Mataram, Nusa Tenggara Barat, 9 Oktober 2026 – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, menyampaikan bahwa pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan bagian dari program prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam mendukung percepatan wajib belajar 13 tahun, rehabilitasi sarana fisik, penanaman karakter dasar, etika harian, serta kebiasaan hidup bersih sejak dini.
Hal tersebut disampaikan Wamendikdasmen Atip saat membuka rangkaian kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Digitalisasi Pembelajaran PAUD Angkatan I di Mataram, Nusa Tenggara Barat. “Ini adalah salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang cukup masif sebagai respons yang cepat tepat agar pendidikan kita juga bisa diakselerasi untuk peningkatan kualitasnya mulai dari pendidikan anak usia dini. Makanya pendidikan anak usia dini itu fasilitas fisiknya direhabilitasi," jelas Atip Latipulhayat, Rabu (7/10).
Wamendikdasmen Atip juga mengingatkan para guru bahwa kecanggihan teknologi merupakan sarana pendukung, bukan tujuan akhir dari proses belajar. Pemanfaatan Papan Interaktif Digital (PID) atau Interactive Flat Panel (IFP) harus melahirkan kolaborasi aktif tiga arah, yaitu Guru, Murid dan Teknologi. Sehingga dari interaksi itu akan melahirkan kreasi dan akhirnya inovasi.
"Teknologi itu betul-betul bukan tujuan, akan tetapi medium, alat sarana untuk mencapai tujuan pendidikan tersebut itu tadi yaitu pendidikan yang bermutu," tutur Atip Latipulhayat.
Melalui Bimtek ini, para guru PAUD diharapkan dapat memfasilitasi rasa ingin tahu anak yang tinggi secara interaktif dan menyenangkan, sekaligus mengintegrasikan pembentukan karakter bangsa sejak jenjang pendidikan paling awal. “Kita tidak boleh memberikan ruang kosong atas keingintahuan anak-anak pada usia yang curiosity-nya itu sangat tinggi sekali,” jelas Wamen Atip.
Pada kesempatan yang sama, Direktur PAUD Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Kurniawan, menjelaskan bahwa pilar peningkatan kapasitas pendidik melalui Bimtek menjadi fokus krusial agar sarana yang diberikan tidak berhenti sebagai fasilitas fisik belaka.
“Bimtek Digitalisasi pembelajaran ini dirancang bukan hanya untuk memberikan pengetahuan mengenai perangkat, tetapi terutama untuk meningkatkan kompetensi pendidik dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran yang memadukan teknologi, pedagogi, dan tujuan pembelajaran,” jelas Kurniawan.
Kurniawan menambahkan, program Digitalisasi Pembelajaran satuan pendidikan PAUD tahun 2026 dibangun melalui tiga pilar utama yang saling menguatkan, penyediaan PID, penyediaan bahan ajar digital interaktif, serta peningkatan kapasitas pendidik melalui bimbingan teknis.
“Dengan demikian yang kita bangun bukan hanya PAUD yang memiliki perangkat digital, tetapi PAUD yang mampu memanfaatkan teknologi secara tepat untuk memperkuat kualitas interaksi, pengalaman, dan proses belajar anak," ujar Kurniawan.
Untuk tahun 2026 Direktorat PAUD menargetkan penyaluran PID lanjutan ke 75.974 satuan PAUD yang telah melalui proses verifikasi dan validasi. Para peserta Bimtek angkatan pertama ini diharapkan dapat menjadi penggerak yang mendampingi rekan sejawat serta menyebarluaskan praktik baik di daerah masing-masing.
Bimtek Digitalisasi Pembelajaran PAUD Angkatan I di Mataram berlangsung mulai tanggal 7 s.d. 9 Oktober 2026. Kegiatan ini diikuti 181 satuan PAUD penerima PID yang mewakili 39 kabupaten/kota dari Provinsi Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Bali. (Penulis dan Fotografer: Morecka, Editor: Destian/Seno)
Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers
#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah