Jakarta, 7 Oktober 2026 — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat upaya pencegahan korupsi dan pembangunan budaya integritas di sektor pendidikan. Hal itu disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti sebagai respons atas penyampaian hasil Indeks Integritas Pendidikan 2026 oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), saat peluncuran Indeks Integritas Pendidikan Nasional, di Jakarta, Selasa (6/10).
Mendikdasmen Abdul Mu’ti menyampaikan apresiasi kepada KPK atas kolaborasi serta hasil Indeks Integritas Pendidikan 2026 yang menjadi salah satu masukan guna memperbaiki kebijakan layanan pendidikan. Ia menegaskan, penguatan integritas pendidikan telah dilakukan melalui sejumlah kebijakan strategis yang sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk membangun bangsa yang jujur, berperilaku baik, serta memiliki budaya yang bersih dari korupsi.
“Pendidikan bukan sekadar proses administratif yang hanya untuk mengukur capaian akademik, tetapi juga proses untuk membangun karakter dan budaya bangsa. Salah satu karakter yang terus kita bangun adalah sikap kejujuran dan integritas,” ungkap Mendikdasmen.
Untuk mendukung hal tersebut, Kemendikdasmen terus melakukan penguatan sistem layanan publik yang semakin terbuka, akuntabel, dan mampu mencegah terjadinya praktik penyimpangan. Dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), Mendikdasmen menjelaskan bahwa Kemendikdasmen terus menyempurnakan sistem tersebut melalui kebijakan yang mengedepankan prinsip inklusif dan berkeadilan.
Kemendikdasmen juga turut memperkuat layanan pengaduan masyarakat melalui Unit Layanan Terpadu (ULT). Masyarakat diberikan akses untuk menyampaikan laporan dan aspirasi melalui berbagai saluran yang tersedia, termasuk kanal komunikasi langsung dengan pihak kementerian.
”Penguatan integritas juga kami lakukan melalui Pembelajaran Mendalam. Dengan pendekatan tersebut, kami tidak hanya mengarahkan murid untuk meningkatkan kemampuan akademik, namun juga memperkuat pendidikan karakter yang melibatkan empat pusat pendidikan, yakni sekolah, keluarga, masyarakat, dan media,” ujarnya.
Upaya pembentukan karakter juga turut diperkuat melalui Budaya Sekolah Aman dan Nyaman, 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, penguatan layanan bimbingan dan konseling, serta berbagai program lainnya. Penguatan transparansi dan akuntabilitas juga dilakukan dalam penyaluran dana pendidikan yang terus disempurnakan melalui sistem yang semakin terbuka, akuntabel, dan berbasis digital.
Lebih lanjut, pada program Revitalisasi Satuan Pendidikan, Kemendikdasmen juga telah melakukan penyederhanaan proses sekaligus memperkuat akuntabilitas agar pelaksanaan pembangunan sekolah dapat menghasilkan kualitas hasil pekerjaan yang lebih baik. Dalam pelaksanaannya, program ini dilakukan dengan skema swakelola, dengan harapan juga mampu meningkatkan ekonomi bagi masyarakat di daerah.
Pada sektor Data Pokok Pendidikan (Dapodik), Mendikdasmen juga mendorong seluruh pihak untuk membangun budaya kejujuran dalam penyampaian data. Menurutnya, akurasi data yang tepat dapat berpengaruh pada penentuan arah kebijakan dan program agar memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.
”Berbagai langkah yang telah kami lakukan merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk membangun tata kelola pendidikan yang semakin transparan, akuntabel, dan berintegritas. Dengan semangat tersebut, kami ingin layanan pendidikan dapat menjadi cerminan pembangunan budaya integritas dan pencegahan korupsi,” tutur Mendikdasmen.
Sementara itu, Ketua KPK, Setyo Budiyanto, menekankan bahwa masa depan Indonesia dapat dibangun dari aktivitas ruang kelas. Sudut sekolah bukan hanya tempat ilmu diajarkan, namun juga tempat karakter murid dibentuk dan tempat masa depan bangsa dimulai.
Kepada seluruh peserta acara, Setyo menegaskan bahwa pemberantasan korupsi harus dimulai dari ruang belajar. Baginya, penindakan korupsi merupakan hal penting, namun pencegahan melalui pembangunan karakter adalah kunci utama dalam menentukan masa depan bangsa.
”Sekolah boleh melahirkan orang cerdas, kampus boleh melahirkan ahli. Tetapi hanya pendidikan yang berintegritas yang dapat melahirkan pemimpin yang dapat dipercaya,” tutup Setyo. *** (Penulis/Dokumentasi: Destian/Editor: Ririn,Seno)
Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers
#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah