Pendidikan Friendly rumah_pendidikan
Temukan informasi tentang Kemendikdasmen, struktur organisasi, dan regulasi
Informasi Profil Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Informasi Publik Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Temukan kabar, siaran pers, pengumuman, dan dokumentasi resmi dari Kemendikdasmen
Informasi Umum
Beranda
Button Icon
Button Icon
PPID
Button Icon Beranda
Button Icon Profil
Temukan informasi tentang Kemendikdasmen, struktur organisasi, dan regulasi
Button Icon
Button Icon
Button Icon
Button Icon PPID
Filosofi Memuliakan Murid Kunci Utama dalam Aksi Pembelajaran Mendalam
Filosofi Memuliakan Murid Kunci Utama dalam Aksi Pembelajaran Mendalam

Diterbikan pada: 10 Agustus 2026

Bagikan

Gambar Siaran Pers

Malang, Jawa Timur, 10 Agustus 2026 – Pendidikan tidak hanya tentang apa yang diajarkan, tetapi bagaimana proses belajar dialami oleh murid. Pengalaman belajar yang bermakna menjadi kunci dalam membentuk pemahaman yang lebih dalam. Menjawab hal tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendorong transformasi pembelajaran melalui pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang berfokus pada pengalaman belajar yang Berkesadaran (Mindful), Bermakna (Meaningful), dan Menyenangkan (Joyful) melalui Apresiasi Karya Implementasi Pembelajaran Mendalam (Aksi PM) pada jenjang SMK di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Otomotif dan Elektronika (BBPPMPV BOE) Malang, Jawa Timur, Minggu (9/8).

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa transformasi pendidikan perlu dimulai dari akar permasalahan, yaitu pendekatan pembelajaran di kelas. “Kita ingin memperbaiki problematika pendidikan kita itu dari hulunya, yaitu dari pendekatan pembelajaran yang kita kembangkan, yang kita sebut dengan Deep Learning atau Pembelajaran Mendalam,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa Pembelajaran Mendalam dibangun di atas prinsip utama Mindful, Meaningful, dan Joyful yang menempatkan pengalaman belajar murid sebagai pusat. Menurutnya, esensi Pembelajaran Mendalam terletak pada sikap dalam memandang proses belajar, di mana kualitas proses menjadi faktor utama yang menentukan keberhasilan, serta harus didukung dengan cara pandang yang menghargai setiap murid. 

“Pembelajaran Mendalam adalah pembelajaran yang ingin kita lakukan dengan prinsip dasar memuliakan. Kata kuncinya adalah memuliakan: memuliakan murid, memuliakan guru, dan memuliakan ilmu. Disebut mendalam karena memang sangat kuat pengaruh dari teori Information Processing, yang menekankan bahwa kualitas proses itu yang menentukan keberhasilan. Tapi di atas itu semua adalah sikap pandang kita dalam memandang setiap murid, murid itu harus kita muliakan apa pun kemampuan akademiknya, apa pun latar belakang ekonominya, apa pun latar belakang (lainnya) dalam Pembelajaran Mendalam itu,” jelas Mendikdasmen.

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dirjen Dikmen Diksus), Tatang Muttaqin, menegaskan bahwa penguatan Pembelajaran Mendalam (PM) merupakan elemen krusial dalam merancang transformasi pendidikan vokasi yang adaptif. Menurutnya, ajang Aksi PM tidak sekadar berfokus pada kompetisi, melainkan menjadi wadah apresiasi bagi guru SMK untuk menjawab tantangan, mengeksplorasi strategi pembelajaran baru, serta menyebarkan praktik baik yang dapat direplikasi.

Melalui ajang ini, proses dan perjalanan pembelajaran dinilai secara menyeluruh mulai dari identifikasi masalah, pilihan pedagogis, hingga dampak konkretnya terhadap siswa. “Aksi PM menjadi ruang apresiasi bagi guru SMK yang telah menerapkan Pembelajaran Mendalam di kelas. Karya yang ditampilkan menggambarkan perjalanan pembelajaran secara utuh, dari masalah yang dihadapi, strategi pedagogis yang dipilih, hingga bukti pembelajaran dan dokumen pendukung. Dengan kata lain, yang kita nilai bukan sekadar bagusnya poster, tetapi seberapa dalam pembelajaran itu mengubah pengalaman belajar murid,” jelas Tatang.

Menurutnya, pendidikan vokasi yang unggul membutuhkan guru yang terus belajar dan berinovasi demi menyiapkan siswa menghadapi tantangan masa depan. Krisna Kirana, peraih penghargaan Terbaik 1 dari SMK Negeri 2 Jiwan, Madiun, meyakini bahwa pembelajaran bermakna lahir saat murid mampu menghubungkan konsep teori dengan dunia nyata. Melalui karyanya yang berjudul “MATABOR” (Matematika Terapan Abad 21: Basis Operasi Trigonometri pada Pengeboran Presisi), ia mengintegrasikan konsep trigonometri ke dalam praktik pengeboran presisi di bengkel mesin agar murid merasakan langsung manfaat ilmu tersebut dalam dunia kerja. Ia menekankan bahwa penerapan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) tidak harus rumit dan mendorong guru lain untuk mulai mengeksplorasi integrasi materi antarjurusan demi menciptakan pengalaman belajar yang lebih relevan.

Sementara itu, peraih Terbaik 2, Yusra Khairunnisa dari SMK Negeri 1 Singosari, Malang, menghadirkan inovasi berbasis teknologi melalui pendekatan hybrid dengan memanfaatkan Augmented Reality (AR). Inovasi ini dirancang untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih konkret guna mendorong kemampuan analisis murid. Untuk mewujudkan aspek Menyenangkan (Joyful), ia menggunakan Diorama AR yang memungkinkan murid memindai penanda (marker) untuk mempelajari furnitur, psikologi warna, hingga aspek ergonomi secara interaktif.

Kedua pengajar tersebut berpesan agar rekan sejawat tidak menunda perubahan dan mulai menerapkan Pembelajaran Mendalam dari langkah-langkah terkecil di kelas masing-masing. Yusra menegaskan bahwa perubahan sejati bukan berasal dari apa yang diketahui, melainkan dari apa yang dilakukan secara nyata. Ia menyatakan, “Silakan dimulai dari hal kecil karena yang paling mengetahui permasalahan di kelas adalah Bapak/Ibu guru sendiri,” sebagai ajakan bagi para pendidik untuk lebih peka terhadap dinamika belajar murid mereka.

Rangkaian Aksi PM berlangsung pada 22 Juli hingga 9 Agustus 2026, melibatkan 250 satuan pendidikan sasaran pelatihan tahun 2025 hingga terpilih 10 karya terbaik yang meraih berbagai kategori penghargaan. Melalui Aksi PM SMK, Kemendikdasmen berharap praktik baik Pembelajaran Mendalam dapat terus berkembang dan diadopsi secara luas, sehingga menghadirkan pengalaman belajar yang lebih relevan, bermakna, dan berdampak bagi masa depan murid.*** (Penulis: Destya/Fotografer: Shaka/Editor: Rany)


Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers


#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Sumber: Siaran Pers Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor: 695/sipers/A6/VIII/2026

Penulis: Destya

Editor: Denty Anugrahmawaty

Kepemilikan Konten Pendidikan Vokasi Kepemilikan Konten Guru Sekolah Kejuruan Kepemilikan Konten Sekolah Kejuruan Kepemilikan Konten Dinas Pendidikan Kepemilikan Konten Ruang Murid Kepemilikan Konten Ruang Sekolah Kepemilikan Konten Vokasi Kepemilikan Konten Murid Kejuruan Kepemilikan Konten Wajib Belajar 13 Tahun dan Pemerataan Kesempatan Pendidikan Kepemilikan Konten Penguatan Pendidikan Unggul, Literasi, Numerasi dan Sains Teknologi

Siaran Pers Terkait
Gambar Konten Terkait
PJJ jadi Jalan Kembali ke Sekolah bagi Anak Tidak Sekolah di Kabupaten Bungo

Kepemilikan Konten PaudDikdasmen Kepemilikan Konten Dinas Pendidikan Kepemilikan Konten Ruang Murid Kepemilikan Konten Ruang Sekolah Kepemilikan Konten Ruang Orang Tua Kepemilikan Konten Ruang Pemerintah Kepemilikan Konten Ruang Mitra Kepemilikan Konten Ruang Publik Kepemilikan Konten Sekolah Dikdasmen Kepemilikan Konten Murid Dikdasmen Kepemilikan Konten Mitra Dikdasmen Kepemilikan Konten Orang Tua Kepemilikan Konten Wajib Belajar 13 Tahun dan Pemerataan Kesempatan Pendidikan

Diterbitkan pada : 09/08/2026

Gambar Konten Terkait
Sulawesi Selatan Kukuhkan Tim Pengawasan Bahasa Indonesia di Ruang Publik

Kepemilikan Konten Badan Bahasa Kepemilikan Konten Dinas Pendidikan Kepemilikan Konten Ruang Pemerintah Kepemilikan Konten Ruang Mitra Kepemilikan Konten Ruang Publik Kepemilikan Konten Ruang Bahasa Kepemilikan Konten Mitra Dikdasmen Kepemilikan Konten Sastrawan Kepemilikan Konten Pegiat Literasi Kepemilikan Konten Pembangunan Bahasa dan Sastra

Diterbitkan pada : 08/08/2026

Gambar Konten Terkait
Saat Medsos jadi Ruang Belajar, Kemendikdasmen dan Komisi X Dorong Gerakan Humas Muda

Kepemilikan Konten Guru Sekolah Kejuruan Kepemilikan Konten Dinas Pendidikan Kepemilikan Konten Ruang Murid Kepemilikan Konten Ruang GTK Kepemilikan Konten Ruang Pemerintah Kepemilikan Konten Ruang Mitra Kepemilikan Konten Ruang Publik Kepemilikan Konten Sekjen Kepemilikan Konten Murid Kejuruan Kepemilikan Konten Guru Dikdasmen Kepemilikan Konten Murid Dikdasmen Kepemilikan Konten Mitra Dikdasmen Kepemilikan Konten Penguatan Pendidikan Unggul, Literasi, Numerasi dan Sains Teknologi

Diterbitkan pada : 08/08/2026