pendidikan_untuk semua Ramah rumah_pendidikan
Temukan informasi tentang Kemendikdasmen, struktur organisasi, dan regulasi
Informasi Profil Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Informasi Publik Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Temukan kabar, siaran pers, pengumuman, dan dokumentasi resmi dari Kemendikdasmen
Informasi Umum
Beranda
Button Icon
Button Icon
PPID
Button Icon Beranda
Button Icon Profil
Temukan informasi tentang Kemendikdasmen, struktur organisasi, dan regulasi
Button Icon
Button Icon
Button Icon
Button Icon PPID
­­­Kolaborasi Kementerian dan Lembaga, Perkuat Budaya Sekolah Aman dan Nyaman bagi Anak Indonesia

Diterbitkan pada: 28/05/2026

Bagikan:

Gambar Siaran Pers

Jakarta, Kemendikdasmen — Upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan terus diperkuat melalui kolaborasi lintas kementerian, lembaga, pemerintah daerah, hingga organisasi masyarakat sipil. Semangat gotong royong ini menjadi fondasi penting dalam membangun budaya sekolah yang lebih humanis dan berpihak pada kepentingan terbaik anak.

Terlebih, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti, menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak cukup hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari kemampuan seluruh ekosistem pendidikan dalam menghadirkan rasa aman bagi anak-anak selama proses belajar berlangsung. Oleh karena itu dibutuhkan partisipasi semesta dalam mengubah paradigma lama dalam penerapan disiplin di sekolah menjadi lebih ramah anak yang melibatkan orang tua, guru, sekolah, dan masyarakat.

Dalam rangka mendorong keterlibatan aktif berbagai pihak dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat, inklusif, dan ramah anak sesuai Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman maka program KREASI hadir sebagai langkah nyata kolaboratif antara pemerintah dan mitra pembangunan dalam mempercepat peningkatan literasi, numerasi, penguatan karakter, serta perlindungan anak. Program ini akan melakukan intervensi di lebih dari 500 satuan pendidikan di delapan kabupaten pada empat provinsi, yakni Sumatera Utara, Lampung, Kalimantan Barat, dan Maluku Utara.

CEO Save the Children Indonesia, Dessy Kurwiany Ukar, menyampaikan bahwa pembangunan budaya sekolah aman tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi lintas sektor secara berkelanjutan. “Kami berkomitmen melalui program KREASI akan terus mendukung upaya pemerintah dalam memastikan setiap anak Indonesia tumbuh dan bebas dari kekerasan, eksploitasi, diskriminasi, dan intoleransi, serta mendapatkan haknya atas pendidikan yang berkualitas dan bermartabat. Kami percaya bahwa budaya sekolah tidak bisa dibangun secara instan, namun harus ditumbuhkan melalui nilai, kebiasaan, komitmen bersama, serta kolaborasi multisektor mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga non-pemerintah, hingga sekolah,” ungkap Dessy.

Seminar penguatan budaya sekolah aman dan nyaman ini turut dihadiri dan didukung oleh berbagai kementerian dan lembaga, di antaranya Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Agama, dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, bersama dinas pendidikan daerah, kepala sekolah, serta guru PAUD dan SD di wilayah Jabodetabek. Antusiasme publik juga terlihat dari partisipasi sekitar 5.000 peserta yang mengikuti kegiatan secara daring melalui kanal YouTube resmi Kemendikdasmen dan Save the Children Indonesia.

Dalam sesi diskusi, Staf Khusus Mendikdasmen Bidang Pendidikan Inklusif dan Pemerataan Pendidikan Daerah 3T, Rita Pranawati, menjelaskan bahwa arah kebijakan baru ini memperkuat pendekatan promotif dan preventif agar potensi kekerasan maupun diskriminasi dapat dicegah sejak awal. “Kenapa preventif dan promotif kita besarkan? Karena kalau sudah jadi kasus, itu berat penanganannya, kondisinya juga tidak mudah, dan anak-anak kalau dia pulih bagus, tapi kalau tidak pulih masa depannya menjadi sangat sulit. Jadi promotif dan preventif agar setiap anak juga merasa nyaman,” terangnya.

Ia menambahkan bahwa pendidikan sejatinya bertujuan memanusiakan dan memuliakan manusia. Karena itu, seluruh kebijakan pendidikan harus dibangun dengan prinsip humanis, partisipatif, komprehensif, non-diskriminatif, dan berorientasi pada kepentingan terbaik anak.

Sementara itu, Kepala Pusat Penguatan Karakter Kemendikdasmen, Rusprita Putri Utami, menekankan pentingnya penguatan tata kelola sekolah melalui deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan kenyamanan di lingkungan sekolah, baik yang bersifat fisik, sosial, maupun spiritual. “Mengapa deteksi dini ini sangat penting? Karena sebenarnya berbagai masalah, isu sosial, hal-hal yang tidak kita inginkan, itu sejatinya bisa kita mitigasi jika kita sudah melakukan upaya deteksi dini,” jelasnya.

Upaya tersebut akan diperkuat melalui penerapan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Ramah yang direncanakan mulai diterapkan pada Juli mendatang. Pendekatan ini diharapkan membantu sekolah memahami latar belakang individu dan tanggung jawab pengasuhan murid baru tanpa memberikan stigma.

Menutup rangkaian kegiatan, Staf Ahli Menteri Bidang Partisipasi dan Lingkungan Strategis KemenPPA, Rini Handayani, menegaskan bahwa penciptaan lingkungan sekolah yang aman membutuhkan sensitivitas dan keterlibatan seluruh elemen di sekitar anak. “Karena anak itu 30 persen waktunya di sekolah. Jadi, antara orang tua, keluarga, tenaga pendidik, tenaga kependidikan, bahkan penjaga sekolah juga harus memiliki sensitivitas,” pungkasnya.

Melalui kolaborasi lintas kementerian, lembaga, pemerintah daerah, sekolah, dan masyarakat, penguatan budaya sekolah aman dan nyaman diharapkan tidak hanya menjadi kebijakan administratif, tetapi benar-benar hadir sebagai gerakan bersama untuk memastikan setiap anak Indonesia dapat tumbuh, belajar, dan berkembang secara optimal dalam lingkungan yang menghargai martabat kemanusiaan.*** (Penulis: Fairuz Zain/Fotografer: Laili)

 

 

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat

Sekretariat Jenderal

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

 

Laman: kemendikdasmen.go.id

X: x.com/Kemdikdasmen

Instagram: instagram.com/kemendikdasmen

Facebook:  facebook.com/kemendikdasmen

YouTube: KEMDIKDASMEN

Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id

Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

 

#PendidikanBermutuuntukSemua

#KemendikdasmenRamah

 

 

Penulis: Kontributor BKHM

Editor: Denty Anugrahmawaty

Berita Terkait