Pendidikan Friendly rumah_pendidikan
Temukan informasi tentang Kemendikdasmen, struktur organisasi, dan regulasi
Informasi Profil Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Informasi Publik Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Temukan kabar, siaran pers, pengumuman, dan dokumentasi resmi dari Kemendikdasmen
Informasi Umum
Beranda
Button Icon
Button Icon
PPID
Button Icon Beranda
Button Icon Profil
Temukan informasi tentang Kemendikdasmen, struktur organisasi, dan regulasi
Button Icon
Button Icon
Button Icon
Button Icon PPID
Guru Belajar Manfaatkan Perangkat Digital untuk Pembelajaran yang Lebih Interaktif
Guru Belajar Manfaatkan Perangkat Digital untuk Pembelajaran yang Lebih Interaktif

Diterbikan pada: 14 Agustus 2026

Bagikan

Gambar Siaran Pers

Kab. Bandung Barat, Jawa Barat, 14 Agustus 2026 – Kehadiran Interactive Digital Panel (IFP)/Papan Interaktif Digital (PID) di sekolah memberi pengalaman baru bagi guru dalam merancang pembelajaran yang lebih beragam dan interaktif. Perangkat tersebut tidak hanya dimanfaatkan sebagai media pembelajaran, tetapi juga membuka ruang bagi guru untuk mengembangkan bahan ajar sesuai kebutuhan peserta didik serta memanfaatkan kecerdasan artifisial (AI) untuk mendukung proses pembelajaran di kelas.
 
Pengalaman itu dirasakan para guru setelah mengikuti kegiatan Advokasi Pemanfaatan Perangkat Digitalisasi Pembelajaran yang diselenggarakan Direktorat Sekolah Menengah Pertama, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), di Bandung Barat, beberapa waktu lalu.
 
Kehadiran perangkat digital di sekolah perlu diikuti dengan peningkatan kapasitas guru agar teknologi yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal dalam proses pembelajaran. Melalui kegiatan advokasi, guru tidak hanya mengenal berbagai fitur IFP, tetapi juga belajar mengembangkan media dan bahan ajar serta memanfaatkan AI sesuai kebutuhan di kelas.

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal (PAUD, Dikdas, dan PNFI), Gogot Suharwoto, menegaskan bahwa penyediaan perangkat digital harus berjalan beriringan dengan revitalisasi sekolah dan peningkatan kompetensi guru. Menurutnya, ukuran keberhasilan digitalisasi pendidikan bukan sekadar tersedianya perangkat di sekolah, melainkan sejauh mana teknologi tersebut membantu guru menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna bagi murid.

”Teknologi tidak menggantikan peran guru. Justru teknologi harus memperkuat kemampuan dan peran guru untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih interaktif, kreatif, dan sesuai dengan kebutuhan murid. Karena itu, setelah perangkat hadir di sekolah, yang paling penting adalah memastikan guru mampu memanfaatkannya secara optimal untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar,” ujar Gogot.

Ia menambahkan bahwa pemanfaatan teknologi juga perlu mendorong guru untuk terus belajar, berkolaborasi, dan mengembangkan bahan ajar yang relevan dengan karakteristik murid.

”Kami ingin Papan Interaktif Digital tidak berhenti menjadi perangkat di ruang kelas. Perangkat ini harus hidup dalam proses pembelajaran, digunakan guru untuk menjelaskan konsep dengan lebih menarik, membuka ruang interaksi, mengembangkan kreativitas murid, dan pada akhirnya membantu setiap anak memperoleh pengalaman belajar yang lebih baik. Inilah semangat digitalisasi untuk mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua,” tambahnya.

Guru Matematika SMPN 1 Atap Rimbakarya, Kabupaten Bandung Barat, Sumirah, merasakan langsung manfaat kegiatan tersebut. Ia mempelajari berbagai cara memanfaatkan IFP, mulai dari menyusun perencanaan, membuat media pembelajaran interaktif, hingga mengembangkan Learning Management System (LMS) dengan memanfaatkan AI.

“Kegiatan advokasi pada hari ini banyak sekali hal yang saya dapatkan. Bagaimana pemanfaatan papan interaktif digital yang sudah diberikan kepada sekolah kami. Mulai dari bagaimana membuat perencanaan, kemudian juga membuat media pembelajaran interaktif, dan juga bagaimana membuat Learning Management System menggunakan kecerdasan artifisial yang saat ini berkembang di dunia pendidikan,” ujar Sumirah.
 
Setelah mengikuti kegiatan tersebut, Sumirah berencana mengeksplorasi kembali materi yang diperoleh sebelum menerapkannya dalam pembelajaran. Ia akan memperbaiki perencanaan, bahan ajar, dan media pembelajaran agar pemanfaatan IFP dapat diterapkan secara lebih tepat di kelas. “Dengan memanfaatkan apa yang sudah diberikan, saya akan memperbaikinya dan menerapkannya dalam pembelajaran, mulai dari perencanaan, kemudian juga pembuatan bahan ajar dan lain sebagainya,” katanya.


 
Bagi Sumirah, pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan dapat membuat pembelajaran lebih aktif, termasuk dalam mata pelajaran matematika. Ia berharap siswa yang sebelumnya cenderung pasif dapat lebih terlibat dan antusias mengikuti pembelajaran. “Semoga pembelajaran di sekolah saya, utamanya di kelas saya, bisa lebih aktif. Banyak siswa yang tadinya pasif bisa mengikuti pembelajaran dengan baik terutama di pelajaran Matematika itu yang tadinya mungkin membosankan dan mumet, jadi lebih antusias, kemudian bisa memperoleh hasil belajar yang lebih baik lagi,” tutur Sumirah.
 
Sumirah juga menyampaikan apresiasi atas pemberian IFP dan kesempatan mengikuti pelatihan. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengetahuan baru yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembelajaran di sekolah.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, kemudian juga kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang telah memberikan papan interaktif digital ini kepada kami dan juga memberikan kesempatan pelatihan bagi kami di sini, sehingga lebih banyak hal baru yang kami dapatkan dan bisa kami manfaatkan dengan sebaik-baiknya demi kemajuan pendidikan Indonesia yang lebih baik,” ujar Sumirah.
 
Pengalaman mengikuti advokasi juga dirasakan Dewa Romshani, guru SMP PGRI 385 Puteran. Bagi Dewa, kegiatan tersebut membuka pengalaman baru dalam mengenal berbagai fitur IFP yang sebelumnya belum diketahuinya, seperti penggunaan lima jari, dua layar, serta fitur penerjemahan otomatis dalam Bahasa Inggris.
 
“Alhamdulillah yang saya dapatkan dari pelatihan advokasi ini banyak sekali, mulai dari fitur-fitur papan interaktif digital, mulai dari lima jari, kemudian bisa dua layar, kemudian saya lebih tahu bahwa ternyata Bahasa Inggris juga bisa dipakai di papan interaktif ini mulai dari translate otomatis,” kata Dewa.
 
Menurut Dewa, pengalaman tersebut membuatnya memahami bahwa pembelajaran tidak hanya berkaitan dengan materi, tetapi juga media yang digunakan untuk menyampaikan dan mengembangkan materi tersebut. Ia melihat AI dan IFP dapat menjadi bagian dari pengembangan media pembelajaran. “Saya jadi lebih tahu bahwasanya belajar itu enggak hanya soal materi, tetapi tentang media belajar yang bisa digunakan dan dikembangkan oleh AI dan papan interaktif ini,” ujarnya.
 
Setelah mengikuti advokasi, Dewa berencana membagikan pengetahuan yang diperolehnya kepada rekan-rekan guru di sekolah. Ia juga akan mengeksplorasi kembali materi yang telah dipelajari untuk mengembangkan media pembelajaran yang lebih beragam bagi siswa.


 
“Yang pertama tadi sudah saya sebutkan akan share kembali kepada guru-guru rekan-rekan saya di sekolah. Kemudian yang kedua, tentunya kepada siswa yang menjadi tujuan utama dari pelatihan advokasi ini adalah mengembangkan kembali media-media ajar,” kata Dewa.
 
Menurutnya, pengembangan media tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih bervariasi dan mendorong siswa lebih kreatif dalam menggunakan IFP. “Nanti siswa akan lebih bervariasi lagi dalam belajar, kemudian bisa lebih kreatif lagi menggunakan papan interaktif ini,” ujarnya.
 
Dewa juga berharap kegiatan advokasi dapat menjangkau lebih banyak guru. Menurutnya, pelatihan yang diikuti oleh perwakilan dari masing-masing sekolah perlu diikuti dengan kesempatan bagi guru lainnya agar pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan lebih luas.
 
“Harapan saya untuk pelatihan advokasi ini mungkin lebih luas lagi cakupan guru yang dituju, karena kan ini perwakilan, per orang perwakilan per sekolah. Mungkin ke depannya bisa lebih banyak lagi untuk guru-guru yang lain untuk bisa mengikuti pelatihan advokasi ini,” tutur Dewa.
 
Dewa menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan advokasi yang dinilainya memberikan manfaat bagi guru dalam mengembangkan pembelajaran berbasis teknologi. “Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto, kemudian kepada Kementerian Pendidikan yang telah mengadakan pelatihan advokasi ini. Tentunya pelatihan ini sangat bermanfaat untuk kita sebagai guru, apalagi yang jauh tertinggal kayak 3T, itu memang sangat bermanfaat,” katanya.
 
Bagi Sumirah dan Dewa, pemberian perangkat digital menjadi awal dari proses belajar baru bagi guru. Setelah mengenal berbagai fitur dan cara pemanfaatannya, keduanya memiliki ruang untuk terus mencoba, mengembangkan media, dan menyesuaikannya dengan kebutuhan siswa di kelas.
 
Dengan pendampingan yang berkelanjutan, perangkat digital diharapkan semakin dekat dengan praktik pembelajaran sehari-hari sehingga teknologi yang tersedia di sekolah benar-benar memberi pengalaman belajar yang lebih aktif dan beragam bagi siswa.*** (Penulis & Fotografer: Irfan)

 

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
 
Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook:  facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers
 
#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Sumber: Siaran Pers Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor: 717/sipers/A6/VIII/2026

Penulis: Muhammad Irfan

Editor: Denty Anugrahmawaty

Kepemilikan Konten Guru Sekolah Kejuruan Kepemilikan Konten Dinas Pendidikan Kepemilikan Konten Ruang GTK Kepemilikan Konten Ruang Sekolah Kepemilikan Konten Ruang Publik Kepemilikan Konten GTK Kepemilikan Konten Guru PAUD Kepemilikan Konten Guru Dikdasmen Kepemilikan Konten Sekolah Dikdasmen Kepemilikan Konten Peningkatan Kualifikasi, Kompetensi, dan Kesejahteraan Guru Kepemilikan Konten Pemenuhan dan Perbaikan Sarana dan Prasarana Pendidikan

Siaran Pers Terkait
Gambar Konten Terkait
Kemendikdasmen Apresiasi Pemkab Bengkayang Dukung Pengabdian Guru di Tengah Tantangan Geografis

Kepemilikan Konten Guru Sekolah Kejuruan Kepemilikan Konten Dinas Pendidikan Kepemilikan Konten Ruang GTK Kepemilikan Konten Ruang Pemerintah Kepemilikan Konten Ruang Mitra Kepemilikan Konten Ruang Publik Kepemilikan Konten GTK Kepemilikan Konten Guru Dikdasmen Kepemilikan Konten Sekolah Dikdasmen Kepemilikan Konten Peningkatan Kualifikasi, Kompetensi, dan Kesejahteraan Guru Kepemilikan Konten Pemenuhan dan Perbaikan Sarana dan Prasarana Pendidikan

Diterbitkan pada : 14/08/2026

Gambar Konten Terkait
Kemendikdasmen dan IACE Korea Dorong Kolaborasi Wujudkan Transformasi Pendidikan Digital

Kepemilikan Konten PaudDikdasmen Kepemilikan Konten Dinas Pendidikan Kepemilikan Konten Ruang Pemerintah Kepemilikan Konten Ruang Mitra Kepemilikan Konten Ruang Publik Kepemilikan Konten GTK Kepemilikan Konten Guru Dikdasmen Kepemilikan Konten Sekolah Dikdasmen Kepemilikan Konten Murid Dikdasmen Kepemilikan Konten Mitra Dikdasmen Kepemilikan Konten Wajib Belajar 13 Tahun dan Pemerataan Kesempatan Pendidikan Kepemilikan Konten Penguatan Pendidikan Unggul, Literasi, Numerasi dan Sains Teknologi

Diterbitkan pada : 14/08/2026

Gambar Konten Terkait
Duta SMA 2026: Dari Potensi Pelajar, Lahir Gagasan untuk Pendidikan

Kepemilikan Konten PaudDikdasmen Kepemilikan Konten Dinas Pendidikan Kepemilikan Konten Ruang Murid Kepemilikan Konten Ruang Sekolah Kepemilikan Konten Ruang Orang Tua Kepemilikan Konten Ruang Pemerintah Kepemilikan Konten Ruang Publik Kepemilikan Konten Guru Dikdasmen Kepemilikan Konten Murid Dikdasmen Kepemilikan Konten Orang Tua Kepemilikan Konten Penguatan Pendidikan Karakter Kepemilikan Konten Penguatan Pendidikan Unggul, Literasi, Numerasi dan Sains Teknologi

Diterbitkan pada : 13/08/2026