pendidikan_untuk semua Ramah rumah_pendidikan
Temukan informasi tentang Kemendikdasmen, struktur organisasi, dan regulasi
Informasi Profil Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Informasi Publik Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Temukan kabar, siaran pers, pengumuman, dan dokumentasi resmi dari Kemendikdasmen
Informasi Umum
Beranda
Button Icon
Button Icon
PPID
Button Icon Beranda
Button Icon Profil
Temukan informasi tentang Kemendikdasmen, struktur organisasi, dan regulasi
Button Icon
Button Icon
Button Icon
Button Icon Publikasi
Temukan kabar, siaran pers, pengumuman, dan dokumentasi resmi dari Kemendikdasmen
Button Icon PPID
SPAB Kemendikdasmen: Relokasi Sekolah di Wilayah Sumatra Ditargetkan Selesai Akhir Tahun

Diterbitkan pada: 03/03/2026

Bagikan:

Gambar Siaran Pers

Tangerang Selatan, Kemendikdasmen –– Langkah pemulihan layanan pendidikan pascabencana di wilayah Sumatra terus diperkuat oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Langkah strategis ini dipaparkan dalam Dialog Kebijakan Kemendikdasmen bersama Media Massa yang berlangsung di Tangerang Selatan, Senin (2/3).

Perwakilan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), Jamjam Muzaki, menjelaskan bahwa saat ini hampir seluruh daerah terdampak di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat telah memasuki fase transisi darurat pemulihan. Penanggulangan bencana di sektor pendidikan terbagi dalam tiga fase, yakni siaga darurat, tanggap darurat, dan transisi pemulihan. 

“Aceh Tamiang, misalnya, baru saja menyelesaikan masa tanggap darurat pada 24 Februari kemarin dan kini dilanjutkan dengan proses transisi selama tiga bulan ke depan,” jelasnya.

Dalam tinjauannya, Jamjam mengelaborasikan dampak bencana ke dalam tiga aspek, yaitu kerusakan sarana prasarana, terputusnya akses ke satuan pendidikan, serta dampak sosial bagi warga sekolah. Banjir dan longsor yang terjadi tidak hanya merendam gedung kelas dengan lumpur dan material berat, tetapi juga merusak fasilitas penunjang seperti mebeler, buku, hingga perangkat elektronik. Kondisi ini diperparah dengan rusaknya akses jalan dan jembatan yang menghambat perjalanan guru dan siswa ke sekolah.

Kesenjangan akses tersebut bahkan memaksa para guru di beberapa wilayah, seperti Aceh Tengah, untuk menyeberangi sungai menggunakan seling tambang karena jembatan utama belum pulih. “Gangguan terhadap layanan pendidikan ini menjadi fokus utama kami,” ujar Jamjam.

Kemendikdasmen telah mendistribusikan 168 tenda kelas darurat dan membangun 44 ruang kelas semi-permanen agar proses pembelajaran tidak terhenti. Selain itu, kolaborasi dengan pemerintah daerah setempat memungkinkan pemanfaatan fasilitas publik, seperti asrama haji di Kota Padang, sebagai lokasi pembelajaran sementara. Pemulihan ini dikoordinasikan secara terpadu oleh Satgas Percepatan yang diketuai oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, dengan arahan dari Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno.

Dukungan terhadap operasional sekolah juga diwujudkan melalui penyaluran bantuan berupa school kit dan 167 ribu eksemplar buku teks pembelajaran. Dari sisi kesejahteraan guru, pemerintah telah mengalokasikan tunjangan khusus bagi sekitar 59 ribu guru terdampak. “Total dana sebesar 220 miliar sudah disalurkan kepada 36 ribu guru pada tahap pertama dan kedua, di mana setiap guru menerima bantuan sebesar 6 juta rupiah untuk tiga bulan,” tambahnya.

Selain itu, Kemendikdasmen turut mengerahkan tim untuk memberikan dukungan psikososial guna memulihkan kondisi psikologis dan sosial warga sekolah. Program ini juga didukung oleh berbagai donatur yang menyediakan family kit bagi guru di pengungsian serta teacher kit untuk mendukung kegiatan pembelajaran. 

Terkait proses rekonstruksi dan rehabilitasi, revitalisasi sekolah dilakukan melalui mekanisme swakelola dengan transfer dana langsung ke rekening satuan pendidikan. Hingga akhir Februari, terdapat 1.741 sekolah yang telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan total nilai mencapai Rp1,25 triliun. Melalui skema ini, tiap sekolah memiliki otoritas untuk melaksanakan perbaikan, pembangunan kembali, maupun relokasi secara mandiri sesuai tingkat kerusakan yang dialami.

Berdasarkan arahan dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, ditargetkan agar sekolah dengan kategori rusak ringan dan sedang dapat rampung sebelum dimulainya tahun ajaran baru. Sementara itu, untuk sekolah yang mengalami kerusakan berat atau memerlukan relokasi, proses pengerjaan ditargetkan selesai pada akhir tahun.

Langkah relokasi tersebut didasarkan pada rencana induk dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia (Bappenas) yang mengatur zonasi kerawanan bencana. Sekolah yang berada di zona merah tidak mendapatkan toleransi untuk dibangun kembali di lokasi semula demi faktor keamanan. “Saat ini kami masih melakukan rapat koordinasi dengan Pemda untuk memverifikasi 248 tambahan sekolah serta 26 ribu guru yang akan mendapatkan bantuan pada tahap selanjutnya,” ungkap Jamjam 

Seluruh rangkaian penanganan darurat hingga pemulihan ini mengikuti regulasi Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 33 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Regulasi tersebut menjadi payung kebijakan dalam menanggulangi bencana di satuan pendidikan. Dengan adanya kepastian regulasi dan sinergi berbagai pihak, Kemendikdasmen optimis bahwa layanan pendidikan di Sumatra akan segera pulih dan mampu mengembalikan lingkungan belajar yang lebih aman dan nyaman. (Penulis: Fairuz Zain/Editor: Stephanie/Fotografer: Rayhan)

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
 
Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Penulis: Kontributor BKHM

Editor: Denty Anugrahmawaty

Berita Terkait