pendidikan_untuk semua Ramah rumah_pendidikan
Temukan informasi tentang Kemendikdasmen, struktur organisasi, dan regulasi
Informasi Profil Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Informasi Publik Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Temukan kabar, siaran pers, pengumuman, dan dokumentasi resmi dari Kemendikdasmen
Informasi Umum
Beranda
Button Icon
Button Icon
PPID
Button Icon Beranda
Button Icon Profil
Temukan informasi tentang Kemendikdasmen, struktur organisasi, dan regulasi
Button Icon
Button Icon
Button Icon
Button Icon PPID
Buku Anak Dwibahasa Indonesia–Inggris tentang Tuberkulosis Diluncurkan di Canberra

Diterbitkan pada: 11/06/2026

Bagikan:

Gambar Siaran Pers

Canberra, Kemendikdasmen – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Canberra menyelenggarakan peluncuran buku anak dwibahasa Masalah Tuberkulosis (TBC/TB Trouble) beserta buku aktivitas pendamping karya  Susan Neuhaus di Wisma Duta RI Canberra. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat literasi kesehatan sekaligus mendukung pembelajaran Bahasa Indonesia di Australia. Acara dihadiri oleh komunitas pendidikan dan masyarakat, guru Bahasa Indonesia, Balai Bahasa Indonesia, dan mahasiswa.


Dalam sambutannya, Duta Besar RI untuk Australia dan Vanuatu, Siswo Pramono, menyampaikan apresiasi atas kontribusi Susan Neuhaus dalam menghasilkan bahan bacaan anak yang tidak hanya mendukung edukasi kesehatan, tetapi juga memperkaya sumber belajar Bahasa Indonesia bagi anak-anak dan masyarakat Australia.


Pada kesempatan tersebut, Susan Neuhaus memaparkan latar belakang penulisan buku Masalah TBC (TB Trouble) serta memperkenalkan buku sebelumnya yang mengangkat tema malaria. Menurut Susan, buku-buku tersebut dikembangkan untuk menyampaikan pesan kesehatan masyarakat kepada anak-anak melalui cerita yang menarik, mudah dipahami, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Melalui pendekatan literasi yang kreatif, buku-buku tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran anak dan keluarga mengenai pentingnya pencegahan penyakit menular sekaligus menumbuhkan minat baca sejak dini.


Sementara itu, Marsia Gustiananda Pramono menyampaikan paparan mengenai situasi dan upaya penanggulangan tuberkulosis (TBC) di Indonesia, termasuk berbagai program pemerintah dalam mendukung percepatan eliminasi TBC. Paparan tersebut memberikan gambaran mengenai tantangan dan upaya yang dilakukan Indonesia dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan dan pengobatan TBC.


Sebagai bagian dari acara peluncuran, Susan Neuhaus menyerahkan secara simbolis buku Masalah TBC (TB Trouble) kepada Duta Besar RI untuk Australia dan Vanuatu, Siswo Pramono; Guru Bahasa Indonesia di Majura Primary School, Adam Chad; serta delapan Indonesian Teaching Assistant (ITA) yang saat ini mendukung pembelajaran Bahasa Indonesia di berbagai sekolah di Canberra. Penyerahan buku tersebut diharapkan dapat memperluas pemanfaatan buku sebagai media edukasi kesehatan sekaligus bahan ajar yang menarik dalam pembelajaran Bahasa Indonesia.


Buku Masalah TBC (TB Trouble) menggabungkan unsur petualangan, persahabatan, dan edukasi kesehatan melalui narasi yang menarik serta ilustrasi yang ramah anak. Selain menyampaikan pesan mengenai pentingnya pengobatan yang tepat, pola hidup sehat, dan kesadaran masyarakat dalam mencegah TBC, buku dwibahasa ini juga memberikan kesempatan bagi siswa untuk belajar Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris secara kontekstual. Kehadiran buku tersebut diharapkan dapat memperkaya bahan ajar autentik yang digunakan oleh guru dan Indonesian Teaching Assistant (ITA) dalam mendukung program Bahasa Indonesia di sekolah-sekolah Australia. 


KBRI Canberra menyambut baik inisiatif ini sebagai contoh kolaborasi yang mengintegrasikan pendidikan, kesehatan, dan diplomasi budaya. Peluncuran buku ini tidak hanya mendukung kampanye kesehatan masyarakat, tetapi juga memperkuat promosi Bahasa Indonesia serta hubungan antarmasyarakat Indonesia dan Australia melalui pendidikan dan literasi. 


Melalui kegiatan ini, KBRI Canberra berharap semakin banyak bahan ajar kreatif dan berkualitas yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembelajaran Bahasa Indonesia, meningkatkan literasi kesehatan anak, serta memperkuat kerja sama pendidikan dan budaya Indonesia dengan Australia. (Tim Atdikbud Canberra / Editor: Stephanie, Denty)

Penulis: Kontributor BKHM

Editor: Denty Anugrahmawaty

Berita Terkait