pendidikan_untuk semua Ramah rumah_pendidikan
Temukan informasi tentang Kemendikdasmen, struktur organisasi, dan regulasi
Informasi Profil Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Informasi Publik Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Temukan kabar, siaran pers, pengumuman, dan dokumentasi resmi dari Kemendikdasmen
Informasi Umum
Beranda
Button Icon
Button Icon
PPID
Button Icon Beranda
Button Icon Profil
Temukan informasi tentang Kemendikdasmen, struktur organisasi, dan regulasi
Button Icon
Button Icon
Button Icon
Button Icon PPID
Gelorakan Spirit Keadilan dari Bumi Lebak, Wamen: Pancasila Harus Terasa Getarannya di Ruang Kelas
Gelorakan Spirit Keadilan dari Bumi Lebak, Wamen: Pancasila Harus Terasa Getarannya di Ruang Kelas

Diterbikan pada: 1 Juni 2026

Bagikan:

Gambar Siaran Pers

Lebak, Banten, 1 Juni 2026 - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza UI Haq, menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila harus hadir secara nyata dalam penyelenggaraan pendidikan melalui akses yang adil, layanan yang merata, dan keberpihakan kepada kelompok yang paling membutuhkan. Pesan tersebut disampaikannya saat memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Alun-Alun Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten. 

Menurut Wamen Fajar, Pancasila tidak boleh berhenti sebagai simbol kenegaraan atau sekadar hafalan, melainkan harus menjadi pedoman dalam setiap kebijakan publik, termasuk di bidang pendidikan. Karena itu, pemerintah terus berupaya memastikan setiap anak Indonesia memperoleh kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang bermutu.

"Pancasila harus terasa getarannya dalam pelayanan publik, di ruang-ruang kelas yang jauh dari ibu kota, dan di hati setiap anak Indonesia yang sedang menyalakan harapan untuk masa depan," tegas Wamen.

Ia menjelaskan bahwa komitmen menghadirkan pendidikan yang bermutu dan berkeadilan merupakan bagian dari implementasi nilai-nilai Pancasila, khususnya Sila Kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, serta Sila Kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Pendidikan, menurutnya, harus menjadi instrumen yang memanusiakan manusia sekaligus membuka jalan bagi setiap warga negara untuk berkembang tanpa dibatasi latar belakang sosial maupun ekonomi.

Dalam kesempatan tersebut, Wamen Fajar menyoroti Program Sekolah Rakyat sebagai salah satu wujud nyata implementasi Sila Kelima. Program yang menjadi salah satu prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto itu dirancang untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga rentan dan kurang mampu.

"Negara harus hadir memastikan tidak ada anak Indonesia yang kehilangan kesempatan belajar dan meraih cita-citanya hanya karena keterbatasan ekonomi," ujarnya.

Selain memperluas akses pendidikan, pemerintah juga terus memperkuat dukungan terhadap tumbuh kembang peserta didik melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Berdasarkan laporan pemerintah daerah, pelaksanaan uji coba MBG di Kabupaten Lebak berjalan dengan baik dan mendapat respons positif dari masyarakat.

Fajar juga menekankan bahwa pemenuhan kebutuhan gizi merupakan fondasi penting bagi proses belajar yang optimal. Oleh karena itu, pemerintah akan terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan pelaksanaan program agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh peserta didik di seluruh Indonesia.

Dalam sambutannya, Wamen Fajar menjelaskan bahwa pemilihan Kabupaten Lebak sebagai lokasi peringatan Hari Lahir Pancasila memiliki makna historis dan filosofis yang mendalam. Lebak dikenal sebagai daerah yang menyimpan jejak perjuangan melawan ketidakadilan, sebagaimana tergambar dalam karya Max Havelaar yang lahir dari pengalaman Multatuli ketika bertugas di wilayah tersebut.

Menurutnya, sejarah tersebut mengingatkan bahwa negara harus senantiasa berpihak kepada kemanusiaan, menjunjung keadilan, dan menghadirkan pelayanan yang melindungi seluruh rakyat tanpa membedakan latar belakang apa pun.

Lebih lanjut, Fajar menegaskan bahwa Pancasila merupakan titik temu yang mempersatukan keberagaman bangsa Indonesia. Pancasila tidak dimaksudkan untuk menyeragamkan perbedaan, melainkan menjadi rumah bersama yang menjaga persatuan di tengah keragaman suku, agama, budaya, dan golongan.

Nilai inklusivitas tersebut, lanjutnya, juga tercermin dalam penghormatan terhadap masyarakat adat Baduy yang menjadi bagian penting dari identitas budaya Kabupaten Lebak. Pembangunan pendidikan harus berjalan seiring dengan upaya melestarikan budaya, menghormati kearifan lokal, serta menjaga harmoni antara manusia dan alam.

Pada kesempatan yang sama, Wamen Fajar juga menyampaikan bahwa pemerintah tengah mengkaji penguatan pengajaran bahasa asing sebagai bagian dari upaya memperluas wawasan global peserta didik. Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung diplomasi budaya Indonesia sekaligus memperkuat kontribusi generasi muda dalam mewujudkan perdamaian dunia.

Sejalan dengan tema Hari Lahir Pancasila tahun ini, “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

"Pancasila bukan hanya untuk diperingati, tetapi untuk dihidupi. Nilai-nilainya harus tercermin dalam cara kita melayani, mendidik, bekerja, dan membangun masa depan bangsa," pungkas Fajar. *** (Penulis/Fotografer: Irfan)

 


Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Lampiran

Sumber: Siaran Pers Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor: 453/sipers/A6/VI/2026

Penulis: Muhammad Irfan

Editor: Denty Anugrahmawaty

Kepemilikan Konten PaudDikdasmen Kepemilikan Konten Ruang Sekolah Kepemilikan Konten Ruang Publik Kepemilikan Konten Sekjen Kepemilikan Konten Murid Kejuruan Kepemilikan Konten Sekolah Dikdasmen Kepemilikan Konten Murid Dikdasmen Kepemilikan Konten Penguatan Pendidikan Karakter

Siaran Pers Terkait
Gambar Konten Terkait
Penantian Panjang yang Terjawab: Cerita Sekolah – Sekolah di Teluk Bintuni Menyambut Revitalisasi

Kepemilikan Konten PaudDikdasmen Kepemilikan Konten Dinas Pendidikan Kepemilikan Konten Ruang Murid Kepemilikan Konten Ruang GTK Kepemilikan Konten Ruang Sekolah Kepemilikan Konten GTK Kepemilikan Konten Sekolah PAUD Kepemilikan Konten Sekolah Dikdasmen Kepemilikan Konten Murid Dikdasmen Kepemilikan Konten Mitra Dikdasmen Kepemilikan Konten Pemenuhan dan Perbaikan Sarana dan Prasarana Pendidikan

Diterbitkan pada : 01/06/2026

Gambar Konten Terkait
Wamendikdasmen: Sinergi Lintas Sektor Perkuat Misi Presiden Prabowo dalam Program Sekolah Rakyat

Kepemilikan Konten PaudDikdasmen Kepemilikan Konten Guru Sekolah Kejuruan Kepemilikan Konten Dinas Pendidikan Kepemilikan Konten Ruang Murid Kepemilikan Konten Ruang Sekolah Kepemilikan Konten Guru Dikdasmen Kepemilikan Konten Sekolah Dikdasmen Kepemilikan Konten Mitra Dikdasmen Kepemilikan Konten Wajib Belajar 13 Tahun dan Pemerataan Kesempatan Pendidikan Kepemilikan Konten Penguatan Pendidikan Unggul, Literasi, Numerasi dan Sains Teknologi

Diterbitkan pada : 01/06/2026

Gambar Konten Terkait
Bukan Sekadar Ijazah, Karakter dan Mental Tangguh Jadi Kunci Lulusan LKP Tembus Karier Global

Kepemilikan Konten PaudDikdasmen Kepemilikan Konten Sekolah Kejuruan Kepemilikan Konten Ruang Murid Kepemilikan Konten Ruang Sekolah Kepemilikan Konten Ruang Orang Tua Kepemilikan Konten Ruang Publik Kepemilikan Konten Vokasi Kepemilikan Konten Murid Kejuruan Kepemilikan Konten Sekolah Dikdasmen Kepemilikan Konten Murid Dikdasmen Kepemilikan Konten Penguatan Pendidikan Karakter Kepemilikan Konten Penguatan Pendidikan Unggul, Literasi, Numerasi dan Sains Teknologi

Diterbitkan pada : 31/05/2026