Pendidikan Friendly rumah_pendidikan
Temukan informasi tentang Kemendikdasmen, struktur organisasi, dan regulasi
Informasi Profil Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Informasi Publik Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Temukan kabar, siaran pers, pengumuman, dan dokumentasi resmi dari Kemendikdasmen
Informasi Umum
Beranda
Button Icon
Button Icon
PPID
Button Icon Beranda
Button Icon Profil
Temukan informasi tentang Kemendikdasmen, struktur organisasi, dan regulasi
Button Icon
Button Icon
Button Icon
Button Icon PPID
Belajar STEM dari Persoalan di Sekitar, Murid SMA Negeri 2 Surabaya Ciptakan Beragam Solusi
Belajar STEM dari Persoalan di Sekitar, Murid SMA Negeri 2 Surabaya Ciptakan Beragam Solusi

Diterbikan pada: 8 September 2026

Bagikan

Gambar Siaran Pers

Surabaya, 8 September 2026 — Pembelajaran STEM (Science, Technology, Engineering, dan Mathematics) tidak selalu hadir sebagai materi yang kompleks. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendorong penerapan STEM sebagai pendekatan yang memantik murid untuk peka terhadap persoalan di lingkungan sekitar dan menggunakan pengetahuan yang dimiliki untuk mencari solusi.

Dalam program yang dijalankan Kemendikdasmen, penerapan STEM dalam pembelajaran diarahkan untuk membangun budaya sekolah yang membiasakan murid untuk berani mencoba, kreatif mencipta, menguji dan memperbaiki, serta mencoba kembali. Proses tersebut diharapkan membentuk generasi Indonesia yang unggul dan mampu menghadapi berbagai tantangan masa depan.

Di SMA Negeri 2 Surabaya, STEM diterapkan melalui pembelajaran yang dekat dengan kehidupan murid, mulai dari persoalan lingkungan hingga pemanfaatan teknologi. Murid diajak mengamati masalah, mencari solusi, mencoba, mengevaluasi, hingga bereksperimen dan merancang produk.

Guru Fisika SMA Negeri 2 Surabaya, Neny Else Josephine, misalnya, mengembangkan pembelajaran yang menyenangkan dengan memanfaatkan teknologi digital. Dengan memanfaatkan berbagai perangkat sederhana dan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI), murid diajak mengembangkan sendiri simulator fisika berbasis permainan untuk menjelaskan konsep-konsep fisika.

“Mereka memanfaatkan tools yang sangat sederhana dan gratis di internet, tetapi hasilnya sangat di luar ekspektasi. Anak-anak meluncur lebih jauh dalam mengeksplorasi konsep fisika yang dikembangkan dalam lab virtual,” ujar Neny.

Melalui proyek tersebut, murid tidak hanya mendalami konsep fisika, tetapi juga mengembangkan kemampuan untuk menjelaskan dan mempresentasikan hasil karyanya. Salah satu murid kelas XII, Reynaldo, mengembangkan produk berupa laman interaktif.

“Dari laman interaktif inilah kita bisa mendalami ilmu-ilmu fisika yang di beberapa tools internet tidak tersedia. Jadi selain untuk memahami, kita juga menambah alat baru yang terbuka untuk umum dan bisa digunakan bersama,” tutur Reynaldo.

Penerapan STEM juga terlihat dalam proyek yang mengangkat persoalan lingkungan. Guru Matematika SMA Negeri 2 Surabaya, Nimas Izmi Aufa, mengintegrasikan matematika dan fisika melalui proyek perancangan miniatur kota berbasis energi terbarukan. Menurutnya, STEM tidak diajarkan sebagai mata pelajaran tersendiri, tetapi diterapkan melalui pendekatan kontekstual yang mendorong murid membaca persoalan dan mencari solusi.

“Anak-anak jadi lebih kritis dalam menghadapi atau membaca sesuatu. Kemampuan literasi anak-anak juga semakin meningkat. Karena diberikan permasalahan-permasalahan kontekstual yang benar-benar nyata, jadi mereka mau membaca dan mencari,” jelas Nimas.

Proyek tersebut dikembangkan Ananda Aqila Zahir Diptyo, murid kelas XI, yang berangkat dari persoalan polusi dan keterbatasan lahan di Surabaya.

Ia merancang konsep miniatur pulau reklamasi yang dapat menjadi sumber energi terbarukan sekaligus ruang hutan kota untuk menyerap karbon dioksida. Ketertarikannya terhadap isu lingkungan telah tumbuh sejak SMP melalui keterlibatannya dalam organisasi yang membahas persoalan lingkungan di Surabaya dan Jawa Timur. Melalui proyek ini, ia merasa lebih leluasa menyampaikan ide dan mencari solusi atas persoalan yang dekat dengan kesehariannya.

Persoalan lingkungan lainnya diangkat Khalisha Zahratus Syita melalui proyek “Morico”, sebuah sistem pengelolaan air yang berangkat dari kondisi di desa yang masih memiliki keterbatasan akses dan pengelolaan air. Dalam proyek ini, air hujan ditampung untuk kebutuhan sehari-hari, kemudian dialirkan ke kolam pengendapan dengan memanfaatkan biji kelor sebagai biokoagulan. Setelah melalui proses filtrasi, air dipantau menggunakan sensor pH dan kekeruhan sebelum dimanfaatkan untuk menyiram tanaman dan budi daya ikan lele.

“Karena saya memiliki ketertarikan di bidang engineering, saya suka ketika ada isu-isu mengenai lingkungan yang bisa saya selesaikan. Ketika saya menemukan masalah dan saya bisa menemukan solusinya, saya merasa senang,” tutur Khalisha.

Guru Kimia SMA Negeri 2 Surabaya, Bahrul Ulum, mengatakan proyek-proyek tersebut berangkat dari ketertarikan murid terhadap kondisi lingkungan di sekitar mereka, yang kemudian dikaitkan dengan materi kimia hijau, termasuk prinsip pencegahan limbah. Menurutnya, pembelajaran berbasis persoalan nyata membantu murid melihat manfaat pengetahuan yang dipelajari sekaligus menumbuhkan kepedulian dan ketertarikan untuk belajar.

Penerapan STEM di sekolah menunjukkan bahwa pembelajaran dapat menjadi lebih bermakna ketika pengetahuan dikaitkan dengan kehidupan nyata. Melalui berbagai proyek, murid tidak hanya memahami konsep akademik, tetapi juga belajar mengidentifikasi masalah, mengembangkan gagasan, dan menghasilkan solusi bagi lingkungan di sekitarnya.*** (Penulis: Stephanie/Editor: Rany/Fotografer: Yuswan Rosepi)
 

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
 
Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook:  facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers
 
#PendidikanBermutuUntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Sumber: Siaran Pers Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor: 795/sipers/A6/IX/2026

Penulis: Stephanie Westiana

Editor: Denty Anugrahmawaty

Kepemilikan Konten PaudDikdasmen Kepemilikan Konten Ruang Murid Kepemilikan Konten Ruang Sekolah Kepemilikan Konten Murid Dikdasmen Kepemilikan Konten Penguatan Pendidikan Unggul, Literasi, Numerasi dan Sains Teknologi

Siaran Pers Terkait
Gambar Konten Terkait
PISA 2025: Nilai Literasi dan Sains Naik, Akses Pendidikan Melonjak 90 Persen

Kepemilikan Konten PaudDikdasmen Kepemilikan Konten Ruang Murid Kepemilikan Konten Ruang GTK Kepemilikan Konten Guru Dikdasmen Kepemilikan Konten Sekolah Dikdasmen Kepemilikan Konten Murid Dikdasmen

Diterbitkan pada : 08/09/2026

Gambar Konten Terkait
Peringatan 60 Tahun Hari Aksara Internasional, Kemendikdasmen Dorong Literasi yang Berdampak

Kepemilikan Konten PaudDikdasmen Kepemilikan Konten Dinas Pendidikan Kepemilikan Konten Ruang Murid Kepemilikan Konten Ruang Sekolah Kepemilikan Konten Ruang Orang Tua Kepemilikan Konten Ruang Pemerintah Kepemilikan Konten Ruang Mitra Kepemilikan Konten Ruang Publik Kepemilikan Konten Guru PAUD Kepemilikan Konten Guru Dikdasmen Kepemilikan Konten Murid PAUD Kepemilikan Konten Murid Dikdasmen Kepemilikan Konten Mitra Dikdasmen Kepemilikan Konten Orang Tua Kepemilikan Konten Wajib Belajar 13 Tahun dan Pemerataan Kesempatan Pendidikan

Diterbitkan pada : 08/09/2026

Gambar Konten Terkait
Revitalisasi dan Digitalisasi, Mengubah Ruang Belajar dan Membuka Harapan Baru

Kepemilikan Konten PaudDikdasmen Kepemilikan Konten Dinas Pendidikan Kepemilikan Konten Ruang Murid Kepemilikan Konten Ruang GTK Kepemilikan Konten Ruang Sekolah Kepemilikan Konten Ruang Orang Tua Kepemilikan Konten Ruang Pemerintah Kepemilikan Konten Ruang Mitra Kepemilikan Konten Ruang Publik Kepemilikan Konten Guru PAUD Kepemilikan Konten Guru Dikdasmen Kepemilikan Konten Sekolah PAUD Kepemilikan Konten Sekolah Dikdasmen Kepemilikan Konten Murid PAUD Kepemilikan Konten Murid Dikdasmen Kepemilikan Konten Mitra Dikdasmen Kepemilikan Konten Orang Tua Kepemilikan Konten Wajib Belajar 13 Tahun dan Pemerataan Kesempatan Pendidikan Kepemilikan Konten Pemenuhan dan Perbaikan Sarana dan Prasarana Pendidikan

Diterbitkan pada : 06/09/2026