Diterbikan pada: 22 April 2026
Kabupaten Bantul, DIY, 22 April 2026 – Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SD/MI/Sederajat di Kabupaten Bantul terorganisir dengan baik. Hal ini tidak lepas dari persiapan matang yang dilakukan sebelumnya mulai dari skema reguler dan susulan yang mekanismenya dirancang sedemikian rupa untuk menjangkau seluruh peserta didik. Sebab, cakupan asesmen yang luas, inklusif, dan berkelanjutan disadari dapat menjadi bagian dari penguatan pemetaan mutu pendidikan nasional. Sementara itu, di tingkat satuan pendidikan, berbagai persiapan telah dilakukan secara sistematis, mulai dari pendataan peserta, sosialisasi kepada orang tua, hingga simulasi dan gladi bersih sebelum pelaksanaan. Kepala SD Negeri Jaranan, Yanuarita Widi Astuti, menyampaikan bahwa seluruh tahapan persiapan dilakukan secara terstruktur untuk memastikan siswa siap secara teknis maupun mental, Selasa (21/4). “Persiapan kami lakukan mulai dari pendataan siswa melalui Dapodik, sosialisasi kepada orang tua, simulasi, hingga gladi bersih. Kami juga memastikan siswa memahami bahwa TKA bukan sesuatu yang menakutkan, tetapi menjadi bagian dari proses belajar,” ujar Yanuarita. Ia menambahkan bahwa komunikasi dengan orang tua menjadi kunci dalam membangun pemahaman bersama terkait pelaksanaan TKA. “Kami berupaya membangun sinergi dengan orang tua agar siswa tidak merasa terbebani, melainkan lebih percaya diri dalam mengikuti TKA,” tambahnya. Di SD Negeri Jaranan, dari 24 siswa kelas 6 yang terdiri atas 10 siswa laki-laki dan 14 siswa perempuan mengikuti pelaksanaan TKA dengan antusias. Sementara itu, Kepala SD Negeri 1 Bantul, Parjiyatmi, menyampaikan bahwa pelaksanaan TKA di sekolahnya berjalan dengan baik meskipun masih menghadapi keterbatasan sarana prasarana. “Kami sampaikan bahwa pada tahun ini kelas VI di SD Negeri 1 Bantul terdiri atas empat rombongan belajar, yaitu kelas A, B, C, dan D, dengan jumlah total 113 siswa, terdiri atas 63 siswa laki-laki dan 50 siswa perempuan. Secara keseluruhan, jumlah peserta didik di SD Negeri 1 Bantul mencapai 701 siswa yang terbagi dalam 25 rombongan belajar. Dalam pelaksanaan TKA, sekolah mengikuti gelombang 1 dengan dua sesi. Pada sesi pertama, ruang satu diikuti oleh 38 siswa dan ruang dua sebanyak 18 siswa. Sementara pada sesi kedua, ruang satu diikuti 38 siswa dan ruang dua sebanyak 19 siswa,” ujar Parjiyatmi. Ia juga menambahkan bahwa kesiapan siswa tidak hanya difokuskan pada aspek teknis, tetapi juga pada penguatan mental dan spiritual. “Persiapan TKA di sekolah kami tidak hanya bersifat lahiriah, tetapi juga batiniah. Kami membiasakan peserta didik untuk melibatkan Tuhan dalam setiap usaha, seperti melalui pembiasaan Salat Tahajud dan Dhuha bagi siswa Muslim. Selain itu, kami juga telah melaksanakan kegiatan Achievement Motivation Training (AMT) untuk membangun pemahaman dan kedekatan antara siswa dan orang tua. Motivasi, baik intrinsik maupun ekstrinsik, menjadi faktor penting dalam mendukung kesiapan anak,” tambahnya. Parjiyatmi tak menampik adanya kendala yang dihadapi sekolah terkait keterbatasan ruang dan perangkat. Menurutnya, sarana prasarana masih perlu diperkuat untuk mendukung pembelajaran ke depan. “Kami masih memiliki keterbatasan ruang dan perangkat teknologi informasi, sehingga membutuhkan dukungan ke depan untuk penguatan sarana pembelajaran,” ungkapnya. Guru Adaptif dan Berpengalaman Dukung Kelancaran TKA Peran guru turut menjadi faktor penting dalam mendampingi siswa menghadapi TKA. Guru kelas VI SD Negeri 1 Bantul, Bayu, menyampaikan bahwa pengalaman sebelumnya dalam pelaksanaan asesmen berbasis komputer menjadi bekal penting dalam mempersiapkan siswa. “Kami sudah memiliki pengalaman dari asesmen sebelumnya, sehingga dalam mempersiapkan TKA kami bisa melakukan evaluasi dan pendampingan yang lebih optimal,” ujar Bayu. Ia juga mengungkapkan adanya tantangan dalam keberagaman kemampuan siswa serta keterbatasan sarana, khususnya perangkat komputer. “Kami masih memanfaatkan perangkat tambahan dari guru untuk mendukung pelaksanaan. Namun demikian, seluruh proses tetap dapat berjalan dengan baik,” tambahnya. Siswa Antusias, Pembelajaran Digital Tingkatkan Motivasi Dari sisi murid, pelaksanaan TKA disambut dengan antusias. Salah satu siswa SD Negeri Jaranan, Revinta Yuniar Putri, mengaku bahwa pengalaman mengikuti TKA justru terasa menyenangkan. “TKA itu menyenangkan. Memang ada soal yang sulit, tetapi juga banyak yang bisa dikerjakan. Kami juga belajar bersama teman-teman dan dibantu guru,” ujarnya. Ia juga menilai bahwa penggunaan media pembelajaran digital membantu meningkatkan pemahaman materi. “Belajar dengan media digital membuat pelajaran lebih jelas dan lebih menarik, sehingga kami lebih semangat belajar,” tambahnya. Pelaksanaan TKA di Kabupaten Bantul menunjukkan bahwa kesiapan tidak hanya terletak pada sistem, tetapi juga pada kolaborasi dan semangat seluruh ekosistem pendidikan. Keterlibatan aktif sekolah, guru, siswa, serta dukungan orang tua menjadi faktor penting dalam memastikan pelaksanaan asesmen berjalan lancar dan memberikan manfaat optimal bagi peningkatan mutu pendidikan. Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah, Toni Toharudin menegaskan bahwa antusiasme pendaftar TKA pada tahun 2026 sangat besar. “Kami menyadari animo masyarakat yang sangat besar dalam mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA), sehingga kami terus berkomitmen bahwa kesiapan layanan akan terus menjadi prioritas," ujar Toni. Ke depan, sinergi ini diharapkan terus diperkuat untuk mendukung implementasi kebijakan pendidikan yang berkelanjutan dan berorientasi pada peningkatan kualitas pembelajaran di seluruh Indonesia.*** (Penulis & Dokumentasi: Irfan/Editor: Denty A., Seno H.) Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat Laman: kemendikdasmen.go.id #PendidikanBermutuuntukSemua
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers
#KemendikdasmenRamah
Sumber: Siaran Pers Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor: 307/sipers/A6/IV/2026
Penulis: Muhammad Irfan
Editor: Denty Anugrahmawaty
PaudDikdasmen
Pendidikan Vokasi
Badan Bahasa
BKPDM
Guru Sekolah Kejuruan
Sekolah Kejuruan
Dinas Pendidikan
Ruang Murid
Ruang GTK
Ruang Sekolah
Ruang Orang Tua
Ruang Pemerintah
Ruang Mitra
Ruang Publik
Ruang Bahasa
GTK
Itjen
Vokasi
Sekjen
Murid Kejuruan
Guru PAUD
Guru Dikdasmen
Sekolah PAUD
Sekolah Dikdasmen
Murid PAUD
Murid Dikdasmen
Mitra Dikdasmen
Orang Tua
Sastrawan
Pegiat Literasi
Penguatan Pendidikan Karakter
Wajib Belajar 13 Tahun dan Pemerataan Kesempatan Pendidikan
Peningkatan Kualifikasi, Kompetensi, dan Kesejahteraan Guru
Penguatan Pendidikan Unggul, Literasi, Numerasi dan Sains Teknologi
Pemenuhan dan Perbaikan Sarana dan Prasarana Pendidikan
Pembangunan Bahasa dan Sastra