Diterbikan pada: 12 Agustus 2026
Tasikmalaya, Jawa Barat, 12 Agustus 2026 – Perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) menuntut dunia pendidikan vokasi untuk terus beradaptasi dengan standar industri yang dinamis. Melalui program Peningkatan Kompetensi bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Vokasi Tahun 2026 Angkatan 4, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengusung AI sebagai materi pelatihan menjadi jawaban tantangan digitalisasi di mana SMK dituntut untuk selalu mengikuti standar industri yang terus meningkat. Merespons hal tersebut, Kepala Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Mesin dan Teknik Industri (BBPPMPV BMTI) Baharudin, menegaskan bahwa BMTI terus berupaya untuk meningkatkan kompetensi guru vokasi di semua daerah, tidak hanya bagi guru, tetapi juga kepala sekolah dan pengawas termasuk instruktur lembaga kursus. “Tahun ini BMTI melatih 3.159 pendidik dan tenaga kependidikan (PTK), Insya Allah dalam tahun ini target kami bahkan mencapai lebih dari 100 persen sampai akhir tahun,” ungkap Baharudin.
Salah satu peserta pelatihan Muhammad, guru Desain Komunikasi Visual (DKV) di SMK Negeri 1 Tasikmalaya menuturkan senang mengikuti kegiatan pelatihan ini. Menurutnya di era digitalisasi saat ini penggunaan AI sangat masif, sehingga guru tentunya harus mampu untuk mengikuti perkembangan teknologi.
“Di era yang luar biasa saat ini, apalagi AI ya, kadang kita hanya tahu AI tapi belum memaksimalkan teknologi ini, jadi saya sangat antusias sekali mengikuti pelatihan ini,” tutur Muhammad.
Muhammad pun berharap agar pelatihan-pelatihan seperti ini dapat rutin dilaksanakan, agar semua guru khususnya vokasi dapat menambah wawasan. Serta perlu adanya jenjang pelatihan untuk lebih meningkatkan penguasaan kompetensi guru vokasi.
“Memperbanyak pelatihan untuk meningkatkan SDM, tidak hanya satu kali, guru-guru yang belum itu bergiliran untuk ikut, jadi tidak hanya satu kali dan ada tingkatannya juga, mulai dari pemula hingga tingkat mahir begitu,” tambah Muhammad.
Sejalan dengan itu, Samrah Hadian Ardi, guru DKV dari SMK Negeri 4 Tasikmalaya yang juga mengikuti pelatihan mengungkapkan bahwa pelatihan AI ini sangat dibutuhkah, di mana saat ini guru memiliki peranan penting dalam mengarahkan murid untuk bijak dalam menggunakan teknologi khususnya AI.
“Pelatihan ini saya rasa sangat dibutuhkan karena sekarang zamannya teknologi berkembang apalagi sekarang itu ada AI, ini bisa membantu kita tetapi kita tetap harus bisa mengendalikan, bukan AI yang mengendalikan kita, tetapi AI yang kita keendalikan,” jelas Sam, sapaan akrabnya.
Terakhir, dalam sambutan sekaligus membuka kegiatan, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat, meminta agar guru vokasi dapat meningkatkan kompetensinya dalam mengikuti perkembangan zaman yang serba teknologi saat ini. “Kecepatan teknologi sekarang tidak lagi dalam hitungan tahun, mungkin ke depan dalam hitungan satu bulan sudah muncul teknologi baru, ini tantangan yang luar biasa,” tutup Wamen Atip.** (Penulis & Fotografer: Morecka/Editor: Destian)
Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers
#PendidikanBermutuUntukSemua
#KemendikdasmenRamah
Sumber: Siaran Pers Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor: 707/sipers/A6/VIII/2026
Penulis: Morecka
Editor: Denty Anugrahmawaty
Pendidikan Vokasi
Guru Sekolah Kejuruan
Sekolah Kejuruan
Dinas Pendidikan
Ruang GTK
Ruang Pemerintah
Ruang Mitra
GTK
Vokasi
Peningkatan Kualifikasi, Kompetensi, dan Kesejahteraan Guru