pendidikan_untuk semua Ramah rumah_pendidikan
Temukan informasi tentang Kemendikdasmen, struktur organisasi, dan regulasi
Informasi Profil Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Informasi Publik Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Temukan kabar, siaran pers, pengumuman, dan dokumentasi resmi dari Kemendikdasmen
Informasi Umum
Beranda
Button Icon
Button Icon
PPID
Button Icon Beranda
Button Icon Profil
Temukan informasi tentang Kemendikdasmen, struktur organisasi, dan regulasi
Button Icon
Button Icon
Button Icon
Button Icon Publikasi
Temukan kabar, siaran pers, pengumuman, dan dokumentasi resmi dari Kemendikdasmen
Button Icon PPID
Wamen Fajar: Pembaruan Pendidikan untuk Menutup Jurang Mutu Sekolah Swasta

Diterbitkan pada: 16/02/2026

Bagikan:

Gambar Siaran Pers

Sukabumi, Kemendikdasmen – Ruang pertemuan itu hening ketika Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, menyampaikan satu pesan kunci di Sukabumi, Minggu (15/2).

"Kualitas adalah penentu kepercayaan publik." Demikian disampaikannya di hadapan guru-guru dari sekitaran Jawa Barat ketika menyampaikan solusi dalam mengatasi disparitas mutu pendidikan antara sekolah negeri dan swasta. 

Menurutnya, realitas sekolah swasta hari ini memperlihatkan dua wajah. Ada sekolah swasta yang menjadi magnet hingga orang tua rela mengantre bertahun-tahun. Namun di sisi lain, tidak sedikit sekolah yang masih berjuang menjaga jumlah siswa dan keberlanjutan lembaganya.

“Ini menunjukkan bahwa kualitas menentukan kepercayaan publik. Orang tua akan memilih sekolah terbaik. Kalau tidak berbenah, kita bisa tertinggal,” ujarnya dengan nada reflektif.

Bagi Fajar, kunci mengecilkan jurang mutu itu bukan terletak pada murid. Ia mengajak sekolah untuk melakukan introspeksi dan pembaruan guna menilik kualitas pembelajaran yang berlangsung di kelas, termasuk bagaimana kompetensi guru terus diperbarui, dan kepala sekolah memimpin dengan visi mutu.

“Yang perlu kita benahi bukan anak-anaknya, tetapi kualitas pembelajaran dan profesionalisme gurunya,” katanya.

Ia menyinggung hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) SMA yang belum banyak menempatkan sekolah swasta dalam jajaran 100 besar nasional. Data itu, menurutnya, bukan untuk diratapi, melainkan dijadikan cermin bersama.

“Kalau ingin memperkecil disparitas, maka kualitas guru harus jadi prioritas. Tidak ada jalan pintas,” tegasnya.

Dalam konteks yang lebih luas, ia menyebut Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, tengah mendorong pembenahan tata kelola guru secara sistemik berbasis empat kompetensi yaitu pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian. Pemerintah juga mempercepat Pendidikan Profesi Guru (PPG) serta memastikan tunjangan profesi guru disalurkan langsung setiap bulan.

Namun di atas semua kebijakan itu, Fajar menekankan satu hal yang lebih mendasar kepada etos kerja. Ia menutup sambutannya dengan mengutip hadis tentang pentingnya menyempurnakan pekerjaan secara profesional.

“Guru yang bekerja dengan sungguh-sungguh dan totalitas adalah fondasi kemajuan sekolah,” tuturnya.

Di Sukabumi, komitmen itu ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) dan Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Jawa Barat untuk peningkatan kualitas guru di lingkungan Dikdasmen Kota dan Kabupaten Sukabumi. Sebuah langkah kecil, tetapi diharapkan menjadi bagian dari ikhtiar panjang mengecilkan disparitas mutu pendidikan.

Sebab pada akhirnya, seperti disampaikan Fajar, keunggulan sekolah bukan semata soal gedung megah atau fasilitas modern. Ia tumbuh dari ruang-ruang kelas yang hidup, dari guru-guru yang terus belajar, dan dari kepemimpinan yang tak lelah menjaga mutu.* (Penulis: Denty A.)

 

Penulis: Denty Anugrahmawaty

Editor: Denty Anugrahmawaty

Berita Terkait