Diterbikan pada: 7 Maret 2026
Jakarta, 7 Maret 2026 – Dalam rangka untuk memperkuat keterkaitan pendidikan vokasi PKPLK dengan dunia industri, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK) melakukan penandatanganan naskah perjanjian kerja sama (PKS) strategis dengan kementerian/lembaga dan sejumlah mitra industri pada Jumat (6/3) di Jakarta. Kolaborasi ini menjadi langkah penting dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul yang siap menghadapi kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang. Dalam sambutannya, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, menyampaikan bahwa kata kunci dari pendidikan vokasi adalah kerja sama dengan dunia industri. Pendidikan vokasi dengan karakteristik kompetensi yang kuat memiliki peran strategis dalam menyiapkan SDM yang kompeten, adaptif, serta selaras dengan dinamika dunia kerja dan perkembangan teknologi. Oleh karena itu, upskilling dan reskilling menjadi langkah penting untuk meningkatkan keahlian dan menghadirkan atau keahlian baru yang harus dikuasai oleh pendidikan vokasi. “Kolaborasi kuat dan sinambung dengan mitra menjadi langkah kolaboratif guna memastikan pendidikan ke depan dan memastikan lulusan yang benar-benar siap berkarya. Kerja sama ini diharapkan benar-benar diimplementasikan sehingga bisa melahirkan inovasi ke depan,” ucap Wamen Atip. Sementara itu, dalam laporannya, Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi PKPLK, Tatang Muttaqin, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya penandatanganan PKS dengan kementerian/lembaga dan mitra industri. Dalam momen ini, Kemendikdasmen menandatangani perjanjian kerja sama dengan Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Kehutanan, PT Traspac, PT Martha Beauty Gallery, PT United Tractors, Universitas Hasanuddin, dan PT Gamecomm Indonesia Network. “Kami berharap penandatanganan ini bukan hanya di atas dokumen, tapi bisa diimplementasikan. Tidak hanya menguatkan SMK, tapi juga SLB, PKBM, dan guru-guru pendidikan vokasi,” terang Dirjen Tatang. Dirjen Tatang juga menambahkan bahwa salah satu tantangan dari pendidikan vokasi adalah terbatasnya guru-guru produktif. Untuk mengatasi menurunnya jumlah guru produktif, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi PKPLK menanganinya dengan melakukan upskilling dan reskilling lewat unit pelaksana teknis (UPT) atau balai besar/balai pengembangan penjaminan mutu pendidikan vokasi yang tersedia. “Balai bisa kolaborasi dengan industri sehingga keterbatasan alat bisa dikompensasi dengan alat canggih dari industri. Di tahun ini kita juga mendorong magang widyaiswara untuk tidak hanya magang di dalam negeri, tapi juga ke luar negeri dan nanti ketika sudah pulang bisa mengimplementasikan dan menyiapkan lulusan untuk kebekerjaan ke luar negeri,” jelas Dirjen Tatang. Kerja sama ini nyatanya telah dinantikan oleh para penerima manfaat. Kepala SMKN 11 Semarang, Jawa Tengah, Imro’atul Azizah, menuturkan bahwa momen ini kesempatan yang besar untuk SMK karena mendapatkan pendampingan dari Kemendikdasmen dan industri untuk menyiapkan SDM yang lebih unggul. “Ini bukan kerja sama yang biasa dan kebutuhan industri di bidang gim juga cukup tinggi. Harapannya dari momen ini nanti lahir talent-talent muda kreatif di bidang gim yang bisa jadi andalan yang bisa membawa nama besar bangsa karena ini prospek yang bagus. Industri juga siap melakukan pendampingan,” ujar Azizah. Melalui kemitraan strategis ini, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi PKPLK berharap dapat memperkuat ekosistem pendidikan vokasi yang lebih adaptif, inovatif, dan responsif terhadap perkembangan zaman. Dengan demikian, lulusan pendidikan vokasi diharapkan mampu menjadi SDM unggul yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang dan berkontribusi pada pembangunan nasional.*** (Penulis: Zia, Tim Ditjen Vokasi PKPLK/Editor: Denty A., Seno H./Fotografer: Laili)
Sumber: Siaran Pers Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor: 190/sipers/A6/III/2026
Penulis: Denty Anugrahmawaty
Editor: Denty Anugrahmawaty
Vokasi