Pendidikan Friendly rumah_pendidikan
Temukan informasi tentang Kemendikdasmen, struktur organisasi, dan regulasi
Informasi Profil Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Informasi Publik Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Temukan kabar, siaran pers, pengumuman, dan dokumentasi resmi dari Kemendikdasmen
Informasi Umum
Beranda
Button Icon
Button Icon
PPID
Button Icon Beranda
Button Icon Profil
Temukan informasi tentang Kemendikdasmen, struktur organisasi, dan regulasi
Button Icon
Button Icon
Button Icon
Button Icon PPID
Wamendikdasmen Atip Dorong Penguatan Pendidikan Berbasis Spiritualitas dan Kepedulian Lingkungan
Wamendikdasmen Atip Dorong Penguatan Pendidikan Berbasis Spiritualitas dan Kepedulian Lingkungan

Diterbikan pada: 30 Juli 2026

Bagikan

Gambar Siaran Pers

Bandung, 30 Juli 2026 – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, mendorong penguatan pendidikan yang mengintegrasikan nilai-nilai spiritual, kearifan lokal, dan kepedulian terhadap lingkungan sebagai upaya menyiapkan generasi yang mampu menjawab berbagai tantangan global di era multipolar. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi pembicara pada  'International Conference on Islam in the Malay World (ICON IMAD XV) Malay-Islamic Eco-Theology and Cultural Resilience in the Multipolar Era: Educational Implications' pada Senin (27/7) di Bandung.

Menurut Wamen Atip, dunia saat ini menghadapi tiga tantangan besar, yakni krisis ekologi akibat perubahan iklim, krisis budaya yang ditandai memudarnya identitas lokal, serta tantangan pendidikan yang masih didominasi pendekatan sekuler-materialistik. Kondisi tersebut perlu dijawab melalui sistem pendidikan yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan, nilai-nilai spiritual, dan kearifan lokal. 

“Pendidikan harus meletakkan Allah sebagai pusat, manusia sebagai penjaga, dan alam sebagai amanah. Tujuan kita adalah menghasilkan lulusan yang cerdas secara intelektual, spiritual, dan bertanggung jawab secara ekologis (ecologically responsible),” ujar Atip. 

Tujuan tersebut diwujudkan melalui penguatan literasi ekologis, kecerdasan spiritual, dan penguatan identitas budaya peserta didik. Implementasinya dilakukan melalui integrasi Fiqh al-Bi’ah dalam Pendidikan Agama Islam, pemanfaatan pantun, hikayat, dan peribahasa sebagai media pembelajaran, penguatan integrasi sains dengan nilai-nilai Al-Qur’an, hingga pembelajaran berbasis proyek yang mendorong peserta didik terlibat langsung dalam pelestarian lingkungan. Selain itu, sekolah juga didorong menjadi institusi yang ramah lingkungan dan memanfaatkan media digital untuk memperluas edukasi mengenai kepedulian terhadap lingkungan. 

Selaras dengan upaya tersebut, Kemendikdasmen juga terus memperkuat ekosistem pendidikan melalui berbagai program, salah satunya revitalisasi satuan pendidikan untuk mewujudkan lingkungan belajar yang aman, sehat, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik. “Kami menargetkan revitalisasi 80.000 satuan pendidikan sampai akhir tahun ini. Salah satu syarat mutlaknya: wajib ada toilet yang layak. Toilet sekolah adalah cerminan peradaban,” tegasnya.

Atip Latipulhayat juga menambahkan bahwa pembangunan pendidikan tidak cukup hanya berorientasi pada kemajuan teknologi, tetapi juga perlu memperkuat nilai-nilai yang membentuk karakter peserta didik agar mampu menjadi manusia yang bertanggung jawab terhadap lingkungan dan kehidupan bermasyarakat. “Ekoteologi Islam Melayu menawarkan alternatif bagi dunia: pembangunan yang disertai spiritualitas, kemajuan yang disertai nilai-nilai,” ungkapnya. 

Pada kesempatan yang sama, Direktur Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Aan Hasanah, menegaskan bahwa pendidikan harus menjadi fondasi dalam membangun kesadaran peserta didik untuk menjaga lingkungan sebagai bagian dari karakter. Menurutnya, pendidikan perlu menumbuhkan kesadaran menjaga lingkungan bukan semata karena aturan, melainkan sebagai karakter yang tertanam dalam diri peserta didik. Nilai-nilai tersebut dapat diperkuat melalui pemanfaatan kearifan lokal yang telah diwariskan masyarakat selama berabad-abad. 

“Alam bisa memenuhi kebutuhan manusia (need), tapi alam tidak akan pernah bisa memenuhi keserakahan manusia (greed). Pendidikan harus menjadi kompas moral bagi perilaku manusia terhadap semesta,” ujar Aan Hasanah.

Menutup paparannya, Wamen Atip mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat kolaborasi dalam membangun pendidikan yang mampu menjawab tantangan masa depan melalui penguatan kurikulum, pendidikan guru, pelestarian kearifan lokal, serta pemberdayaan sekolah dan masyarakat sebagai pusat resiliensi ekologis. “Ekoteologi Islam Melayu bukan tentang kembali ke masa lalu, tapi peta jalan menuju masa depan. Kita harus memberdayakan setiap sekolah dan masjid menjadi pusat pertahanan ekologi,” tutupnya.*** (Penulis: Destya/Fotografer: Rayhan)


 
Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
 
Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook:  facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers
 
#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Sumber: Siaran Pers Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor: 646/sipers/A6/VII/2026

Penulis: Destya

Editor: Denty Anugrahmawaty

Kepemilikan Konten PaudDikdasmen Kepemilikan Konten Guru Sekolah Kejuruan Kepemilikan Konten Dinas Pendidikan Kepemilikan Konten Ruang Pemerintah Kepemilikan Konten Ruang Mitra Kepemilikan Konten Ruang Publik Kepemilikan Konten GTK Kepemilikan Konten Guru PAUD Kepemilikan Konten Guru Dikdasmen Kepemilikan Konten Pegiat Literasi Kepemilikan Konten Penguatan Pendidikan Karakter Kepemilikan Konten Penguatan Pendidikan Unggul, Literasi, Numerasi dan Sains Teknologi

Siaran Pers Terkait
Gambar Konten Terkait
Perjuangan Mewujudkan Mimpi, Kisah Finalis LKS Tahun 2026

Kepemilikan Konten Pendidikan Vokasi Kepemilikan Konten Guru Sekolah Kejuruan Kepemilikan Konten Sekolah Kejuruan Kepemilikan Konten Dinas Pendidikan Kepemilikan Konten Ruang Murid Kepemilikan Konten Ruang Sekolah Kepemilikan Konten Ruang Orang Tua Kepemilikan Konten Ruang Publik Kepemilikan Konten Vokasi Kepemilikan Konten Murid Kejuruan Kepemilikan Konten Penguatan Pendidikan Karakter Kepemilikan Konten Penguatan Pendidikan Unggul, Literasi, Numerasi dan Sains Teknologi

Diterbitkan pada : 30/07/2026

Gambar Konten Terkait
Di Puncak HAN 2026, Mendikdasmen Berbagi Kisah Perjalanan dari Anak Desa hingga Menjadi Menteri

Kepemilikan Konten PaudDikdasmen Kepemilikan Konten Dinas Pendidikan Kepemilikan Konten Ruang Publik Kepemilikan Konten Murid Kejuruan Kepemilikan Konten Murid PAUD Kepemilikan Konten Murid Dikdasmen Kepemilikan Konten Orang Tua Kepemilikan Konten Penguatan Pendidikan Karakter Kepemilikan Konten Wajib Belajar 13 Tahun dan Pemerataan Kesempatan Pendidikan

Diterbitkan pada : 30/07/2026

Gambar Konten Terkait
Mendikdasmen Ajak Guru Cintai Murid dan Terus Menjadi Pembelajar Sepanjang Hayat

Kepemilikan Konten Guru Sekolah Kejuruan Kepemilikan Konten Dinas Pendidikan Kepemilikan Konten Ruang GTK Kepemilikan Konten Ruang Sekolah Kepemilikan Konten Ruang Pemerintah Kepemilikan Konten GTK Kepemilikan Konten Guru PAUD Kepemilikan Konten Guru Dikdasmen Kepemilikan Konten Penguatan Pendidikan Karakter Kepemilikan Konten Peningkatan Kualifikasi, Kompetensi, dan Kesejahteraan Guru Kepemilikan Konten Penguatan Pendidikan Unggul, Literasi, Numerasi dan Sains Teknologi

Diterbitkan pada : 29/07/2026