sekarang atap yang sebelumnya tidak layak sudah terlihat bagus, pengecatan juga lebih cerah, dan kami bisa mendekati standar sarana dan prasarana yang diharapkan,” ujarnya. Menurutnya, revitalisasi ini berdampak langsung pada peningkatan kualitas layanan pendidikan.

“Yang paling penting, kelas menjadi aman. Setelah diperbaiki, tidak ada lagi kekhawatiran. Kondisinya juga nyaman, sehingga kami bisa memberikan pelayanan pembelajaran yang maksimal,” tambahnya.

Ia juga menyampaikan bahwa guru-guru menyambut baik pelaksanaan revitalisasi tersebut dan berharap program serupa dapat terus berlanjut, mengingat masih ada beberapa area sekolah yang membutuhkan penanganan lanjutan, seperti halaman dan lapangan yang kerap tergenang air saat hujan.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana SMA Negeri 15 Semarang, Habib Abdul, menjelaskan bahwa total bantuan anggaran revitalisasi yang diterima sekolah mencapai Rp844.697.000. Ia merinci bahwa rehabilitasi meliputi dua ruang kelas, yaitu kelas 17 dan 18, rehabilitasi laboratorium komputer, serta rehabilitasi laboratorium IPA atau laboratorium fisika. Sementara itu, pembangunan baru mencakup ruang UKS serta dua unit toilet, masing-masing dengan tiga bilik. Habib mengungkapkan bahwa sebelum adanya revitalisasi, kondisi SMA Negeri 15 Semarang cukup memprihatinkan karena sudah lama tidak mendapatkan bantuan besar, sementara dana BOS yang tersedia hanya mampu mengakomodasi perbaikan ringan.

“Kami sangat terbantu dengan adanya revitalisasi dari pemerintah. Ini merupakan program prioritas pemerintah dan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dan dampaknya sangat dirasakan oleh warga sekolah. Kami mengucapkan terima kasih banyak. Keluarga besar SMA Negeri 15 Semarang sangat terbantu dan ini sangat berdampak sekali, apalagi anak-anak ketika belajar menjadi aman dan nyaman tentunya,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa revitalisasi memberikan rasa aman bagi guru dan siswa, mengingat sebelumnya pernah terjadi kejadian plafon atau eternit yang ambrol.

“Sekarang Bapak Ibu Guru tidak was-was lagi. Perabot untuk pembangunan baru juga sudah kami terima dengan lengkap, seperti tempat tidur UKS, kasur, meja kursi, dan lemari,” katanya.

Dari sisi pendidik, Guru Sejarah SMA Negeri 15 Semarang, Mulyaddin Ibuwo, menyampaikan bahwa kondisi ruang kelas sebelum revitalisasi kerap mengganggu proses belajar mengajar. Ia menjelaskan bahwa pencahayaan kurang, kebersihan belum optimal, serta dinding dan atap yang bocor sering menimbulkan tempias saat hujan. Namun setelah revitalisasi, kondisi tersebut berubah secara signifikan.

Alhamdulillah setelah direnovasi, kelas menjadi lebih nyaman. Cat dan plafon baru membuat anak-anak lebih senang belajar. Harapannya ke depan siswa semakin semangat dan prestasi bisa meningkat,” ujarnya.

Before :

After :

Manfaat revitalisasi juga dirasakan langsung oleh para siswa. Ella, siswi kelas XI-8, mengungkapkan bahwa sebelum direnovasi, kelasnya kerap mengalami kebocoran saat musim hujan, bahkan ada kelas lain yang sempat mengalami kerusakan cukup parah pada bagian atap. Setelah revitalisasi, menurutnya, kondisi kelas menjadi jauh lebih baik, tidak hanya dari sisi atap, tetapi juga suasana ruang belajar yang kini lebih hidup dan mendukung semangat belajar.

“Sekarang kelasnya nyaman dan aman. Ada hiasan juga yang membuat kami lebih semangat belajar,” tuturnya.

Hal serupa disampaikan Sultan Raffi, siswa kelas XI-10. Ia mengatakan bahwa kondisi kelas sebelum revitalisasi terasa kurang nyaman karena langit-langit yang bocor dan menghitam.

“Setelah direnovasi, kelas jadi lebih bagus dan tidak bocor lagi. Jadi lebih nyaman untuk belajar,” ujarnya.

Melalui program revitalisasi, SMA Negeri 15 Semarang berharap lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan layak dapat terus terjaga, sehingga proses pembelajaran berjalan optimal dan mendorong lahirnya prestasi-prestasi baru dari para siswa.

Before:

After:

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat

Sekretariat Jenderal

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

 

Laman: kemendikdasmen.go.id

X: x.com/Kemdikdasmen

Instagram: instagram.com/kemendikdasmen

Facebook:  facebook.com/kemendikdasmen

YouTube: KEMDIKDASMEN

Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id

Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

 

#PendidikanBermutuuntukSemua

#KemendikdasmenRamah

Penulis: Destya

Editor: Denty Anugrahmawaty

Berita Terkait