Diterbitkan pada: 08/06/2026
Bandung, Kemendikdasmen – Menyiapkan generasi unggul bukan hanya tanggung jawab sekolah. Peran keluarga, masyarakat, dan media juga menjadi bagian penting dalam membentuk karakter, menumbuhkan semangat belajar, serta mengembangkan kompetensi peserta didik sejak usia dini. Pesan tersebut disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat, saat menghadiri kegiatan yang diselenggarakan SDIT Al-Hidayah Logam di Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (6/6). Dalam kesempatan itu, Wamendikdasmen menekankan bahwa pendidikan dasar merupakan fase yang sangat menentukan dalam membangun fondasi Generasi Emas Indonesia. Menurutnya, ukuran keberhasilan suatu generasi tidak hanya dilihat dari capaian yang diraih saat ini, tetapi juga dari kemampuan menghadirkan generasi penerus yang lebih baik di masa depan. Karena itu, sekolah dasar perlu menjadi ruang yang aman dan menyenangkan bagi anak untuk tumbuh, belajar, bertanya, dan menemukan makna dari setiap pengalaman belajarnya. “Ukuran kesuksesan suatu generasi adalah ketika mampu menghadirkan generasi penerus yang lebih baik dari generasi sebelumnya. Sekolah Dasar sebagai fondasi pendidikan perlu menjadi lingkungan belajar yang mengakomodasi rasa ingin tahu peserta didik, mendorong mereka untuk bertanya, berpikir kritis, dan menemukan makna dari proses pembelajaran yang dijalani,” ujar Atip. Wamendikdasmen menjelaskan bahwa pendidikan yang berkualitas tidak hanya berorientasi pada capaian akademik. Yang tidak kalah penting adalah bagaimana sekolah bersama keluarga mampu membentuk karakter, menumbuhkan kemandirian, serta membangun kebiasaan belajar sepanjang hayat pada diri anak. Untuk mendukung upaya tersebut, Kemendikdasmen terus mendorong implementasi Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat sebagai bagian dari penguatan karakter peserta didik. Program ini menekankan pentingnya pembiasaan perilaku positif yang dilakukan secara konsisten melalui sinergi antara sekolah dan keluarga. Atip menilai karakter tidak terbentuk dalam waktu singkat. Karakter tumbuh melalui proses pembiasaan yang dilakukan terus-menerus dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah. “Pembiasaan itu pada awalnya memang bermula dari keterpaksaan, tetapi ketika dilakukan secara konsisten akan menjadi kebiasaan, lalu menjadi karakter. Menariknya, sekitar 90 persen pembiasaan itu berlangsung di rumah. Karena itu, kolaborasi antara sekolah dan keluarga menjadi sangat penting dalam membentuk karakter dan kebiasaan baik anak,” tuturnya. Selain penguatan karakter, Kemendikdasmen juga terus mendorong peningkatan kualitas pembelajaran melalui pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning). Menurut Atip, keberhasilan pembelajaran sangat ditentukan oleh penguasaan substansi yang dimiliki guru. Ia menegaskan bahwa pemahaman yang kuat terhadap materi ajar menjadi langkah awal sebelum menentukan strategi pembelajaran yang tepat. Guru yang menguasai materi akan lebih mudah menghadirkan pengalaman belajar yang relevan, bermakna, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. “Yang pertama harus ditekankan adalah penguasaan materi. What to teach harus dipahami terlebih dahulu sebelum how to teach. Guru yang menguasai materi ajar akan lebih mudah menentukan metode pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik,” ungkapnya. Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan zaman yang semakin cepat, Wamendikdasmen juga mengingatkan pentingnya membekali peserta didik dengan kemampuan di bidang sains, teknologi, rekayasa, dan Matematika (STEM). Kompetensi tersebut dinilai menjadi salah satu bekal penting untuk menghadapi tantangan abad ke-21. Namun demikian, Atip menekankan bahwa pembelajaran STEM harus disajikan secara menarik dan menggembirakan agar mampu menumbuhkan minat, kreativitas, dan rasa ingin tahu peserta didik sejak dini. “Kita masih menghadapi tantangan dalam penguasaan sains, teknologi, rekayasa, dan Matematika. Karena itu, untuk menumbuhkan minat peserta didik terhadap bidang-bidang tersebut, proses pembelajaran harus berlangsung secara menggembirakan,” katanya. Kegiatan yang dihadiri peserta didik, orang tua, guru, dan tenaga kependidikan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun ekosistem pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, dan berpihak pada peserta didik. Melalui penguatan karakter, penerapan pembelajaran mendalam, serta kolaborasi yang erat antara sekolah, keluarga, masyarakat, dan media sebagai catur pusat pendidikan, Kemendikdasmen terus mendorong transformasi pendidikan yang mampu melahirkan generasi Indonesia yang berkarakter, kompeten, dan siap menghadapi masa depan.*** (Penulis: Bayu Pratama/Fotografer: Panitia) Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat Laman: kemendikdasmen.go.id #PendidikanBermutuuntukSemua
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers
#KemendikdasmenRamah
Penulis: Kontributor BKHM
Editor: Denty Anugrahmawaty