Temukan informasi detail tentang Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Informasi Publik Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Temukan kabar, siaran pers, pengumuman, dan dokumentasi resmi dari Kemendikdasmen
STEM Perkuat Karakter Murid, Gigih Belajar Proses Merancang dan Memperbaiki Purwarupa

Bone Bolango, Gorontalo, Kemendikdasmen - Bagi murid kelas VII A, membuat purwarupa Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) sederhana bukan perkara menghasilkan alat yang langsung bekerja. Ada rancangan yang harus dipikirkan, komponen yang harus dipasang, pengujian yang harus dilakukan, hingga masalah yang perlu ditemukan dan diperbaiki.

Proses mencoba, menemukan kesalahan, lalu menguji kembali justru menjadi bagian penting dari pembelajaran STEM yang diterapkan Mila Karmila, guru IPS di SNT 6 Bone Bolango, Provinsi Gorontalo. Melalui proyek tersebut, murid memanfaatkan potensi angin di Kabupaten Bone Bolango untuk memahami hubungan antara kondisi wilayah, sumber daya alam, dan kebutuhan energi. “Langkah awal dalam pembelajaran STEM adalah menentukan topik proyek STEM, dengan cara identifikasi masalah atau potensi nyata di lingkungan sekolah yang relevan bagi murid,” kata Mila.

Sebelum membuat purwarupa, murid diajak memahami persoalan yang hendak mereka jawab. Mereka mendiskusikan potensi angin di Bone Bolango dan kaitannya dengan kebutuhan energi. Guru memantik rasa ingin tahu melalui pertanyaan, “Mengapa potensi angin di suatu wilayah dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi?” dan “Bagaimana pemanfaatan energi angin dapat mendukung kehidupan masyarakat sekaligus menjaga lingkungan?”

Berangkat dari pertanyaan itu, murid mulai merancang. Mereka memanfaatkan dinamo DC, baling-baling, kabel, lampu LED, kipas angin, dan multimeter. Mereka mempelajari perubahan energi dari angin menjadi energi gerak dan listrik, sekaligus mengukur kinerja purwarupa. Di sinilah proses STEM berjalan. Murid tidak berhenti setelah membuat alat. Mereka menguji desain, mengumpulkan data, menemukan bagian yang belum bekerja optimal, kemudian memperbaikinya. Hasil pengujian disajikan dalam tabel atau grafik untuk membantu menentukan desain yang lebih efektif.

Menurut Mila mengatakan, “Murid merancang, membuat, menguji, dan memperbaiki purwarupa PLTB berdasarkan hasil pengujian agar alat dapat bekerja lebih efektif.”

Sementara bagi Salwa Nabila Aurora Antuli, murid kelas VII A, proses tersebut membuat pembelajaran terasa berbeda. “Menurut saya, pembelajaran STEM ini menyenangkan karena saya tidak hanya belajar materi, tetapi langsung diarahkan untuk membuat proyek.”

Salwa juga merasakan manfaat ketika berbagai mata pelajaran bertemu dalam satu proyek. “Topik pembelajarannya terhubung dengan beberapa mapel jadi saya merasakan pengalaman baru dalam belajar sehingga lebih fokus. Selain itu STEM membuat saya tidak hanya memahami materi, tetapi juga bagaimana menggunakan pengetahuan tersebut untuk menyelesaikan masalah,” ungkapnya. 

Proses itu sekaligus melatih kerja sama. Murid bekerja dalam kelompok dengan pembagian peran yang jelas agar setiap anggota terlibat. Mereka berdiskusi, membangun pemahaman, merancang produk, menguji hasil, dan menjelaskan temuan.

Mila menilai proses tersebut sama pentingnya dengan produk akhir. “Dalam pembelajaran STEM, asesmen tidak hanya berfokus pada hasil akhir atau kemampuan menjawab soal, tetapi juga pada proses yang dilakukan murid selama menyelesaikan proyek.”

Penilaian mencakup ketepatan fungsi purwarupa, kreativitas desain, penggunaan data, kemampuan memecahkan masalah, dan kemampuan menjelaskan hasil. Presentasi kelompok juga menjadi ruang bagi murid untuk mengomunikasikan perjalanan proyek mereka. Di balik proyek itu, guru juga menghadapi tantangan. Perbedaan jadwal dan capaian pembelajaran antarmata pelajaran dapat membuat murid kesulitan menghubungkan konsep jika pembelajarannya terlalu berjauhan.

Oleh karena itu, para guru memilih duduk bersama. “Praktik atau strategi yang kami lakukan adalah duduk dalam satu forum untuk bersama-sama berkoordinasi menyusun dan memetakan CP dan ATP masing-masing mapel agar sinkron,” jelas Mila. 

Pada akhirnya, nilai proyek ini bukan hanya pada apakah lampu LED menyala. Hal yang tak kalah penting, murid mengalami sendiri bahwa sebuah solusi tidak selalu lahir pada percobaan pertama. Mereka belajar bahwa ketika rancangan belum berhasil, masih ada kesempatan untuk membaca data, menemukan masalah, memperbaiki desain, dan mencoba kembali. (Penulis: Denty/Dokumentasi: Tim SNT 6 Bone Bolango)


Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
 
Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook:  facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers
 
#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah