Temukan informasi detail tentang Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Informasi Publik Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Temukan kabar, siaran pers, pengumuman, dan dokumentasi resmi dari Kemendikdasmen
FLS3N Dikdas 2026 Ditutup, Perayaan Talenta bagi Murid untuk Terus Berkarya Menjaga Budaya

Jakarta, 4 Oktober 2026 — Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Jenjang Pendidikan Dasar Tingkat Nasional tahun 2026 resmi ditutup. Ajang ini menjadi ruang bagi murid untuk mengembangkan, menampilkan, dan mengaktualisasikan talenta di bidang seni, budaya, dan sastra.

Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Maria Veronica Irene, menyampaikan apresiasi kepada para murid yang telah menjadi finalis FLS3N tingkat nasional. Ia menilai para murid telah menunjukkan bakat dan talenta yang berperan dalam menjaga dan melestarikan kebudayaan, termasuk melalui bidang seni dan sastra. Menurutnya, FLS3N bukan sekadar kompetisi, tetapi juga ruang bagi murid untuk menghadirkan karya yang menunjukkan kerja keras, kreativitas, dan cerita dari daerah masing-masing.

“Saya sangat bangga dalam penyelenggaraan kompetisi ini kalian telah menunjukkan bakat-bakat talenta dan kalian yang menjadi ujung tombak utama dalam menjaga kebudayaan dan melestarikan kebudayaan,” ujar Maria di Jakarta (3/10).

Ia juga mengajak para murid untuk tidak berhenti berkarya setelah kompetisi berakhir. Prestasi yang diperoleh dalam FLS3N diharapkan menjadi bagian dari perjalanan untuk terus mengembangkan kreativitas dan potensi yang dimiliki. “Jangan hanya sekadar ingin berprestasi tapi juga berkreasi. Jangan pernah berhenti berkarya. Jadikan prestasi ini bukan sebagai garis akhir, tetapi sebagai awal dari perjuangan yang lebih panjang,” lanjutnya.

Seluruh rangkaian FLS3N jenjang pendidikan dasar tingkat nasional 2026 mencakup tujuh cabang ajang untuk murid SD, yaitu Gambar Bercerita, Menyanyi Solo, Kriya, Mendongeng, Menulis Cerita, Pantomim, dan Tari. Sementara itu, terdapat delapan cabang ajang untuk murid SMP, yaitu Ansambel Campuran Tiga Alat Musik, Ilustrasi, Kreativitas Musik Tradisional, Mendongeng, Menyanyi Solo, Menulis Cerita, Pantomim, dan Tari.

Lebih lanjut, Kapuspresnas menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah menunjukkan semangat, kreativitas, keberanian, kedisiplinan, dan sportivitas selama mengikuti kompetisi. Ia menyampaikan para peserta yang meraih penghargaan mendapatkan medali, sertifikat, dan uang pembinaan. Sementara itu, bagi peserta yang belum memperoleh penghargaan, pengalaman mengikuti kompetisi tetap menjadi bagian penting dalam proses belajar, aktualisasi diri, dan perjalanan mengembangkan talenta.

“Penghargaan ini hendaknya menjadi motivasi untuk terus berkarya dan mengembangkan talenta. Sementara bagi peserta yang belum memperoleh penghargaan, pengalaman mengikuti kompetisi merupakan bagian penting dari proses belajar, aktualisasi diri, dan perjalanan mengembangkan talenta,” ujar Maria.

Bagi Jasmine Aulia Putri, murid SMP Negeri 1 Kota Cirebon, Jawa Barat, yang meraih medali emas pada cabang ajang Mendongeng, pencapaian di tingkat nasional merupakan hasil dari perjalanan yang panjang. Sebelum tampil di tingkat nasional, Jasmine terlebih dahulu melewati kompetisi di tingkat kota dan provinsi.

"Alhamdulillah, karena untuk sampai di tahap ini itu prosesnya lumayan panjang, mulai dari bersaing di tingkat kota, di tingkat provinsi, sampai di tahap terakhir ini di tingkat nasional,” ujar Jasmine.

Ia menjalani latihan yang lebih intensif, terutama untuk memerankan sejumlah karakter dalam dongeng, seperti Sunan Kalijaga, santri laki-laki, dan seekor kera. Ia juga harus berlatih memainkan alat musik sambil bercerita sehingga dapat menyelaraskan musik dengan alur cerita yang dibawakan. “Seni itu bukan cuma tentang tampil, tapi tentang bagaimana perasaan kalian bisa sampai ke orang-orang yang melihat, baik itu di panggung atau di sebuah kanvas. Jangan pernah takut mencoba, dan jangan pernah lelah untuk belajar. Karena sebuah kemenangan itu pastinya membutuhkan sebuah proses. Seni itu segala sesuatu yang dilakukan harus sepenuh hati,” ungkap Jasmine.

Sementara itu, Dinda Tsalaasa, peraih medali perunggu pada cabang ajang Gambar Bercerita dari SDN 15 Tanjungpinang, Riau  mengungkapkan pengalaman berkesan saat tema lomba baru disampaikan beberapa menit sebelum perlombaan dimulai. Kondisi tersebut menuntutnya untuk segera menyiapkan karya sesuai tema dalam waktu yang tersedia. “Momen yang paling berkesan bagi saya adalah saat tema lomba gambarnya disebutkan beberapa menit sebelum mulai dan saya harus bisa menyiapkan karya yang sesuai tema dan waktu yang ada,” ujar Dinda.

Menurut Dinda, pengalaman mengikuti kompetisi bukan hanya tentang hasil akhir, tetapi juga proses dan keberanian untuk terus berkarya. Ia mengajak peserta lain untuk tidak takut bermimpi, mengembangkan bakat, terus berlatih, dan turut melestarikan seni serta budaya Indonesia.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah