Published on: 21 Juli 2026
Jakarta, 21 Juli 2026 – Pendidikan yang inklusif tidak hanya memastikan setiap anak dapat bersekolah, tetapi juga memperoleh layanan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristiknya. Untuk memperkuat layanan tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Masjid Baitut Tholibin bekerja sama dengan Baitul Maal Muamalat menyelenggarakan Training of Trainers (TOT) Al-Qur'an Bahasa Isyarat Batch 3 bagi para pendidik. "Karena memang ini terkait langsung dengan apa yang disebut Pak Menteri sebagai pendidikan inklusi, dan juga sekaligus sebagai pendidikan khusus yang memang membutuhkan perhatian kita sekalian," ujarnya, Jakarta, Senin (20/7). "Training of Trainers Al-Qur'an Bahasa Isyarat Batch 3 ini diperuntukkan bagi kawan-kawan kita penyandang disabilitas rungu atau teman tuli. Ini merupakan satu kegiatan merealisasikan dan mewujudkan amanat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas," ujar Suparto. Laman: kemendikdasmen.go.id #PendidikanBermutuuntukSemua
Selama dua hari, peserta memperoleh pembekalan metode pembelajaran Al-Qur'an berbasis bahasa isyarat melalui penguatan materi dan praktik mengajar. Pelatihan ini diharapkan memperluas kompetensi pendidik dalam memberikan layanan pembelajaran yang lebih inklusif bagi peserta didik penyandang disabilitas rungu, baik di satuan pendidikan maupun di komunitas.
Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Talenta, Mariman Darto, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen Kemendikdasmen menghadirkan pendidikan yang inklusif bagi seluruh peserta didik.
Menurut Mariman, upaya menghadirkan layanan pendidikan yang inklusif membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Karena itu, Kemendikdasmen menggandeng Baitul Maal Muamalat, Yayasan Wakaf Salman, serta Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus (Ditjen VPKPLK) untuk memperluas akses pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan penyandang disabilitas rungu.
Ia menambahkan, penyelenggaraan TOT Al-Qur'an Bahasa Isyarat akan terus diperluas. Kemendikdasmen berencana kembali melaksanakan pelatihan serupa pada peringatan Hari Tuli Internasional dan Hari Bahasa Isyarat Internasional dengan menggandeng Masjid Salman ITB sebagai mitra penyelenggara.
Sementara itu, Sekretaris Ditjen VPKPLK, Suparto, mengatakan bahwa penyelenggaraan TOT Al-Qur'an Bahasa Isyarat merupakan bagian dari implementasi Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas yang menjamin hak penyandang disabilitas memperoleh pendidikan yang inklusif.
Ia menambahkan bahwa pembelajaran Al-Qur'an merupakan bagian dari penguatan karakter sekaligus sejalan dengan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, khususnya kebiasaan beribadah. Karena itu, kesempatan mempelajari Al-Qur'an perlu dibuka seluas-luasnya bagi seluruh warga negara, termasuk peserta didik penyandang disabilitas.
Melalui penguatan kompetensi pendidik dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan, Kemendikdasmen terus mendorong terwujudnya layanan pendidikan yang inklusif agar setiap peserta didik, termasuk penyandang disabilitas rungu, memperoleh kesempatan belajar yang setara sesuai kebutuhan dan potensinya.*** (Penulis: Irfan/Fotografer: Rahman)
Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers
#KemendikdasmenRamah
Source: Siaran Pers Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor: 608/sipers/A6/VII/2026
Writer: Muhammad Irfan
Editor: Denty Anugrahmawaty
PaudDikdasmen
Ruang Murid
Ruang GTK
Ruang Pemerintah
Ruang Publik
Vokasi
Guru Dikdasmen
Murid Dikdasmen
Penguatan Pendidikan Unggul, Literasi, Numerasi dan Sains Teknologi
Pembangunan Bahasa dan Sastra