Diterbikan pada: 19 Februari 2026
Jakarta, 19 Februari 2026 –– Mengenyam pendidikan tinggi hingga ke luar negeri merupakan impian bagi banyak anak di Indonesia. Keterbatasan akses dan ekonomi sering kali menjadi penghalang besar yang memutus harapan untuk melihat dunia lebih luas. Namun, kisah inspiratif datang dari Lukas Norman Kbarek, putra daerah asal Kabupaten Biak Numfor, Papua. Alumni Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) di SMA Bhineka Tunggal Ika Yogyakarta ini membuktikan bahwa dukungan pendidikan yang tepat dapat mengubah jalan hidup seseorang. “Bagi saya, ADEM merupakan life-changing experience program yang membantu anak-anak Papua untuk bisa lebih berkembang di lingkungan yang berbeda,” ucapnya. Perjalanan Lukas menempuh pendidikan tidak sebentar. Setelah lulus SMA, ia melanjutkan studi melalui Program Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADIK) di Universitas Pendidikan Ganesha, Bali. Semangatnya yang membara berhasil membawa dirinya ke Inggris untuk menempuh pendidikan S2 di Lancaster University melalui beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), hingga berhasil meraih gelar LL.M dalam bidang Hukum Internasional hanya dalam waktu satu tahun. Kini, Lukas telah mengabdi sebagai CPNS di Kementerian Luar Negeri. Baginya, setiap langkah yang ia ambil sejak merantau ke Jawa hingga Bali selalu mempertemukannya dengan sosok-sosok inspiratif. “Saya bertemu banyak orang baik dan orang hebat yang menginspirasi sehingga membuat saya lebih termotivasi untuk terus meraih mimpi,” ujarnya. Ketertarikan Lukas pada hukum internasional lahir dari empati terhadap masyarakat di tingkat akar rumput (grassroot). Ia meyakini bahwa isu global seperti HAM, lingkungan hidup, dan perdamaian memiliki dampak nyata bagi kehidupan sehari-hari masyarakat. Jiwa kepemimpinannya terlihat sejak ia kuliah, di mana Lukas aktif mengikuti Asia Youth International Model United Nations 2018 di Thailand dan menjadi finalis Duta Muda ASEAN 2019. Lukas berharap jejaknya dapat diikuti oleh anak Papua lainnya. “Saya berharap tercipta SDM unggul dari anak asli Papua sehingga dengan kecerdasannya mampu bersaing di forum nasional bahkan internasional,” ungkapnya. Program ADEM merupakan program strategis yang telah berjalan sejak 2013. Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Suharti, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk menjangkau tiga kategori yaitu wilayah Papua, daerah khusus seperti daerah terdepan, terluar, tertinggal (3T), dan anak-anak pekerja migran melalui jalur Repatriasi. Upaya ini menunjukkan hasil yang nyata. Berdasarkan Capaian ADEM tahun 2025, sebanyak 4.616 murid telah merasakan manfaat bantuan pendidikan dengan total realisasi anggaran mencapai Rp90 miliar. Angka ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam mengurangi kesenjangan pendidikan di daerah. Suharti memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari dinas pendidikan hingga para orang tua. “Tanpa adanya kerja sama dan koordinasi yang erat, pelaksanaan program ADEM ini tidak akan berjalan secara optimal sebagaimana yang kita harapkan,” tuturnya. Melalui keberhasilan alumni seperti Lukas, Kemendikdasmen terus berkomitmen menghadirkan pendidikan inklusif dan bermutu untuk semua. Kisah ini menjadi bukti bahwa dengan akses yang terjangkau, setiap anak Indonesia memiliki peluang yang sama untuk bersaing di kancah internasional. Sebagaimana yang dituturkan Kepala Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik), Adhika Ganendra yang mengapresiasi capaian akademik Lukas. “Ini bukti nyata bahwa ADEM merupakan intervensi pemerintah untuk memberikan akses yang lebih luas, merata, dan nyata bagi seluruh pelajar di setiap pelosok Indonesia termasuk daerah 3T. Bahwa setiap anak Indonesia dari berbagai latar belakang berhak memperoleh pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan untuk mencapai cita-cita,” pungkasnya.*** (Penulis: Fairuz, Tim Puslapdik/Editor: Denty A., Seno H.) Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Berita Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/berita
#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah
Sumber: Siaran Pers Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor: 140/sipers/A6/II/2026
Penulis: Kontributor BKHM
Editor: Denty Anugrahmawaty
Sekolah Kejuruan
Dinas Pendidikan
Ruang Murid
Ruang Sekolah
Ruang Orang Tua
Ruang Pemerintah
Ruang Mitra
Ruang Publik
Sekjen
Murid Kejuruan
Sekolah Dikdasmen
Murid Dikdasmen
Mitra Dikdasmen
Orang Tua
Wajib Belajar 13 Tahun dan Pemerataan Kesempatan Pendidikan